Pasukan Penjajah Israel Mengambil Alih Sebidang Tanah Milik Warga Palestina di Kota al-Khader Selatan Bethlehem

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Mengambil Alih Tanah Warga Palestina di Selatan Bethlehem
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Mengambil Alih Tanah Warga Palestina di Selatan Bethlehem Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut seorang peneliti tembok dan penjajah Israel, Hassan Breijah, pasukan penjajah Israel mengambil alih sebidang tanah yang merupakan milik warga Palestina di Kota al-Khader yang terletak di selatan Bethlehem di Tepi Barat.

Hassan menyatakan pada hari Selasa, tanggal 8 Juli 2025 waktu setempat, pasukan penjajah Israel menyita 6 dunum tanah milik Palestina di daerah Ein al-Qassis yang berada di sebelah barat kota.

“Hal itu untuk memberi ruang bagi perluasan pos kolonial Sde Boaz di dekatnya yang didirikan di sekitar 100 dunum tanah pertanian milik Palestina,” ujarnya.

Dia menyampaikan kekhawatirannya bahwa pengambilalihan sebidang tanah warga Palestina ini adalah pertanda pengambilalihan tanah dalam skala yang besar, hilangnya akses petani Palestina ke tanah mereka, dan peningkatan serangan oleh penjajah Israel.

Baca Juga:
UNRWA Sebut Kehidupan Anak-Anak Gaza Diwarnai Perang dan Kehancuran

Kekerasan yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga Palestina dan harta benda mereka merupakan hal rutin di Tepi Barat serta jarang dituntut oleh otoritas penjajah Israel.

Kekerasan yang dilakukan penjajah Israel termasuk dengan pembakaran properti dan masjid, pelemparan batu, pencabutan tanaman dan pohon zaitun, dan serangan terhadap rumah-rumah warga Palestina yang rentan.

Di sisi lain, pada hari Selasa malam, tanggal 8 Juli 2025 waktu setempat, seorang warga Palestina meninggal dunia akibat luka kritis yang dideritanya akibat tembakan tentara penjajah Israel di Kota Hebron yang berada di Tepi Barat.

Warga Palestina yang bernama Ahmad Nafeth Jibril al-Ewaiwi meninggal dunia karena cedera kritis yang dideritanya setelah ditembak oleh tentara penjajah Israel sekitar 6 bulan di kota itu.

Baca Juga:
3 Warga Palestina Tewas dalam Pengeboman yang Dilakukan Penjajah Israel di Daerah al-Mawasi

Al-Ewaiwi yang berusia 19 tahun telah dirawat di Rumah Sakit Al-Ahli sekitar seminggu yang lalu untuk menjalani operasi otak tetapi kondisi kesehatannya semakin memburuk yang mengakibatkan kematiannya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

UNRWA Sebut Kehidupan Anak-Anak Gaza Diwarnai Perang dan Kehancuran

Menurut UNRWA, kehidupan anak-anak di Jalur Gaza diwarnai oleh perang dan kehancuran, serta mereka sekitar separuh populasi.

3 Warga Palestina Tewas dalam Pengeboman yang Dilakukan Penjajah Israel di Daerah al-Mawasi

Dalam pengeboman yang dilakukan penjajah Israel di daeral al-Mawasi di Jalur Gaza selatan menyebabkan 3 warga sipil Palestina tewas.

Rumah Warga Palestina di Kota Sebastia Barat Laut Nablus Diserang Penjajah Israel

Terletak di Kota Sebastia di sebelah barat laut Nablus, rumah milik warga Palestina dikabarkan diserang oleh penjajah Israel.

Pengeboman Penjajah Israel terhadap Sebuah Tenda di Dekat Kamp Pengungsi Nuseirat Tewaskan 3 Warga Palestina

Sebuah tenda yang berada di dekat kamp pengungsi Nuseirat dibom penjajah Israel dan menewaskan 3 orang warga sipil Palestina.

Penjajah Israel Menyerang Penggembala Palestina di Tenggara Kota Betlehem

Para penggembala Palestina di pinggiran Desa al-Maniya yang berada di sebelah tenggara Kota Betlehem diserang penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;