Internasional, gemasulawesi – Sekelompok pemukim penjajah Israel yang dilindungi oleh pasukan penjajah Israel menyerang kota Deir Dibwan, sebelah timur Ramallah, pada hari Sabtu malam, tanggal 22 Februari 2025 waktu setempat, mencuri sekitar 800 domba, 3 kuda, 2 keledai, dan tangki air dari penduduk setempat.
Sumber keamanan Palestina menyampaikan kepada media bahwa para penjajah yang disertai tentara penjajah Israel, menyerbu kota tersebut dan melakukan pencurian.
“Ternak yang dicuri adalah milik warga setempat yang bernama Naif Mansara dan Abdelhalim Awada,” ujarnya.
Lalu pasukan penjajah Israel menyerbu kota tersebut dan menyerbu sebuah rumah, menyita rekaman kamera keamanan dari properti tersebut.
Di sisi lain, Tiongkok menyerukan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata yang lengkap dan efektif dan solusi 2 negara bagi penjajah Israel dan Palestina.
Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdellatty, melalui panggilan telepon bahwa Beijing menentang pemindahan paksa rakyat Palestina dan berharap perjanjian gencatan senjata dilaksanakan secara tuntas dan juga efektif.
“Jalur Gaza adalah bagian integral wilayah Palestina dan masa depannya harus ditentukan oleh keinginan rakyat Palestina,” katanya.
Rencana Donald Trump untuk memindahkan secara paksa warga Palestina dari Jalur Gaza telah memicu kemarahan global.
Baca Juga:
Menteri Kesehatan Mengumumkan Peluncuran Ketiga Kampanye Vaksinasi Polio di Gaza Akan Dimulai Sabtu
Di sisi lain, mantan duta besar dan konsul jenderal penjajah Israel di New York, Alon Pinkas, mengatakan gencatan senjata di Jalur Gaza memang rapuh tetapi sebagian besar berhasil dan pertukarannya berhasil.
“Kenyataan bahwa fase pertama berhasil dilaksanakan belum tentu menjadi pertanda baik untuk fase kedua yang lebih menantang,” ucapnya.
Dia melanjutkan alasannya adalah Benjamin Netanyahu tidak tertarik pada tahap kedua.
“Tahap ini akan mencakup pengurangan kekuatan penjajah Israel di Jalur Gaza pada hari ke-42, yang berarti seminggu dari sekarang. Pada hari ke-50, tidak hanya pengurangan kekuatan tetapi penarikan pasukan,” tuturnya.
Baca Juga:
Setelah 16 Bulan Terhenti Karena Perang, Tahun Ajaran di Jalur Gaza Akan Dimulai Hari Sabtu
Dia mengatakan gencatan senjata akan berubah dari penghentian permusuhan, seperti yang diketahui sekarang, menjadi berakhirnya perang, yang bukanlah sesuatu yang disukai oleh perdana menteri penjajah Israel. (*/Mey)