Sekelompok Pemukim Penjajah Israel Membakar Sebuah Rumah dan Kendaraan di Komunitas Badui Utara Yerusalem

Ket. Foto: Pemukim Penjajah Israel Membakar Sebuah Rumah dan Kendaraan Warga Palestina di Komunitas Badui
Ket. Foto: Pemukim Penjajah Israel Membakar Sebuah Rumah dan Kendaraan Warga Palestina di Komunitas Badui Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sekelompok pemukim penjajah Israel dari milisi ekstremis Price Tag membakar sebuah rumah dan kendaraan di komunitas Badui di sebelah timur Desa Jaba, utara Yerusalem, pada hari Sabtu malam, tanggal 22 Februari 2025 waktu setempat.

Seorang aktivis anti-kolonisasi, Hassan Melihat, melaporkan dalam sebuah pernyataan pers bahwa sekelompok milisi Price Tag membakar rumah dan juga kendaraan Daoud Mohammad Mousa Ka’abneh, yang merupakan penduduk komunitas itu.

Para penjajah Israel juga melepaskan tembakan gencar ke arah penduduk setempat dan merusak properti mereka selama penyerangan.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Baca Juga:
Menteri Kesehatan Mengumumkan Peluncuran Ketiga Kampanye Vaksinasi Polio di Gaza Akan Dimulai Sabtu

Kelompok pemukim penjajah Israel, termasuk milisi Price Tag, dikenal karena kekerasan yang mereka lakukan untuk mengintimidasi dan juga menggusur warga Palestina.

Para pemukim tersebut sering melakukan serangan terhadap warga sipil Palestina, rumah, tanaman, dan juga ternak mereka.

Tindakan mereka sering kali disertai dengan vandalisme, pembakaran, dan juga penyerangan.

Di sisi lain, Hamas menuduh Benjamin Netanyahu menyabotase perjanjian gencatan senjata Gaza dengan menyampaikan pemerintah penjajah Israel tidak terlibat dalam negosiasi untuk tahap kedua kesepakatan yang akan berakhir pada tanggal 1 Maret.

Baca Juga:
Setelah 16 Bulan Terhenti Karena Perang, Tahun Ajaran di Jalur Gaza Akan Dimulai Hari Sabtu

Rincian tahap kedua dan ketiga dari perjanjian itu, meskipun dipahami telah disetujui secara prinsip, seharusnya dinegosiasikan selama tahap pertama yang berlangsung selama 6 minggu, yang telah menyaksikan pembebasan tawanan penjajah Israel sebagai ganti tawanan Palestina, penarikan sebagian pasukan penjajah Israel dari Jalur Gaza dan pengiriman bantuan ke Gaza.

Berdasarkan kesepakatan, yang dimulai pada tanggal 19 Januari, tahap kedua, jika dirampungkan, akan menyaksikan pembebasan semua tawanan penjajah Israel dan gencatan senjata permanen.

“Kami percaya sekali lagi, ini adalah permainan kotor dari pemerintah sayap kanan untuk menyabotase dan merusak kesepakatan dan juga untuk mengirim pesan kesediaan untuk kembali berperang,” ujar Basem Naim, anggota senior biro politik Hamas, kepada media.

Dia melanjutkan Hamas yang memerintah Gaza tetap berkomitmen terhadap perjanjian itu dan telah mematuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan itu.

Baca Juga:
Seorang Wanita Palestina Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel di Timur Rafah Jalur Gaza Selatan

Dia menuduh penjajah Israel melanggar ketentuan kesepakatan itu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Menteri Kesehatan Mengumumkan Peluncuran Ketiga Kampanye Vaksinasi Polio di Gaza Akan Dimulai Sabtu

Peluncuran ketiga kampanye vaksinasi polio di Gaza akan dimulai hari Sabtu yang menargetkan anak-anak di bawah 10 tahun.

Setelah 16 Bulan Terhenti Karena Perang, Tahun Ajaran di Jalur Gaza Akan Dimulai Hari Sabtu

Tahun ajaran di Jalur Gaza yang terkepung dilaporkan akan dimulai pada hari Sabtu setelah 16 bulan terhenti karena perang genosida.

Seorang Wanita Palestina Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel di Timur Rafah Jalur Gaza Selatan

Pasukan penjajah Israel menembak seorang wanita Palestina dan menyebabkannya tewas di timur Rafah, Jalur Gaza selatan.

Otoritas Penjajah Israel Kirimkan Lebih dari 25 Pemberitahuan untuk Mengosongkan Lahan Pertanian di Selatan Nablus

Lebih dari 25 pemberitahuan dikirimkan oleh otoritas penjajah Israel untuk mengosongkan lahan pertanian di selatan Nablus.

Penjajah Israel Menghancurkan Kandang Sapi dan Menyita Peralatan Pertanian di Timur Hebron

Kandang sapi di daerah Al-Muntar di timur Hebron dihancurkan oleh seorang penjajah Israel dan dia juga menyita peralatan pertanian.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;