Internasional, gemasulawesi – Menurut seorang pejabat setempat, para penjajah Israel ekstremis pada hari Rabu pagi, tanggal 5 Maret 2025 waktu setempat, menutup pintu masuk utama ke Desa Marah Rabah di selatan Betlehem.
Kepala Dewan Desa Marah Rabbah, Hussein Al-Sheikh, memberitahu media bahwa para penjajah Israel menghalangi pintu masuk desa dengan gerbang besi sehingga membatasi pergerakan penduduk masuk dan keluar desa.
“Para penjajah Israel memperparah kesulitan yang dihadapi oleh penduduk Palestina setempat dengan menutup pintu masuk dengan batu-batu besar yang ditempatkan di samping gerbang besi,” ujarnya.
Pelapor Khusus PBB tentang Penyiksaan menyampaikan serangan penjajah Israel terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza sangat menghancurkan.
Baca Juga:
4 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Ramallah Tepi Barat
Hal ini dicatat dalam sebuah laporan yang disampaikan oleh Alice Jill Edwards, Pelapor Khusus PBB tentang penyiksaan dan perlakuan atau hukuman lain yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat.
Laporan itu berfokus pada penyiksaan selama penahanan yang disampaikan di sela-sela sesi ke-58 Dewan HAM PBB yang diadakan di Jenewa.
Dia menggambarkan serangan penjajah Israel terhadap Jalur Gaza sebagai serangan yang sangat menghancurkan bagi warga sipil Palestina.
Dia melaporkan bahwa dia sedang memantau dengan seksama berbagai laporan mengenai penyiksaan dan bentuk-bentuk perlakuan buruk lainnya yang dialami warga Palestina yang ditahan oleh penjajah Israel.
Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Ledakkan 2 Rumah Warga Palestina di Hebron Tepi Barat
Di sisi lain, Presiden Mahmoud Abbas mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, di sela-sela KTT darurat Arab yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.
Dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mitranya dari Mesir karena telah menjadi tuan rumah pertemuan puncak untuk membahas perkembangan masalah Palestina.
Dia memuji rencana Mesir-Palestina-Arab untuk membangun kembali Jalur Gaza yang memastikan bahwa warga Palestina tetap berada di tanah mereka tanpa harus mengungsi.
Dia juga memuji posisi Mesir yang teguh dan dukungannya yang tidak tergoyahkan terhadap hak-hak rakyat Palestina, khususnya hak mereka untuk mewujudkan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. (*/Mey)