Yuk Kunjungi Gunung Mas 27 dengan Mengeksplorasi Budaya dan Warna Merah yang Memikat dan Unik

Ket Foto: Gunung Mas 27 dengan kombinasi unik dari budaya Jawa dan China
Ket Foto: Gunung Mas 27 dengan kombinasi unik dari budaya Jawa dan China Source: (Foto/Youtube @fajar hengki wijaya)

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Gunung Mas 27 yang terletak di Kabupaten Lamongan adalah destinasi yang menawarkan kombinasi unik dari budaya Jawa dan China.

Luas 4 hektar, kawasan ini dulunya adalah tambang kapur yang tandus, kini berubah menjadi lokasi wisata yang estetis dan menakjubkan.

Dari rumah-rumah kayu yang dihiasi dengan sentuhan budaya Jawa dan China hingga warna merah yang mencolok menjadi ciri khas bangunan di sini, Gunung Mas 27 memikat pengunjung dengan keunikan arsitekturnya.

Baca Juga:
Wisata Alam dan Rekreasi yang Memikat, Yuk Eksplor Keindahan Alam Parang Hill dengan Udara Segar juga Menyejukkan!

Namun, yang membuat Gunung Mas 27 benar-benar istimewa adalah suasana santai dan hiburannya.

Pengunjung bisa bersantai di kolam di tengah kawasan, sambil berswafoto di bangunan berwarna merah yang mempesona.

Tulisan-tulisan lucu yang dipajang di sekitar tempat juga menambah keseruan pengalaman wisata.

Baca Juga:
Memikatnya Air Terjun Campuhan Antapan yang Terletak di Bali dengan Keindahan Alami dan Pesona yang Eksotis

Tidak hanya sebagai tempat berlibur, Gunung Mas 27 juga menjadi tempat yang menarik perhatian banyak orang karena tulisan-tulisannya yang unik, seperti "Gang Galau", "Jangan Kau Sakiti Hatiku", atau "Masuklah ke Pintu Hatiku".

Tulisan-tulisan ini menciptakan atmosfir yang lucu dan menyenangkan bagi pengunjung.

Tarif tiket yang terjangkau, berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu untuk parkir, membuat Gunung Mas 27 menjadi pilihan yang ramah di kantong bagi wisatawan.

Baca Juga:
Yuk Kunjungi Kopikalyan dengan Sentuhan Tema Modern-Vintage Cocok untuk Spot Foto Instagramable yang Menarik!

Selain itu, lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Lamongan, sekitar 20 km, membuatnya menjadi destinasi yang mudah diakses.

Dibuka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, Gunung Mas 27 menjadi lebih ramai di akhir pekan, saat wisatawan dari berbagai tempat datang untuk menikmati keindahan alam dan budaya yang ditawarkannya.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi Gunung Mas 27 dan menikmati pengalaman wisata yang unik dan berkesan di Kabupaten Lamongan. (*/CAM)

...

Artikel Terkait

wave
Pesona Musim Kemarau di Kawasan Wisata Monumen Simpang Lima Gumul dari Keindahan Bunga Tabebuya yang Mekar

Keindahan pohon Tabebuya di SLG memukau pengunjung dengan bunga berwarna-warni yang mekar di musim kemarau. Sensasi alami yang mempesona.

Melihat Keindahan Alam dengan Menjelajahi Puncak Ngalau Indah yang Memiliki Panorama Pemandangan Mempesona

Puncak Ngalau Indah menawarkan gua alam spektakuler dengan stalaktit dan stalagmit yang memukau serta pemandangan panorama kota mempesona.

Yuk Kunjungi Pemandian Tirta Husada Kalibacin: Rekreasi dan Sejarah yang Menyegarkan di Banyumas

Pemandian Tirta Husada Kalibacin di Banyumas, Jawa Timur, adalah tujuan wisata bersejarah yang menawarkan pengalaman spiritual dan rekreasi.

Yuk Mari Eksplorasi Keindahan Kampoeng Kemasan dengan Pesona Arsitekrtur Eropa dan Cina yang Memikat

Destinasi wisata kuno, Kampoeng Kemasan, menghadirkan pesona arsitektur Eropa dan Cina yang menakjubkan.

Misteri Keindahan Sungai Pute dengan Mengeksplorasi Alam Maros yang Menggoda dan Kehidupan Fauna yang Beragam

Sungai Pute adalah persembahan alam Maros, Sulawesi Selatan, memikat dengan aliran air jernih, tebing batu kars, dan kehidupan flora-fauna.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;