Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Ilustrasi skema kotor penerbitan Barcode solar petani di Parigi moutong
Ilustrasi skema kotor penerbitan Barcode solar petani di Parigi moutong Source: (Ilustrasi/gemasulawesi)
Parigi moutong, gemasulawesi – Sengkarut birokrasi di tubuh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong kian memanas.
 
Belum tuntas sorotan publik terkait dugaan pungutan liar (pungli) penyaluran Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), kini muncul aroma tak sedap baru yang melibatkan administrasi dasar hajat hidup para petani: penerbitan barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar.
 
Berdasarkan hasil investigasi dan penelusuran sejumlah media lokal di lapangan, sistem digitalisasi barcode yang semula dirancang untuk memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran kini diduga kuat bergeser fungsi menjadi ladang bisnis penghasil cuan bagi oknum pejabat di internal Dinas TPHP.
Regulasi ketat yang diterapkan disinyalir sengaja dimanfaatkan sebagai instrumen pemerasan demi mempertebal kantong pribadi.
 
Ketimpangan Nyata di Lapangan
 
Praktik culas ini mengemuka seiring terjadinya ketimpangan ekstrem dalam penerbitan barcode di kalangan Kelompok Tani (Poktan). Fakta investigatif menunjukkan adanya perlakuan yang sangat kontras:
  • Jalur Kilat Berbayar: Sejumlah Kelompok Tani yang bersedia menyetor sejumlah uang "pelicin" kepada oknum tertentu dengan sangat mudah mendapatkan barcode solar tanpa hambatan administrasi berarti.
  • Jalur Resmi yang Dipersulit: Sebaliknya, kelompok tani yang memilih taat prosedur tanpa setoran uang justru dihadapkan pada birokrasi yang berbelit-belit. Mereka dipaksa melintasi proses verifikasi yang sengaja diperlambat hingga barcode tak kunjung terbit.
Kondisi ini mencekik para petani kecil yang sangat bergantung pada kuota Solar subsidi untuk mengoperasikan traktor dan mesin pelumat padi di sawah.
Akibat sulitnya akses barcode, banyak petani terpaksa membiarkan lahan mereka mangkrak atau membeli BBM eceran non-subsidi dengan harga yang menguras modal produksi mereka.
 
Modus operandi oknum pejabat ini diduga memanfaatkan celah kewenangan Dinas TPHP dalam mengeluarkan surat rekomendasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan luas lahan petani.
 
Bantahan Dinas TPHP Parigi Moutong
 
Merespons derasnya tudingan miring tersebut, pihak Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong segera angkat bicara dan menolak keras adanya praktik lancung di lingkungan kerja mereka.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas TPHP Parigi Moutong, Supriadin, secara tegas membantah dugaan permainan maupun pungutan liar dalam proses penerbitan barcode solar subsidi untuk petani.
 
"Kami dari pihak Dinas tidak pernah melakukan itu," bantah Supriadin saat dikonfirmasi mengenai isu miring yang beredar.
 
Pihaknya mengklaim bahwa seluruh proses verifikasi dan penerbitan rekomendasi administrasi yang berjalan di Bidang Sapras telah dilakukan secara transparan serta sesuai dengan regulasi yang berlaku tanpa ada pungutan biaya apa pun.
Lemahnya Pengawasan Internal
 
Meski ada bantahan resmi, ketimpangan waktu penyelesaian berkas antarkelompok tani di lapangan tetap mempertegas bahwa reformasi birokrasi di Pemkab Parigi Moutong masih menyisakan celah kelabu.
 
Kebocoran sistem di tingkat bawah membuktikan masih lemahnya fungsi pengawasan dan evaluasi internal terhadap pemanfaatan aplikasi digital subsidi.
 
Jika celah penyalahgunaan wewenang ini tidak diinvestigasi secara mendalam, program ketahanan pangan nasional di daerah lumbung padi Sulawesi Tengah ini terancam lumpuh.
 
Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian, dituntut tetap turun tangan melakukan penyelidikan independen guna membongkar fakta objektif di balik jeritan para petani yang kesulitan mengakses hak subsidi mereka. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP

Sindir Pemda Parigi Moutong, DPRD Soroti Aksi Polisi Tambal Jalan Kota Parigi

DPRD mengkritik keras Pemkab Parigi Moutong setelah polisi turun tangan menambal jalan berlubang dan mengatasi krisis drainase puluhan tahun

Berita Terkini

wave

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.


See All
; ;