Apakah AI Menjadi Bermasalah? Pengguna Instagram Menyalahkan Bot atas Pemblokiran Massal

Platform media sosial Instagram
Platform media sosial Instagram Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Tidak diragukan lagi bahwa AI sangat efisien dibandingkan dengan manusia, dapat membuat keputusan dan memecahkan masalah dalam hitungan detik.

Namun, efisiensi itu mungkin telah mengganggu beberapa hal dalam prosesnya.

Menurut beberapa pengguna Instagram, pemblokiran massal sedang terjadi di platform tersebut, dan ada spekulasi bahwa AI mungkin berada di balik masalah ini.

Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa AI harus disalahkan atas gelombang pemblokiran massal Instagram ini, namun hal itu bisa saja terjadi.

Menurut sebuah keluhan di Reddit, “Hai semuanya, saya memposting di sini karena sejujurnya saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Akun Instagram asli saya diblokir secara tidak adil karena melanggar kebijakan konten—tetapi saya bersumpah saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Saya telah mengajukan beberapa banding, mengunggah ID saya, dan mencoba menghubungi Meta melalui semua saluran resmi, tetapi saya benar-benar diabaikan. Rasanya seperti saya berteriak ke dalam kehampaan.”

Dilansir dari Android Headlines, ada juga petisi di Change.org yang meminta agar Meta bertanggung jawab atas tindakannya.

Jadi, mengapa beberapa orang berspekulasi bahwa AI berada di balik pelarangan ini?

Sebelum penggunaan pembelajaran mesin, sebagian besar moderasi konten dilakukan oleh manusia.

Ini adalah proses yang lebih lambat, tentu saja, tetapi manusia lebih memahami konteks.

Terkadang apa yang mungkin dilihat sebagai pelanggaran kebijakan oleh mesin mungkin tidak dilihat dengan cara yang sama oleh manusia.

Selain itu, karena sebagian besar pengguna mengklaim bahwa akun dan tindakan mereka tidak melanggar kebijakan Instagram, mereka berspekulasi bahwa AI diterapkan secara bebas untuk memoderasi konten.

Bukan ide baru untuk menggunakan pembelajaran mesin atau AI untuk memoderasi konten, karena ini jauh lebih efisien.

Namun, meskipun AI sudah canggih, ia masih dapat membuat kesalahan.

Instagram bukanlah satu-satunya platform yang mencoba menggunakan AI, dan platform lain, seperti Pinterest, menghadapi keluhan serupa awal tahun ini atas pelarangan massal.

Pinterest kemudian mengakui kesalahannya, mengklaim itu adalah "kesalahan internal," dan menyatakan bahwa itu bukan karena moderasi AI.

Ini menyoroti perlunya regulasi AI. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Bose Memperkenalkan QuietComfort Ultra Earbuds 2, Earbud dengan ANC Bertenaga AI dan Peredam Bising Adaptif

Bose menghadirkan QuietComfort Ultra 2 perangkat audio nirkabel baru dengan ANC bertenaga kecerdasan buatan yang disempurnakan

Keselamatan Makin Terjamin, Wear OS Kini Hadirkan Fitur Peringatan Gempa Bumi! Begini Cara Kerjanya

Google meningkatkan fitur peringatan gempa buminya, yang hadir di jam tangan dengan Wear OS, mendeteksi gempa dengan lebih baik

Snapchat Luncurkan Langganan Lens Plus, Memberi Pengguna Akses ke Ratusan Lensa AR

Snapchat telah memperkenalkan langganan Snapchat Plus baru yang dijuluki "Lens Plus" memberi pengguna pengalaman AR

Google Memberikan Kekuatan AI Baru untuk Drive, Disebut PDF Summary Cards, Inilah Cara Kerjanya

Google menambahkan fitur yang disebut PDF Summary Cards ke Google Drive, memberi ringkana informasi yang relevan tentang file PDF

Tronsmart Luncurkan Halo 300, Speaker untuk Pesta yang Memberikan Suara 240 W dengan Daya Tahan Baterai hingga 20 Jam

Tronsmart memperkenalkan speaker baru yang disebut Halo 300, dapat memberikan suara 240 W dengan daya baterai hingga 20 jam

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;