Mahfud MD Kritik OTT KPK, Pengamat Hukum Sebut Tugas Menkopolhukam Adalah Berikan Teguran Resmi

Ket. Foto : Pengamat Hukum Nyatakan Tugas Menkopolhukam Yakni Memberikan Teguran yang Sifatnya Resmi (Foto/Instagram/@mohmahfudmd)
Ket. Foto : Pengamat Hukum Nyatakan Tugas Menkopolhukam Yakni Memberikan Teguran yang Sifatnya Resmi (Foto/Instagram/@mohmahfudmd) Source: (Foto/Instagram/@mohmahfudmd)

Nasional, gemasulawesi – Beberapa waktu yang lalu, diketahui jika Mahfud MD mengeluarkan pernyataan yang mengkritik KPK terkait OTT.

Dalam kesempatannya menghadiri dialog kebangsaan di Kuala Lumpur, Mahfud MD menyatakan jika KPK melakukan OTT tanpa bukti yang cukup.

Menanggapi hal ini, pengamat hukum dari Universitas Nasional (Unas), Dr Ismail Rumadan, mengkritik pernyataan Mahfud MD tersebut.

Baca Juga: Presiden Jokowi Duga TPPO di Balik Gelombang Pengungsi Rohingya, UNHCR Indonesia Sebut Seringkali Tidak Punya Pilihan

Dr Ismail Rumadan mengatakan jika perkataan Mahfud MD tersebut yang kini masih menjabat sebagai Menkopolhukam aktif justru melemahkan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.

Menurut Dr Ismail sebagai kapasitasnya sebagai Menkopolhukam, Mahfud MD seharusnya memberikan pernyataan yang dapat ikut mendorong upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

“Jika terdapat langkah penegak hukum yang salah atau keliru dari KPK, maka Paka Mahfud memiliki tugas untuk memberikan teguran yang sifatnya koordinasi dan juga resmi,” katanya.

Baca Juga: Ralat Kritikannya terhadap OTT KPK, Mahfud MD Sebut dalam Hal Konteks Penetapan Tersangka

Ismail menuturkan jika teguran adalah yang hal yang seharusnya dilakukan oleh Mahfud MD dan bukan membuat pernyataan yang dilakukan di depan umum seperti halnya pengamat hukum yang lain.

“Secara tidak langsung, pernyataan Mahfud MD ini sebenarnya justru mengendorkan semangat penegakan hukum di KPK,” ujarnya.

Apalagi, menurut Ismail, jika saat ini posisi KPK saat ini lemah dengan adanya UU No. 19 Tahun 2019.

Baca Juga: Indonesia Tidak Mengusir Pengungsi Rohingya, Ini Hal yang Melandasinya

Diketahui jika UU tersebut memuat tentang Perubahan Kedua atas UU No. 30 Tahun 2002.

Ismail membeberkan jika selain itu, internal KPK sekarang ini juga sedang banyak diterpa masalah hukum yang melibatkan pimpinan KPK.

“Jangan sampai akhirnya KPK nantinya malah dibubarkan karena terdapat anggapan jika mereka tidak profesional lagi dalam penegakan hukum korupsi,” tandasnya.

Baca Juga: Lakukan Perjalanan dari Bangladesh ke Indonesia, Pengungsi Rohingya Harus Bayar Biaya Maksimal Belasan Juta Rupiah

Selain pengamat hukum, kritikan terhadap Mahfud MD juga berasal dari para mantan pegawai KPK yang berada dalam IM57+ Institute.

Ketua IM57+ Institute, Mochammad Praswad Nugraha, menyampaikan jika apa yang dikatakan Mahfud MD bukan hal yang mengherankan.

Menurutnya, pernyataan dari Mahfud MD tidak jauh berbeda dengan pihak-pihak yang berinisiatif dan mendukung revisi UU KPK di tahun 2019 lalu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pemerintah Sediakan Angkutan Gratis, Menhub Himbau Masyarakat Tidak Gunakan Motor untuk Mudik Nataru Jarak Jauh

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan himbauan agar masyarakat tidak menggunakan motor untuk mudik jarak jauh Nataru.

Dilaporkan untuk Dugaan Hoaks, Butet Kartaredjasa Sebut Belum Perlu Ungkapkan Opininya

Hari ini, Butet Kartaredjasa menyampaikan jika dia belum perlu mengungkapkan opininya terkait pelaporan dirinya untuk dugaan hoaks.

Lontarkan Kritikan Terkait OTT, KPK Nilai Pernyataan Mahfud MD Tidak Tepat di Situasi Sekarang

Merespons ucapan Mahfud MD terkait OTT KPK, KPK menilainya tidak tepat untuk dikatakan di situasi sekarang.

Dukung UEA untuk Kolaborasi Bidang Pertanian, Jokowi Harapkan Dapat Ciptakan Dunia yang Lebih Sejahtera

Presiden Jokowi menyatakan jika inisiatif UEA untuk kolaborasi bidang pertanian diharapkan dapat menciptakan dunia yang lebih sejahtera.

Berita Terkini

wave

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.

Kongkalikong Tambang Ilegal? Menyoal Isu Hubungan Kekerabatan Kasat Reskrim Parigi Moutong dan Aktor PETI

Siapa Andre? Bos PETI yang disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan Kasat Reskrim Parigi Moutong Anugerah S Tarigan.

Inilah Sinopsis Film Horor Komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Melanjutkan Petualangan Mendebarkan dari Lima Sahabat

Geng Sekawan Limo kembali dalam film baru, mengisahkan petualangan mereka di Gunung Klawih yang penuh kelucuan dan ketakutan

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.


See All
; ;