Lontarkan Kritikan Terkait OTT, KPK Nilai Pernyataan Mahfud MD Tidak Tepat di Situasi Sekarang

Ket. Foto : KPK Sebut Pernyataan Mahfud MD Terkait OTT KPK Tidak Tepat Saat Situasi Sekarang (Foto/Instagram/@mohmahfudmd)
Ket. Foto : KPK Sebut Pernyataan Mahfud MD Terkait OTT KPK Tidak Tepat Saat Situasi Sekarang (Foto/Instagram/@mohmahfudmd) Source: (Foto/Instagram/@mohmahfudmd)

Nasional, gemasulawesi – Dalam keterangannya hari ini, tanggal 9 Desember 2023, Ketua sementara KPK, Nawawi Pomolango, menyatakan KPK meminta Mahfud MD untuk memberikan bukti dari perkataannya kemarin, tanggal 8 Desember 2023.

Diketahui jika Mahfud MD kemarin menyampaikan kritikan jika terkadang OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan KPK terkadang tidak mengantongi bukti yang cukup.

Ketua sementara KPK, Nawawi Pomolango, menerangkan jika akan lebih bijaksana untuk pernyataan-pernyataan seperti yang dilontarkan oleh Mahfud MD disertai dengan contoh dari kerja OTT KPK yang dianggap kurang atau tidak memiliki bukti untuk melakukannya.

Baca Juga: Dukung UEA untuk Kolaborasi Bidang Pertanian, Jokowi Harapkan Dapat Ciptakan Dunia yang Lebih Sejahtera

“Apa yang dikatakan Pak Mahfud saat situasi KPK sekarang sedang berbenah diri setelah Ketua KPK Firli Bahuri terjerat kasus korupsi ini tidak tepat,” katanya.

Menurutnya, akan lebih bijak dan arif jika terdapat upaya yang saling menguatkan dan bukan sebaliknya.

“Terlebih Pak Mahfud saat ini masih menjadi bagian dari pemerintahan sebagai Menkopolhukam,” tandasnya.

Baca Juga: Butet Kartaredjasa Dilaporkan ke Polisi, Pengamat Sebut Kebebasan Berekspresi Hak Konstitusional Warga Negara

Lebih lanjut, Nawawi menerangkan jika setiap KPK melakukan OTT, maka itu akan dilakukan dengan penuh perhitungan.

“Kami juga selalu menjadikan bukti-bukti yang kami dapatkan sebagai acuan,” ujarnya.

Nawawi Pomolango menegaskan tim KPK selalu bekerja dengan kehati-hatian dan juga penuh kecermatan.

Baca Juga: Pengungsi Rohingya Membludak, Komisi I DPR Sebut Warga Lokal Tetap Prioritas

Diketahui jika kritikan itu dilontarkan oleh Mahfud MD saat menghadiri Dialog Kebangsaan dengan Mahasiswa Indonesia se-Malaysia di Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menyampaikan jika masyarakat kerap dikaburkan dengan prestasi KPK yang dianggap selalu bagus.

“Jadi saat KPK melakukan kesalahan, maka masyarakat Indonesia akan menganggapnya benar,” terangnya.

Baca Juga: Sepakat Ide Lokalisir, Muhammadiyah Nilai Indonesia Harus Tetap Berikan Bantuan kepada Pengungsi Rohingya

Mahfud menuturkan kesalahan yang dimiliki KPK juga banyak, dan oleh karena itu, itu tidak boleh terjadi lagi.

“Salah satunya adalah saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT),” ungkapnya.

Di sisi lain, KPK juga telah resmi menahan eks Kepala Bea dan Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, karena menerima gratifikasi.

Baca Juga: Dugaan Keterlibatan Sejumlah Petinggi Parpol di Proyek Kementan, KPK Sebut Perkara SYL dengan Firli Bahuri Berbeda

KPK mengakui mereka akan menelusuri keterlibatan pihak lain, yang juga termasuk rekan kerja Eko Darmanto. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Terdapat 10, Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari Sejumlah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Hari Ini

Hari ini, tanggal 8 Desember 2023, Presiden Jokowi diketahui menerima surat kepercayaan dari 10 duta besar negara sahabat.

Masih Lakukan Kunjungan Kerja ke NTT, Presiden Jokowi Resmikan Sistem Penyediaan Air Minum Kali Dendeng di Kupang

Presiden Jokowi hari ini, tanggal 5 Desember 2023, meresmikan SPAM Kali Dendeng di Kota Kupang, Provinsi NTT.

Pentas Seni Butet Kartaredjasa Diduga Intimidasi dari Pihak Kepolisian, Amnesty Internasional Nilai Ingatkan Kembali Masa Orde Baru

Amnesty Internasional menyatakan dugaan intimidasi yang diterima oleh Butet Kartaredjasa mengingatkan kembali pada masa Orde Baru.

Dewas KPK Tidak Akan Lakukan Konfrontasi dengan SYL, Firli Bahuri Jalani Pemeriksaan Polisi Kembali Hari Ini

Firli Bahuri akan menjalani pemeriksaan oleh polisi kembali hari ini, 5 Desember 2023, dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Kunjungan Kerja di Kupang, Presiden Jokowi Berkumpul dengan Masyarakat Hingga Ikut Joget Gemu Famire

Kemarin malam, Presiden Jokowi terlihat berkumpul bersama dengan masyarakat dan ikut joget Gemu Famire di Pantai Kelapa Lima, Kupang.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;