Telah Naik 6 Kali dalam Sebulan, Harga Beras di Kebumen Dilaporkan Kini Mencapai 14000 untuk 1 Kilogram

Ket. Foto: Harga Beras di Kebumen Dikabarkan Telah Mencapai 14.000 Rupiah per Kilogram
Ket. Foto: Harga Beras di Kebumen Dikabarkan Telah Mencapai 14.000 Rupiah per Kilogram Source: (Foto/Freepik/@jcomp)

Nasional, gemasulawesi – Menurut laporan, saat ini, harga beras di Kebumen, Jawa Tengah, telah mencapai 14.000 rupiah per kilogramnya.

Selain itu, disebutkan jika hingga kini masih belum ada tanda-tanda akan ada penurunan harga beras untuk wilayah Kebumen.

Salah satu pedagang beras di Pasar Tumenggungan Kebumen, Nurifah, harga beras telah mengalami kenaikan hingga 6 kali dalam 1 bulan ini.

Baca Juga:
Warga Medan Dapat Berobat Gratis dengan KTP, Menko PMK Puji Kebijakan Bobby Nasution

Menurut Nurifah, kenaikan harga beras ini dikarenakan kurangnya pasokan dari beberapa daerah di Indonesia yang menjadi lumbung beras yang disebutkan mengalami gagal panen.

“Satu bulan terakhir ini cukup lumayan naiknya, misalnya 1 hari naik Rp 200,00 per kilogram, kemudian dalam beberapa hari akan naik kembali Rp 200,00 per kilogram dan itu terus terjadi hingga 6 kali dalam sebulan ini,” katanya.

Nurifah menerangkan jika untuk harga beras termurah di pasaran sekarang ini telah menyentuh harga Rp 14.000,00 per kilogram, sedangkan untuk beras yang memiliki kualitas sedang dijual dari harga Rp 15.000,00 hingga 16.000,00 per kilogramnya.

Baca Juga:
Diharapkan Mobilitas Aktif Dapat Berlangsung, Otorita IKN Targetkan Penggunaan Transportasi Publik Capai 80 Persen

“Untuk yang kualitas premium harganya sekitar Rp 16.500,00 hingga Rp 17.000,00 per kilogram,” jelasnya.

Nurifah juga mengungkapkan jika untuk beras yang murah adalah jenis beras dari gudang.

“Untuk yang premium ada yang berasal dari Klaten, Solo, Ngawi hingga Kediri,” terangnya.

Baca Juga:
Sebut Sebagai Alat Bantu untuk Transparansi Publik, KPU Ungkap Sirekap Saat Ini Banyak Terima Serangan Teknis

Dalam kesempatan yang sama, Nurifah mengakui jika banyak masyarakat yang komplain karena harga beras yang tinggi.

“Mereka selalu bertanya kapan harga beras akhirnya akan turun dan normal kembali,” ujarnya.

Salah satu pedagang beras lainnya di Pasar Tumenggungan Kebumen, Suroso, menyatakan hal yang sama.

Baca Juga:
Bupati Sidoarjo Telah Jalani Pemeriksaan, KPK Dalami Dugaan Dana yang Digunakan

Menurutnya, tingginya harga beras membuat banyak pembeli yang mengeluh.

“Baik masyarakat atau pedangang sama-sama mengharapkan jika akan segera ada langkah pemerintah untuk membuat harga beras turun, terutama di Kebumen,” paparnya.

Suroso menuturkan jika pasokan dari pemerintah kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:
Menang Versi Hitung Cepat, Jokowi Disebutkan Berkontribusi Besar terhadap Perolehan Suara Prabowo dan Gibran

“Jika pasokan dari pemerintah dipercepat, mungkin harga beras akan stabil dan juga menurun,” pungkasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Senilai 36 Juta Rupiah, KPU Akan Beri Santunan untuk KPPS yang Meninggal Dunia saat Jalankan Tugas di Pemilu Tahun 2024

KPU dikabarkan akan memberikan santunan untuk para petugas KPPS yang meninggal dunia di saat menjalankan tugasnya pada pemilu 2024.

Kasus Pungutan Liar, KPK Dilaporkan Tambah CCTV untuk Perkuat Pengawasan di Area Rutan

Menurut juru bicara KPK, Ali Fikri, terkait kasus pungli, KPK kini telah menambah CCTV di area rutan KPK untuk memperkuat pengawasan.

Sebut Tunjukkan Potensi Besar, Menparekraf Nyatakan Target Wisman pada Tahun 2023 Capai 11,7 Juta Orang

Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan jika target wisatawan mancanegara di tahun 2023 kemarin mencapai 11,7 juta orang.

Lolos Parlemen Berdasarkan Hitung Cepat, Plt Ketua Umum PPP Minta Jajarannya Kawal Proses Rekapitulasi Suara

Plt Ketua Umum PPP, Mardiono, meminta jajarannya untuk mengawal proses rekapitulasi perolehan suara dalam pemilu tahun 2024.

2 Titik Tanggul Sungai Wulan yang Jebol Teratasi, PJ Gubernur Jateng Sebut Banjir di Demak Mulai Surut

PJ Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyatakan jika banjir yang melanda Demak beberapa waktu terakhir kini telah mulai surut.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;