Rencana Transformasi KUA Melayani Urusan Semua Agama, Kemendagri Dilaporkan sedang Mengkaji Aspek Hukum dan Manfaatnya

Ket. Foto: Kemendagri sedang Melakukan Pengkajian terhadap Aspek Hukum dan Manfaat Terkait Rencana Transformasi KUA Melayani Urusan Semua Agama
Ket. Foto: Kemendagri sedang Melakukan Pengkajian terhadap Aspek Hukum dan Manfaat Terkait Rencana Transformasi KUA Melayani Urusan Semua Agama Source: (Foto/X/@kemendagri)

Nasional, gemasulawesi – Menurut laporan, terkait rencana transformasi KUA menjadi sentra pelayanan keagamaan untuk semua agama, Kemendagri dilaporkan sedang mengkaji aspek hukum dan manfaatnya.

Teguh Setyabudi, yang merupakan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dukcapil Kemendagri, menyebutkan jika kajian tersebut akan berpusat pada aspek praktik dan esensi yang terjadi di sejumlah negara.

Menurut Teguh Setyabudi, sekarang ini,Kemendagri akan mencermati aspek-aspek tersebut yang terjadi di berbagai negara yang berada di seluruh dunia.

Baca Juga:
Sebut Sebagai Keputusan Bersejarah untuk Indonesia, Ridwan Kamil Harap Semua Pihak Fokus Sukseskan Proyek IKN

“Kemendagri memberikan perhatian pada aspek hukum hingga asas kebermanfaatannya untuk masyarakat,” ujarnya.

Teguh mengungkapkan jika Kemendagri juga ikut mendengarkan aspirasi dari sejumlah pihak terkait rencana transformasi KUA tersebut.

Dia menyatakan Kemendagri pastinya menginginkan yang terbaik untuk masyarakat, negara dan juga bangsa.

Baca Juga:
Penjajah Israel Tembaki Warga Palestina yang Menunggu Bantuan, Indonesia Mendesak DK PBB untuk Segera Mengambil Tindakan

Namun, Teguh juga enggan untuk merinci rencana Kemenag atau Kementerian Agama dengan Kemendagri untuk melakukan koordinasi untuk melakukan penyesuaian ataupun penataan regulasi usulan KUA untuk semua agama.

Sebelumnya, diketahui jika Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan jika KUA akan bertransformasi menjadi tempat yang akan menjadi pencatatan nikah untuk semua umat beragama.

“Tidak hanya akan melayani umat Islam seperti sekarang,” katanya.

Baca Juga:
Singgung Perundungan, Presiden Jokowi Minta Pihak Sekolah Tidak Menutupi Kasus Bullying

Dalam keterangannya, Menag menerangkan jika pihaknya telah sepakat sejak awal jika KUA akan dijadikan sebagai sentral pelayanan keagamaan untuk semua agama yang ada di Indonesia.

“Dengan mengembangkan fungsi KUA sebagai tempat pencatatan pernikahan untuk semua agama di Indonesia, maka diharapkan jika data-data pernikahan dan juga perceraian di Indonesia dapat lebih terintegrasi dengan baik,” terangnya.

Diketahui jika pernyataan Menag tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Dirjen Bimbingan Masyarakat beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga:
Hadir dalam Pelantikan PB FORKI, Menkopolhukam Berterima Kasih kepada Masyarakat Karate Tanah Air yang Selalu Mendukungnya

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengharapkan jika aula di KUA juga dapat menjadi tempat ibadah sementara untuk umat non-muslim yang masih mendapatkan kesulitan untuk mendirikan rumah ibadah dikarenakan faktor ekonomi dan faktor-faktor lainnya, seperti sosial.

Yaqut menegaskan jika tugas muslim sebagai mayoritas di Indonesia adalah memberikan perlindungan untuk saudara-saudara yang minoritas. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dapat Mengakomodir Terciptanya Lingkungan yang Lebih Adil, Menkeu Beri Masukan Soal Solusi 2 Pilar Perpajakan pada Sekjen OECD

Menteri Keuangan dilaporkan memberikan masukan soal solusi 2 pilar perpajakan kepada Sekjen OECD, Mathias Cormann.

Hadapi Resesi Ekonomi Global, Pemerintah Melalui Kemenparekraf Disebutkan Miliki Cara untuk Menangkalnya

Menghadapi resesi ekonomi global, pemerintah melalui Kemenparekraf mempunyai cara untuk menangkal resesi ekonomi global.

Jumlah Penumpang Meningkat, KCIC Tambah Jadwal Operasional Kereta Cepat Whoosh Jadi 44 Perjalanan Setiap Hari pada Bulan Maret

PT KCIC dilaporkan menambah jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh menjadi 44 perjalanan per harinya pada bulan Maret 2024.

Terkait Pemerintahan Baru, Presiden Jokowi Ingatkan Harus Pertimbangkan Setiap Langkah yang Akan Diambil

Presiden Jokowi mengatakan dia mengingatkan agar pemerintahan yang baru untuk mempertimbangkan setiap langkah yang akan diambil.

Lakukan Kunker di Kalimantan Timur, Presiden Jokowi Minta yang Belum Pernah ke IKN untuk Melihat Pembangunan Istana

Presiden Jokowi meminta untuk yang belum pernah ke IKN untuk melihat secara langsung pembangunan istana di IKN.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;