Netizen Kagum, Aep Pengumpul Kardus Bisa Beli Hewan Kurban

<p>Foto: Aep, pengumpul kardus di Bekasi bisa beli hewan kurban/Motivasi Hijrah Muslim.</p>
Foto: Aep, pengumpul kardus di Bekasi bisa beli hewan kurban/Motivasi Hijrah Muslim.

Berita nasional, gemasulawesi– Netizen kagum, Aep pengumpul kardus beli hewan kurban di Bekasi, Jawa Barat, dengan menyisihkan uang Rp2 Ribu setiap harinya.

“Meski penghasilan didapat tidak menentu setiap harinya, Aep mampu membeli hewan kurban dari hasil mengumpulkan kardus,” twit @BacaSaung, Selasa 20 Juli 2021.

Pekerjaan Aep pengumpul kardus, biasanya beroperasi di wilayah Bekasi Utara.

Baca juga: Polisi Bekuk Pelaku Pencurian dan Mutilasi Sapi Delapan TKP di Parigi Moutong

Pada malam hari di saat orang terlelap, ia baru akan mulai bekerja. Lalu kardus-kardus itu ia jual kepada pengepul.

Pekerjaan ini ia lakukan dengan penuh keikhlasan meski di tengah segala kekurangannya.

Akun Twitter @Bacasaung juga membenarkan Aep pengumpul kardus di Bekasi, merupakan pemuda disabilitas dengan kekurangan tidak bisa bicara dengan jelas atau cadel.

“Saya tau banget ini anak, tidak pernah sekolah, ngomong juga gajelas cadel, Operasi kardus jam 9 malam, ketika toko pada nutup, di taman wisma asri dua, teluk Pucung, Bekasi Utara, malu gak sih baca kek gini, sehat sehat Aep, doa terbaik untukmu” tulis akun Twitter @Bacasaung.

Bukan hanya itu, Aep pengumpul kardus itu juga dikenal sebagai sosok suka menolong. Aep pun memiliki pribadi ramah dan kerap menghibur warga.

“Aep itu suka membantu Pak RW setempat, disuruh kewarung, atau ini itu, yg jelas diberdayakan,” tulis akun Twitter @Bacasaung.

Baca juga: Pemda Atur Pembagian Hewan Kurban Parigi Moutong ke Pondok Pesantren

Hasil kerja keras jualan kardus beli hewan kurban

Setelah terkumpul uang Rp2 ribu dari hasil kerja kerasnya berjualan kardus, ia berhasil membeli hewan kurban.

Pengguna Facebook bernama Hendro Pratama membagikan kisah hidup Aep pengumpul kardus dalam keterbatasan membuat warganet tersentuh. Banyak warganet merasa kagum dengan aksinya itu.

“Barusan dapet kabar bahagia Arif sehari-hari dipanggil Aep membeli hewan kurban dengan uang pecahan 2000an dari uang menjual kardus setiap hari ia geluti. Dengan segala kekurangan ia miliki, masih memiliki hati sungguh hebat. Subhanallah,” dikutip dari laman Facebook Hendro Pratama, Selasa 20 Juli 2021. (**)

Baca juga: Kementan Prediksi 10 Persen Penurunan Pemotongan Hewan Kurban

...

Artikel Terkait

wave

Puluhan Triliun Rupiah Dana Haji Pada SBSN Juli 2021

Hingga periode Juli 2021, jumlah penempatan dana haji pada SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara mencapai Rp89,92 triliun.

Kemensos Tambah Bansos Beras untuk Pekerja Informal

Kemensos tambah Bansos beras untuk target pekerja informal di kawasan Jawa-Bali terdampak PPKM darurat, berupa bantuan beras 5 kg

Anak Diminta Jadi Pengguna Internet Pintar dan Bijaksana

Anak merupakan kelompok rentan cukup banyak resiko, khususnya media sosial. Sehingga, harus pengguna internet pintar dan bijaksana.

DPR Minta Pemerintah Tunda Proyek Tidak Berkaitan Pandemi

PR menilai penanganan pandemi dan dampaknya harus menjadi prioritas utama. Pemerintah diminta menunda proyek tidak berkaitan pandemi.

Polisi Bekuk Pelaku Pemalsu Situs Bantuan Sosial

Polisi bekuk pelaku pemalsu situs bantuan sosial, seorang pria berinisial RR. Pelaku berhasil meraup untung dari iklan sampai Rp1,5 miliar.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;