Geger! Satpam di Stadion GBK Jakarta Terlibat Adu Mulut dengan Sejumlah Fotografer Olahraga hingga Nyaris Berkelahi

Sejumlah fotografer olahraga terlibat keributan dengan beberapa satpam Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Sejumlah fotografer olahraga terlibat keributan dengan beberapa satpam Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Source: Foto/Tangkap layar Instagram @dipotoin.ibor

Jakarta, gemasulawesi - Baru-baru ini, sebuah insiden panas melibatkan sejumlah fotografer dengan petugas keamanan atau satpam di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta viral di media sosial.

Video kejadian yang melibatkan petugas GBK tersebut telah beredar luas di media sosial Instagram hingga menarik perhatian banyak orang.

Awal mulanya, video tersebut diunggah oleh seorang fotografer olahraga bernama Robby Nezar Akhadi, yang menjadi saksi dan korban dalam insiden di GBK tersebut.

Dalam video yang diunggah Robby, terlihat beberapa petugas keamanan GBK memarahi Robby dan rekan-rekannya yang berada di kantin stadion dan berniat untuk memotret pelari yang sedang beraktivitas di kawasan tersebut.

Baca Juga:
Viral! Lautan Sampah di Sungai DAS Citarum Bandung Barat Jadi Sorotan, Netizen: Pernah Dibersihkan Tapi Selalu Kotor Lagi

Konflik memanas ketika salah satu petugas keamanan mendekati seorang fotografer dengan nada tinggi dan kata-kata kasar.

Robby menyebutkan bahwa salah satu petugas keamanan tiba-tiba mendekati rekannya dan melontarkan kata-kata tak pantas dan kasar.

Kata-kata ini memicu kemarahan dan ketegangan antara kedua belah pihak.

Keadaan semakin memanas ketika seorang petugas keamanan GBK menantang Robby dan rekan-rekannya untuk berkelahi.

Baca Juga:
Tanggapi Viralnya Video Bule Asal Italia yang Sebut IKN Sebagai Ibu Kota Koruptor dan Nepotisme, Polda Kaltim Turun Tangan

Situasi tersebut menarik perhatian petugas keamanan lainnya yang segera mendekati dan mencoba untuk mengetahui akar permasalahan yang terjadi.

Namun, petugas keamanan yang terlibat dalam pertengkaran tidak mengakui bahwa dirinya telah mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak sopan.

Meskipun demikian, ia tetap berbicara dengan suara keras, memperkeruh suasana yang sudah tegang.

Kejadian ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat.

Baca Juga:
Pabrik Narkoba Ekstasi yang Sudah Berjalan 6 Bulan di Medan Akhirnya Terbongkar, Begini Cara Pelaku Melancarkan Aksinya

Banyak yang menyayangkan tindakan petugas keamanan yang dianggap tidak profesional dan tidak etis.

Sejumlah komentar di media sosial menyatakan bahwa petugas keamanan seharusnya dapat menangani situasi dengan lebih tenang dan sopan, mengingat mereka bertugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan di area stadion.

“Masih bocah-bocah egonya masih tinggi tuh. Satpam merasa gimana gitu. Nanti kalau sudah lama kerja atau naik posisi pasti paham kapan harus ngeluarin power, kapan harus slow, dan kapan harus negur yang halus,” tulis akun @and***.

Di sisi lain, ada juga yang mempertanyakan tindakan para fotografer yang mungkin dianggap melanggar aturan tertentu di kawasan stadion.

Baca Juga:
Lakukan Kunjungan Kehormatan, Menlu RI dan Presiden Finlandia Membahas Pentingnya Mendorong Gencatan Senjata Segera di Jalur Gaza

Beberapa orang berpendapat bahwa para fotografer seharusnya meminta izin terlebih dahulu sebelum melakukan pemotretan di area yang mungkin memiliki aturan ketat terkait aktivitas fotografi.

“Kalau sudah ada aturan dan Anda tahu aturannya, tapi Anda tetap nakal melanggar aturan dengan kesadaran, dikatain bodoh juga nggak salah yang ngatain, mas! ATURANNYA JELAS. Iya, emang nggak enak kalau dikatain gitu, tapi lihat dulu posisi lu gimana, emang salah nggak. Kalau nggak mau dikatain, jangan jadi manusia yang melawan aturan setempat dengan sadar,” tulis akun @fer***.

Stadion Gelora Bung Karno sendiri merupakan salah satu ikon olahraga di Indonesia, sering digunakan untuk berbagai macam acara, termasuk pertandingan olahraga, konser, dan acara besar lainnya.

Dengan aktivitas yang padat, area ini tentunya memiliki aturan ketat yang harus dipatuhi oleh semua pihak, baik pengunjung maupun petugas.

Baca Juga:
Sejak Dimulainya Perang, Penjajah Israel Dilaporkan Telah Melakukan Lebih dari 3300 Pembantaian terhadap Warga Palestina di Jalur Gaza

Insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi dan sikap profesionalisme, terutama di tempat-tempat umum yang ramai seperti stadion. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Hadiri Perayaan Hari Lahir ke 78 Muslimat NU di GBK, Presiden Jokowi Disambut Menag Yaqut dan Gubernur Jatim Khofifah

Hari ini, Presiden Jokowi menghadiri perayaan Hari Lahir ke-78 Muslimat NU yang disambut langsung oleh Menag dan Gubernur Jatim.

Nyantai di Wisata Hutan Kota GBK Jakarta, Taman Hijau dengan View Langsung ke Gedung-Gedung Tinggi!

Serunya piknik dan berburu foto di wisata Hutan Kota GBK Jakarta, view gedung-gedung tinggi bikin mata jadi betah.

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa di GBK

Polisi mulai selidiki dugaan pengeroyokan mahasiswa di GBK, Jakarta Pusat. Dari laporan diketahui Zaelani korban dari tindakan Satpam.

Sakit Hati Karena Akan di PHK, Satpam di Pasuruan Bakar Pabrik dan Gudang Pusat Oleh-Oleh Tas Rajut Kaboki, Kerugian Capai Rp5 Miliar

Soehartono yang merupakan satpam ini tega membakar pabrik dan gudang pusat oleh-oleh tas rajut Kaboki di Pasuruan. Berikut kronologinya.

Aksi Heroik Satpam Stasiun Manggarai yang Sigap Selamatkan Bocah Terjatuh di Celah Peron dan Kereta Viral di Media Sosial

Aksi satpam yang selamatkan bocah terjatuh di Stasiun Manggarai ini viral, orangtua diharap lebih waspada jaga sang anak.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;