Profesor Oxford: Orang Divaksin 25 Kali Lebih Kecil Terkena Varian Delta

<p>Foto: Illustrasi covid19.</p>
Foto: Illustrasi covid19.

Gemasulawesi– Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC AS, orang telah divaksinasi kemungkinan terkena varian Delta 25 kali lebih kecil memiliki gejala parah atau meninggal. Mayoritas tertular bergejala ringan atau tidak sama sekali.

“Kami tidak memiliki apa pun yang akan menghentikan penularan itu ke orang lain,” ungkap seorang profesor infeksi pediatrik dan immunity di Universitas Oxford, Sir Andrew Pollard, di hadapan parlemen Inggris.

Tetapi semakin banyak bukti menunjukkan, dengan adanya varian Delta, orang divaksinasi dosis lengkap masih dapat menularkan virus.

Baca juga: WHO: Sembuh Virus Corona Bukan Jaminan Kebal Infeksi Kali Kedua

Data dari studi React baru dilakukan Imperial College London, menunjukkan orang divaksinasi penuh berusia 18 hingga 64 tahun memiliki risiko 49 persen lebih rendah terinfeksi, dibandingkan dengan orang tidak divaksinasi.

Temuan ini juga menunjukkan, orang divaksinasi penuh memiliki sedikit kemungkinan positif, meskipun setelah melakukan kontak dengan orang terpapar virus corona.

Contohnya, Israel karena baik dalam kekebalan komunal. Kasus positif paparan corona dilaporkan turun, setelah memvaksinasi sekitar 80 persen orang dewasa.

Hal itu mendorong beberapa orang berharap, capaian itu telah melampaui herd immunity, tetapi varian Delta sejak itu membawa lonjakan kasus lain.

Mutasi covid19 varian delta persulit herd imunity

Adanya mutasi covid19 varian Delta disebut dapat mempersulit kekebalan komunal atau Herd Immunity.

Dia mengatakan mencapai kekebalan komunal tidak mungkin terjadi sekarang, lantaran varian Delta.

“Kami tahu sangat jelas dengan virus corona varian saat ini, varian Delta, masih akan menginfeksi orang yang telah divaksinasi,” kata dia.

Terlebih ia menjelaskan tidak mungkin herd immunity akan tercapai, jika virus bermutasi dan menghasilkan varian virus corona baru. Hal itu juga disebut berpotensi lebih menular pada populasi belum divaksin.

Orang yang divaksinasi masih bisa tertular varian Delta, meskipun sebagian kasus ditemukan dengan gejala lebih ringan.

Beberapa ahli berharap herd immunity bisa tercapai seperti halnya campak yang juga sangat menular.

Banyak negara telah mencapai kekebalan komunal pada penyakit campak, dengan memvaksinasi 95 persen populasinya, seperti Amerika Serikat (AS), penularan endemik berakhir pada tahun 2000. Hasilnya jika seseorang divaksinasi campak, mereka tidak dapat menularkan virus.

Meski demikian dengan masih menyebarnya virus Corona, vaksin masih memenuhi peran utamanya yaitu melindungi dari gejala parah.

Konsep kekebalan komunal atau populasi bergantung pada seberapa besar populasi yang memperoleh kekebalan baik melalui vaksinasi atau sebelumnya sudah terinfeksi. (***)

Baca juga: Amerika Serikat Siap Hadapi Covid 19 Varian Delta

...

Artikel Terkait

wave

Pro Kontra Lomba Karya Tulis Tema Hormat Bendera Menurut Islam

Pro kontra Lomba karya tulis tema ‘hormat bendera menurut Islam’ digelar BPIP dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Aksi Sosial Kadin Bogor, Bagikan Makanan untuk Warga Isoman

Aksi sosial Kadin Bogor membeli makanan siap saji dari para para pelaku UMKM dan bagikan makanan warga menjalani Isolasi mandiri (Isoman).

Uni Emirat Arab Minta 200 Delegasi Imam Asal Indonesia

Direktur Penerangan Agama Islam mengungkapkan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Syeikh Zayed meminta 200 delegasi imam asal Indonesia.

Mundur dari Komisaris Garuda, Yenny Wahid: Efisiensi Biaya

Yenny Wahid mengumumkan mundur dari Komisaris Garuda. Ia menyebut itu dalam rangka efisiensi biaya perusahaan agar bisa terus eksis.

Presiden Berikan Bonus Atlet Berprestasi Olimpiade Tokyo 2020

Presiden secara simbolis memberikan bonus atlet berprestasi Olimpiade Tokyo 2020. juga kembali ucapkan selamat dan apresiasi para atlet.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;