138 Napi Dapat Remisi di Parigi Moutong, Satu Orang Bebas

<p>Foto: Pemberian remisi HUT RI ke 76 kepada Napi di Lapas Parigi, Parigi Moutong.</p>
Foto: Pemberian remisi HUT RI ke 76 kepada Napi di Lapas Parigi, Parigi Moutong.

Gemasulawesi- Sebanyak 138 Napi dapat remisi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 76, satu diantaranya bebas.

“Tahun 2021 dari 200 orang narapidana telah diusulkan remisi umum sejumlah 160 orang. Namun, yang memperoleh remisi hanya sebanyak 138 orang,” ungkap Kepala Lapas III Olaya Parigi Moutong, Muhammad Askari Utomo, Selasa 17 Agustus 2021.

Dia menyebutkan, selain 138 Napi dapat remisi di Parigi Moutong, satu orang langsung bebas di hari ini.

baca juga: 160 Napi di Parigi Moutong Diusulkan Dapat Remisi HUT RI

Napi itu bernama Irnandi alias Nandi terpidana kasus pencurian, dengan masa tahanan selama satu tahun.

Dia merinci, 138 Napi dapat remisi di Parigi Moutong yaitu satu bulan 41 orang, 2 bulan 31 orang, tiga bulan 40 orang, empat bulan 14 orang, lima bulan 12 orang.

Ia menjelaskan, momen HUT RI ke 76 138 Napi dapat remisi di Parigi Moutong. Sementara yang tidak menerima remisi karena status tahanan sebanyak 98 Orang. Kategori PP 99 sebanyak 36 Orang, Register F (Pelanggaran) sebanyak sembilan Orang. Sedangkan menjalani subsidair sebanyak enam Orang.

“Narapidana tidak memenuhi syarat substantif tapi rekomendasi remisi susulan tujuh orang, dan tidak memenuhi syarat substantif karena belum menjalani enam bulan masa pidana sebanyak empat orang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, warga binaan merupakan bagian dari warga negara yang tetap memiliki hak-hak mesti dipenuhi, dan salah satunya adalah pengurangan masa menjalani pidana atau remisi.

Salah satu maknanya kata dia, adalah sebagai apresiasi atas perubahan dan perbaikan tingkah lakunya dalam mengikuti program pembinaan.

Perlu diketahui kata dia, jumlah warga binaan di Lapas Parigi sebanyak 298 orang, terdiri dari tahanan sebanyak 98 orang dan narapidana 200 orang.

Dari 298 orang warga binaan itu, didominasi kasus Narkoba sebanyak 132 orang atau sekitar 44 persen dari jumlah penghuni.

Kemudian, kasus perlindungan anak 44 orang atau 15 persen dan kasus pencurian sebanyak 41 orang atau 14 persen.

Program asimilasi Lapas Parigi

Dalam masa Pandemi, pemerintah telah mengeluarkan regulasi untuk mencegah terjadinya penyebaran masif virus corona di dalam Lapas seluruh Indonesia melalui Permenkumham No. 10 Tahun 2020, mengizinkan narapidana untuk pulang lebih awal.

“Kebijakan asimilasi ini mensyaratkan narapidana melakukan isolasi mandiri di rumah sesuai protokol pencegahan covid19 dengan syarat tetap wajib lapor dibawah pengawasan Kejaksaan, Kepolisian, Balai Pemasyarakatan dan pemerintah setempat,” jelasnya.

Lapas Parigi sejak bulan Maret 2020 hingga Agustus 2021 ini telah mengasimilasikan sebanyak 227 orang, untuk membantu mengurangi kepadatan penghuni hingga 30 persen.

“Meskipun notabene masih saja terjadi over kapasitas sebesar 99%, dimana kapasitas Lapas Parigi 150 orang tetapi saat ini dihuni oleh 298 orang,” pungkasnya.  

baca juga: 19 Narapidana Bandar Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

Laporan: Novita Ramadhani

...

Artikel Terkait

wave

Program Kamis Berkah Parigi Moutong: Untuk Pemulihan Ekonomi

Pemerintah daerah mewacanakan Program Kamis Berkah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kelahiran 17 Agustus, Dapat Reward Perpanjangan SIM Polda Sulawesi Tengah

Peringati HUT RI-76, warga kelahiran 17 Agustus dapat reward perpanjangan SIM Polda Sulawesi Tengah, 10 orang warga Kota Palu mendapatnya.

ICW Nilai Jokowi Tidak Lagi Komitmen Pemberantasan Korupsi

ICW nilai Jokowi tidak lagi komitmen pemberantasan korupsi. Itu membuat masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia mengkhawatirkan.

Kemlu Siapkan Rencana Evakuasi WNI di Afghanistan

Kemlu Indonesia menyebutkan, pemerintah menyiapkan rencana evakuasi WNI di Afghanistan. Menyusul, Taliban kuasai negara itu secara kilat.

Perdagangan Anak di Indramayu Akibat Minimnya Lapangan Kerja

Bupati Indramayu mengungkapkan praktik perdagangan anak di Indramayu terjadi akibat minimnya lapangan kerja tengah di masyarakat.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;