Perihal Isu Jokowi Berpotensi Gabung ke Partainya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani Beri Tanggapan Begini

Potret Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang baru-baru ini memberikan tanggapan terkait isu Jokowi gabung Gerindra
Potret Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang baru-baru ini memberikan tanggapan terkait isu Jokowi gabung Gerindra Source: (Foto/Instagram/@ahmadmuzani2)

Nasional, gemasulawesi - Isu bergabungnya Joko Widodo (Jokowi) ke Partai Gerindra mulai mencuat setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 6 Desember 2024.

Meski kedua tokoh tersebut menegaskan bahwa pertemuan itu hanya kunjungan balasan dan berlangsung santai, spekulasi mengenai kemungkinan Jokowi bergabung ke Gerindra, partai Prabowo Subianto tetap mengemuka.

Sebelumnya, pada Rabu, 4 Desember 2024, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa Jokowi sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai tersebut.

Pernyataan ini membuka ruang spekulasi tentang langkah politik mantan Presiden ke-7 RI itu yang kini tidak terafiliasi dengan partai mana pun.

Baca Juga:
Viral Sunhaji Penjual Es Teh Meminta Presiden Prabowo Agar Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Warganet Justru Curiga

Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, memberikan tanggapannya mengenai kemungkinan Jokowi bergabung ke partainya.

Menurut Muzani, jika Jokowi memutuskan untuk bergabung, itu akan menjadi kehormatan besar bagi Gerindra.

"Jika beliau (Jokowi) mau bergabung, tentu bagi kami kehormatan yang amat besar," ujar Muzani di hadapan wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin, 9 Desember 2024.

Ia juga menegaskan bahwa Partai Gerindra secara prinsip terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

Baca Juga:
Waspada! Polisi Bongkar Modus Baru Perdagangan Orang ke China, Begini Cara Licik Pelaku yang Terlibat Mengelabui Korbannya

Namun, Muzani menyebut bahwa hingga saat ini belum ada tawaran spesifik yang disampaikan kepada Jokowi terkait kemungkinan tersebut.

Muzani juga mengulang pernyataan Prabowo Subianto bahwa pertemuan mereka di Kertanegara murni kunjungan balasan setelah sebelumnya Prabowo mengunjungi kediaman Jokowi di Solo.

Langkah politik Jokowi setelah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan memang menarik perhatian banyak pihak.

Dengan latar belakang sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia, keputusan Jokowi berikutnya dapat membawa dampak signifikan pada dinamika perpolitikan nasional.

Baca Juga:
Soroti Pertemuan Presiden Prabowo dan Jokowi di Kertanegara, Said Didu Sarankan Joko Widodo Tinggal di Istana Bogor

Pertemuannya dengan Prabowo Subianto, ditambah dengan pernyataan keterbukaan Partai Gerindra terhadapnya, semakin memanaskan spekulasi mengenai arah politik yang akan diambil Jokowi.

Apabila Jokowi benar bergabung dengan Gerindra, hal itu tidak hanya memperkuat posisi partai di panggung nasional tetapi juga memberikan dimensi baru pada strategi politik Prabowo Subianto. 

Sebaliknya, jika Jokowi memilih jalur independen atau merapat ke partai lain, ini juga akan memengaruhi konstelasi politik dan mungkin mendorong dinamika baru di kubu oposisi maupun pemerintah.

Dinamika ini menunjukkan bahwa Jokowi tetap menjadi tokoh sentral yang diperhitungkan meski telah purna tugas sebagai presiden.

Langkah-langkah politik yang diambilnya dalam waktu dekat dapat menjadi sinyal penting bagi para pemilih, elit partai, dan pengamat politik. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Viral Sunhaji Penjual Es Teh Meminta Presiden Prabowo Agar Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Warganet Justru Curiga

Viral sebuah video yang menampilkan Sunhaji, seorang penjual es teh yang meminta Presiden Prabowo menolak pengunduran diri Gus Miftah

Waspada! Polisi Bongkar Modus Baru Perdagangan Orang ke China, Begini Cara Licik Pelaku yang Terlibat Mengelabui Korbannya

Kasus perdagangan orang dengan modus pernikahan pesanan diungkap oleh polisi. 9 orang ditangkap dalam kasus ini.

Soroti Pertemuan Presiden Prabowo dan Jokowi di Kertanegara, Said Didu Sarankan Joko Widodo Tinggal di Istana Bogor

Pegiat medsos, Said Didu menanggapi momen pertemuan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subiantodi Kertanegara, begini kata Said Didu

Komentari Jokowi yang Mengunjungi Presiden Prabowo di Kertanegara, Rocky Gerung: Pasti Bukan Sekedar Makan Malam

Rocky Gerung menyebut pertemuan Prabowo dan Jokowi di Kertanegara pada Jumat 6 Desember 2024 lalu bukan sebuah makan malam biasa,

Tanggapi Pengunduran Diri Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden, Prabowo: Ini Adalah Tindakan yang Sangat Kesatria

Presiden Prabowo beri tanggapan terkait mundurnya Gus Miftah, sebut langkah tersebut menunjukkan tanggung jawab dan integritas tinggi.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;