Soroti Prabowo yang Singgung Kepala Daerah Dipilih DPRD, Denny Siregar: Jakarta Akan Dapat Sekualitas Ridwan Kamil

Potret Presiden RI, Prabowo Subianto sedang berjalan dan di sampingnya ada Wapres RI, Gibran
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto sedang berjalan dan di sampingnya ada Wapres RI, Gibran Source: (Foto/Instagram/@prabowo)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial Denny Siregar turut menyoroti wacana yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Wacana ini mencuat dalam pidato Prabowo saat menghadiri perayaan hari ulang tahun Partai Golkar pada Kamis, 12 Desember 2024.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa sistem kepala daerah dipilih DPRD dinilai lebih efisien dibandingkan dengan pemilihan langsung.

Ia berargumen bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPRD dapat mengurangi anggaran biaya Pilkada yang dinilai cukup tinggi.

Baca Juga:
Percepat Penyidikan Kasus Suap Hakim PN Surabaya Atas Vonis Bebas Ronald Tannur, Kejagung Singgung Peran Zarof Ricar Makelar Kasus

Untuk memperkuat pendapatnya, Prabowo juga membandingkan sistem ini dengan beberapa negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan India, yang menerapkan metode serupa.

Menanggapi wacana tersebut, Denny Siregar memberikan tanggapan melalui cuitannya di akun Twitter resminya pada Jumat, 13 Desember 2024.

Sembari menyertakan emoticon tertawa, Denny menyampaikan pandangannya secara satir.

Ia menyebut bahwa jika kepala daerah benar-benar dipilih oleh DPRD, maka kualitas pemimpin daerah seperti Jakarta mungkin akan seperti Ridwan Kamil.

Baca Juga:
Soal Program Makan Bergizi Gratis Rp 10.000 per Porsi, Megawati ke Prabowo: Tolong Deh, Dihitung Lagi

"Kalo Pilkada yang milih DPRD, ya Jakarta akan dapet yang sekualitas Ridwan Kamil dgn mobil curhatnya.." tulis Denny Siregar dalam cuitannya.

Komentarnya ini pun menuai berbagai respons dari warganet, baik yang setuju maupun yang tidak setuju dengan wacana tersebut.

Sebagian besar warganet menyampaikan kritik tajam terhadap ide ini. "Klo Kepala Daerah dipilih DPRD, SEMUA Kepala Daerah adalah anak buah Prabowo Jokowi," tulis akun @had***.

Ada juga yang memberikan saran agar wacana tersebut dipertimbangkan lebih matang.

Baca Juga:
Ungkit Kasus Polisi Tembak Siswa di Semarang, Umar Hasibuan Minta Prabowo Mutasi Tubuh Polri, Begini Alasannya

"Jika ini benar ada planing yg demikian, ini sangat beresiko pak @prabowo saran saya apapun yang kalian pikirkan tolong di pikir pikir lagi, dengan segala hormat mohon maaf," tulis akun @zje***.

Namun, beberapa warganet terlihat mendukung wacana ini. Mereka menilai pemilihan melalui DPRD memiliki manfaat tersendiri, seperti efisiensi anggaran dan pengawasan yang lebih maksimal.

"Saya sangat sepakat pilkada dipilih DPRD banyak manfaat bisa pengawasan DPRD terhadap kinerja kepala daerah lebih maksimal fa biaya minim bukan seperti srkarang kebablasan," tulis akun @lag***. 

Perdebatan ini menunjukkan adanya polarisasi di kalangan masyarakat terhadap sistem pemilihan kepala daerah, yang menjadi isu strategis dalam pemerintahan.

Hingga kini, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak pemerintah terkait kontroversi wacana tersebut. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Percepat Penyidikan Kasus Suap Hakim PN Surabaya Atas Vonis Bebas Ronald Tannur, Kejagung Singgung Peran Zarof Ricar Makelar Kasus

Dugaan suap hakim PN Surabaya makin terkuak, Kejagung usut tuntas Zarof Ricar dan aktor pemufakatan jahat lainnya.

Soal Program Makan Bergizi Gratis Rp 10.000 per Porsi, Megawati ke Prabowo: Tolong Deh, Dihitung Lagi

Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan kritikannya terhadap program makan siang bergizi gratis yang diinisiasikan Presiden Prabowo

Ungkit Kasus Polisi Tembak Siswa di Semarang, Umar Hasibuan Minta Prabowo Mutasi Tubuh Polri, Begini Alasannya

Sembari mencontohkan kasus polisi tembak siswa di Semarang, Umar Hasibuan meminta Presiden Prabowo lakukan mutasi di tubuh Polri

Bisa Kurangi Jumlah Orang di Penjara Secara Drastis, Menko Yusril Sebut Pengguna Narkoba Tidak Perlu Dipenjara

Menko Yusril Ihza Mahendra menyebut para pengguna narkoba seharusnya tidak dipenjara, namun direhab, hal itu bisa mengurangi beban lapas

Soal Jokowi yang Aktif Kampanyekan Beberapa Paslon di Pilkada Serentak 2024, Mahfud MD: Biarin Dong Dia Mau Berpolitik

Mahfud MD memberikan tanggapannya terkait Jokowi yang jadi sorotan saat Pilkada serentak 2024 karena men-endorse beberapa paslon

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;