KPPMI Gagalkan Pengiriman Ilegal Calon Pekerja Migran Indonesia di Tanjung Pinang, Pria Asal Banten Jadi Tersangka

Potret Menteri P2MI Abdul Kadir Karding yang baru-baru ini jelaskan pihaknya gagalkan pengiriman calon PMI ilegal di Tanjung Pinang
Potret Menteri P2MI Abdul Kadir Karding yang baru-baru ini jelaskan pihaknya gagalkan pengiriman calon PMI ilegal di Tanjung Pinang Source: (Foto/Instagram/@abdulkadirkarding)

Nasional, gemasulawesi - Percobaan pengiriman calon pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal berhasil digagalkan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI).

Penggagalan tersebut terjadi di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Kejadian ini menambah daftar panjang upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terus menjadi perhatian serius pemerintah.

Menteri KPPMI, Abdul Kadir Karding, membenarkan penggagalan upaya pengiriman ilegal ini dalam siaran pers yang disampaikan pada Minggu, 2 Februari 2025.

Baca Juga:
Bahlil Lahadalia Tanggapi Seruan Agar Pejabat Negara Pakai Transportasi Umum: Jangan Ajari Saya Naik Angkutan Umum

Menurut penjelasan Karding, kasus ini terungkap setelah petugas di pelabuhan menemukan adanya perbedaan identitas antara Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan paspor saat melakukan verifikasi dokumen. 

Temuan ini memicu kecurigaan yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim KPPMI.

Tim segera melakukan wawancara dengan korban berinisial M, seorang perempuan berusia 54 tahun asal Karawang, Jawa Barat.

Dari hasil wawancara tersebut, diketahui bahwa M rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Baca Juga:
Pengamat Soroti Anggota DPR yang Dinilai Tidak Peduli dengan Kelangkaan Elpiji 3 KG: Kaga Ada yang Teriak

Keberangkatan ini diatur oleh seorang pria berinisial AT, berusia 55 tahun, yang berasal dari Serang, Banten.

AT diketahui menggunakan jalur ilegal melalui Tanjung Pinang setelah berangkat dari Tanjung Priok, dengan segala prosedur yang telah diatur untuk menghindari pemeriksaan ketat.

Berdasarkan informasi dari korban, tim KPPMI segera berkoordinasi dengan Kapos Internasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melacak keberadaan tersangka AT.

Selanjutnya, tim KPPMI juga berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk penanganan lebih lanjut terkait kasus ini.

Baca Juga:
Tukin Dosen ASN 2020-24 Tidak Bisa Cair, Sekjen Kemendikti Saintek Sebut Kebijakan Kementerian Sebelumnya Jadi Penyebab

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan ketat di berbagai jalur keberangkatan, baik pelabuhan maupun bandara, untuk mencegah pengiriman pekerja migran secara ilegal.

Menanggapi kejadian ini, Menteri Abdul Kadir Karding kembali mengingatkan masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri untuk selalu menempuh jalur prosedural.

"Yang ingin bekerja di luar negeri untuk menempuh jalur prosedural agar terhindar dari TPPO," jelas Abdul Kadir Karding.

Kasus ini juga menjadi peringatan bahwa perdagangan orang masih menjadi ancaman nyata bagi banyak warga Indonesia yang mencari peluang kerja di luar negeri.

Baca Juga:
Umar Hasibuan Sebut Menteri Presiden Prabowo yang Menghadap Jokowi Seharusnya Dipecat: Agar Tak Ada Dua Matahari

Banyak dari mereka yang tergiur janji manis dari agen-agen ilegal tanpa memahami risiko besar yang mengintai.

Oleh karena itu, sosialisasi mengenai bahaya TPPO dan pentingnya prosedur legal harus terus digencarkan, terutama di daerah-daerah yang menjadi kantong pekerja migran. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Bahlil Lahadalia Tanggapi Seruan Agar Pejabat Negara Pakai Transportasi Umum: Jangan Ajari Saya Naik Angkutan Umum

Begini tanggapan dari Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia terkait seruan agar pejabat negara memakai transportasi umum sehari-hari

Pengamat Soroti Anggota DPR yang Dinilai Tidak Peduli dengan Kelangkaan Elpiji 3 KG: Kaga Ada yang Teriak

Pengamat politik, Adi Prayitno menyoroti para anggota DPR yang dinilainya seakan tidak menyoroti isu kelangkaan elpiji 3 kg

Tukin Dosen ASN 2020-24 Tidak Bisa Cair, Sekjen Kemendikti Saintek Sebut Kebijakan Kementerian Sebelumnya Jadi Penyebab

Begini penjelasan dari Sekjen Kemendikti Saintek terkait penyebab utama tukin dosen ASN periode 2020 hingga 2024 tidak bisa cair

Umar Hasibuan Sebut Menteri Presiden Prabowo yang Menghadap Jokowi Seharusnya Dipecat: Agar Tak Ada Dua Matahari

Pegiat media sosial, Umar Hasibuan menyoroti adanya menteri di kabinet Presiden Prabowo yang menghadap ke mantan Presiden RI, Jokowi

Denny Siregar Komentari Mantan Penyidik yang Nilai KPK di Era Presiden Prabowo Menjadi Lebih Baik: Apanya Ya?

Pegiat medsos, Denny Siregar menanggapi pernyataan dari eks penyidik KPK yang sebut KPK di era Presiden Prabowo menjadi lebih baik

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;