Pengamat Soroti Anggota DPR yang Dinilai Tidak Peduli dengan Kelangkaan Elpiji 3 KG: Kaga Ada yang Teriak

Tangkap layar video yang menampilkan pengamat politik, Adi Prayitno
Tangkap layar video yang menampilkan pengamat politik, Adi Prayitno Source: (Foto/YouTube/@Adi Prayitno Official)

Nasional, gemasulawesi - Pengamat politik Indonesia, Adi Prayitno, baru-baru ini menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai kurang peka terhadap isu kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.

Kritik ini muncul seiring kebijakan baru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengatur bahwa pembelian elpiji 3 kg harus dilakukan melalui pangkalan resmi mulai Februari 2025. 

Kebijakan ini dibuat karena harga jual elpiji di tingkat pengecer melambung jauh di atas harga yang ditetapkan pemerintah, namun malah menyebabkan kelangkaan di beberapa daerah seperti Jakarta dan Tangerang.

Menurut Adi Prayitno, DPR seharusnya menjalankan fungsi pengawasannya dengan lebih aktif, terutama dalam menanggapi kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat.

Baca Juga:
Tukin Dosen ASN 2020-24 Tidak Bisa Cair, Sekjen Kemendikti Saintek Sebut Kebijakan Kementerian Sebelumnya Jadi Penyebab

Ia menilai bahwa diamnya DPR dalam isu ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan kekuasaan yang merugikan masyarakat.

Melalui cuitannya di akun X resminya @Adiprayitno_20 pada Minggu, 2 Februari 2025, Adi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini.

"Apa isi negara ke depan usai DPR akur dengan pemerintah? Haqqul yakin tak bakal ada yg brisik di Senayan kalo ada peristiwa aneh tak pro rakyat. Tuh, tabung gas 3 kg langka kagak ada yg tereak wahai yg mulia anggota dewan," tulis Adi Prayitno dalam cuitannya.

Pernyataan ini menuai beragam reaksi dari warganet yang turut menyuarakan kekecewaan mereka terhadap para anggota DPR.

Baca Juga:
Umar Hasibuan Sebut Menteri Presiden Prabowo yang Menghadap Jokowi Seharusnya Dipecat: Agar Tak Ada Dua Matahari

Banyak yang merasa tidak lagi terwakili oleh para wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Sebagian besar warganet menilai DPR hanya berfokus pada kepentingan partai politik mereka masing-masing, bukan pada kebutuhan rakyat.

Salah satu warganet dengan akun @aya*** menulis, "Percuma milih Anggota DPR, gak merasa terwakili oleh mereka, mereka cuma mewakili kepentingan partainya."

Ungkapan ini mencerminkan rasa frustasi masyarakat terhadap DPR yang dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Baca Juga:
Denny Siregar Komentari Mantan Penyidik yang Nilai KPK di Era Presiden Prabowo Menjadi Lebih Baik: Apanya Ya?

Komentar serupa juga datang dari akun @rul*** yang menyoroti hubungan dekat antara anggota DPR dan pemerintah.

"Anggota DPR kan nurutnya sama ketua bukan sama rakyat, para ketua partainya satu circle sama pemerintahan, jadi ya apa yang diharapkan, mereka semua satu komplotan hanya bagi2 peran dan kekuasaan saja." Tulis akun tersebut.

Kritik dan respons dari masyarakat ini memperlihatkan adanya ketegangan antara harapan publik dan realitas politik di Indonesia.

Isu kelangkaan elpiji 3 kg menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan yang tidak mempertimbangkan dampaknya pada masyarakat bisa memicu ketidakpuasan yang meluas.

Baca Juga:
Soroti Relawan MBG yang Berhenti Karena Gaji Tidak Jelas, Dokter Tifa Minta Prabowo Hentikan Makan Bergizi Gratis

Masyarakat berharap DPR bisa lebih responsif dan berani mengambil sikap dalam menghadapi kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.

Di tengah situasi ini, perhatian kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh DPR. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Tukin Dosen ASN 2020-24 Tidak Bisa Cair, Sekjen Kemendikti Saintek Sebut Kebijakan Kementerian Sebelumnya Jadi Penyebab

Begini penjelasan dari Sekjen Kemendikti Saintek terkait penyebab utama tukin dosen ASN periode 2020 hingga 2024 tidak bisa cair

Umar Hasibuan Sebut Menteri Presiden Prabowo yang Menghadap Jokowi Seharusnya Dipecat: Agar Tak Ada Dua Matahari

Pegiat media sosial, Umar Hasibuan menyoroti adanya menteri di kabinet Presiden Prabowo yang menghadap ke mantan Presiden RI, Jokowi

Denny Siregar Komentari Mantan Penyidik yang Nilai KPK di Era Presiden Prabowo Menjadi Lebih Baik: Apanya Ya?

Pegiat medsos, Denny Siregar menanggapi pernyataan dari eks penyidik KPK yang sebut KPK di era Presiden Prabowo menjadi lebih baik

Soroti Relawan MBG yang Berhenti Karena Gaji Tidak Jelas, Dokter Tifa Minta Prabowo Hentikan Makan Bergizi Gratis

Dokter Tifa menyoroti adanya relawan MBG yang berhenti karena gaji tidak jelas, Dokter Tifa juga minta Presiden hentikan program MBG

Ketua MUI Cholil Nafis Beri Dukungan ke Nusron Wahid untuk Usut Pagar Laut Sidoarjo: Lanjut Sahabat, Kami Bersamamu

Ketua MUI Cholil Nafis memberikan dukungan kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang mengusut pemagaran laut di Sidoarjo Jatim

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;