Soroti Relawan MBG yang Berhenti Karena Gaji Tidak Jelas, Dokter Tifa Minta Prabowo Hentikan Makan Bergizi Gratis

Tangkap layar video yang menampilkan pegiat media social, Dokter Tifa
Tangkap layar video yang menampilkan pegiat media social, Dokter Tifa Source: (Foto/Instagram/@tifauziatyassuma)

Nasional, gemasulawesi - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan setelah pegiat media sosial, Dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc atau yang akrab disapa Dokter Tifa mengkritik keras pelaksanaannya.

Kritikan tersebut disampaikan oleh Dokter Tifa melalui cuitan di akun X resminya.

Dalam cuitan di akun X @DokterTifa pada 1 Februari 2025, ia menyoroti kabar tentang relawan MBG yang memilih mundur karena masalah gaji yang tidak jelas.

Dokter Tifa menganggap tidak menggaji relawan MBG sama saja menyiksa rakyat.

Baca Juga:
Ketua MUI Cholil Nafis Beri Dukungan ke Nusron Wahid untuk Usut Pagar Laut Sidoarjo: Lanjut Sahabat, Kami Bersamamu

"Presiden Prabowo (menandai akun X Presiden Prabowo) Mau sampai kapan menyiksa rakyat begini? Relawan masak tidak digaji." Tulis cuitan Dokter Tifa sembari megunggah ulang berita terkait adanya relawan program MBG yang mundur karena gaji tak jelas.

Cuitan tersebut mengartikan bahwa Dokter Tifa sangat menyoroti pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan adanya program MBG.

Lebih lanjut di cuitannya, Dokter Tifa mengatakan jika memang pemerintah kesulitan atau merasa tidak ada uang untuk melaksanakan program MBG, maka sebaiknya dihentikan saja.

"Sudah! STOP! HENTIKAN PROGRAM MAKAN GRATIS KALAU TIDAK PUNYA UANG." Tulis lanjutan cuitan Dokter Tifa.

Baca Juga:
Dukung Keinginan Kapolri, Susi Pudjiastuti Dorong Polri Bikin List Akun Medsos Kapolda-Kapolres Seluruh Indonesia

Baginya, program sebesar MBG seharusnya dijalankan dengan perencanaan matang, termasuk memastikan kesejahteraan para relawan.

Cuitan tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian mendukung pandangan Dokter Tifa, seperti akun @alh*** yang menulis, “Kalo belum mampu, kenapa harus malu untuk mengakui?”

Komentar tersebut mengisyaratkan kekecewaan terhadap manajemen anggaran program MBG.

Namun, ada juga yang memiliki pandangan berbeda. Akun @mus*** menanggapi dengan menjelaskan bahwa relawan memang pada umumnya tidak dibayar atau digaji.

Baca Juga:
Viral! Semua Petugas Imigrasi di Bandara Soekarno Hatta Diganti, Ada Dugaan Pemerasan WNA China, Begini Kata Menteri Imipas

“Maaf dok. Sepemahaman saya, relawan/volunteer dari dulu itu ya tidak ada gaji. Pun kalau ada, minimalnya uang transportasi, dan tidak terikat secara hukum dalam hubungan kerja.” Tulis akun @mus***.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa program MBG, meskipun bertujuan mulia, masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya.

Pemerintah diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait status relawan serta memastikan program berjalan efektif tanpa menimbulkan polemik di masyarakat.

Di sisi lain, keberlanjutan program seperti MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada transparansi pengelolaan dan komunikasi yang jelas kepada publik.

Baca Juga:
Viral! Karyawati BUMN Diduga Hina Pegawai Honorer yang Berobat Pakai BPJS, Netizen Murka dan Desak PT Timah Bertindak

Pemerintah perlu membuka dialog yang lebih luas untuk mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk relawan dan masyarakat yang terlibat langsung.

Dengan begitu, program ini bisa mencapai tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa menimbulkan kesalahpahaman atau kekecewaan di tengah masyarakat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Ketua MUI Cholil Nafis Beri Dukungan ke Nusron Wahid untuk Usut Pagar Laut Sidoarjo: Lanjut Sahabat, Kami Bersamamu

Ketua MUI Cholil Nafis memberikan dukungan kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang mengusut pemagaran laut di Sidoarjo Jatim

Dukung Keinginan Kapolri, Susi Pudjiastuti Dorong Polri Bikin List Akun Medsos Kapolda-Kapolres Seluruh Indonesia

Tanggapan dari Mantan Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti soal keinginan Kapolri agar para Kapolda-Kapolres di Indonesia punya akun medsos

Viral! Semua Petugas Imigrasi di Bandara Soekarno Hatta Diganti, Ada Dugaan Pemerasan WNA China, Begini Kata Menteri Imipas

Dugaan pemerasan WNA China, semua petugas Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta diganti dan diperiksa Kementerian Imipas.

Viral! Karyawati BUMN Diduga Hina Pegawai Honorer yang Berobat Pakai BPJS, Netizen Murka dan Desak PT Timah Bertindak

Seorang karyawati BUMN menuai kecaman setelah videonya hina pengguna BPJS viral. PT Timah belum beri tanggapan.

Terungkap Harta Kekayaan Raffi Ahmad Senilai Rp 1,03 Triliun, Ketua MUI Penasaran: Gimana Cara Mencarinya?

Ketua MUI, Cholil Nafis tampak menyuarakan rasa penasarannya terhadap laporan harta kekayaan utusan khusu Presiden, Raffi Ahmad

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;