Viral! Karyawati BUMN Diduga Hina Pegawai Honorer yang Berobat Pakai BPJS, Netizen Murka dan Desak PT Timah Bertindak

Viral aksi karyawati BUMN yang diduga hina pegawai honorer yang pakai BPJS.
Viral aksi karyawati BUMN yang diduga hina pegawai honorer yang pakai BPJS. Source: Foto/Tangkap layar Tiktok @wennymizon1

Nasional, gemasulawesi - Aksi seorang karyawati BUMN diduga menghina pegawai honorer yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan viral di media sosial. 

Perempuan yang diduga berinisial DCW alias WM ini menuai kecaman dari netizen setelah mengunggah video singkat di akun TikTok-nya @wennymizon1.

Dalam video berdurasi 24 detik, DCW tampak mengenakan seragam putih dengan logo PT Timah dan mengenakan jilbab. 

Ia memperlihatkan gestur tubuh melambai sambil menyindir pasien yang menggunakan BPJS.

Baca Juga:
Usut Insiden Kebakaran Glodok Plaza yang Tewaskan Belaskan Orang, Polres Metro Jakarta Barat Periksa 14 Saksi

"Ngantre ya dek. BPJS ya, hahahaha. Oh.. BPJS, masih honorer ya. Kebetulan saya enggak ngantre deh, pasien prioritas," ucapnya dengan nada bercanda dalam video tersebut.

Video ini langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok dan Twitter (X). 

Banyak netizen yang mengecam sikap arogan DCW, terutama karena BPJS merupakan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang seharusnya tidak dijadikan bahan ejekan.

Viralnya video tersebut memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap DCW sebagai seorang karyawati BUMN yang seharusnya lebih bijak dalam bertutur kata.

Baca Juga:
Heboh Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Korupsi dalam Kasus Pagar Laut Tangerang, Ini Langkah Tegas Bareskrim Polri

Beberapa netizen menuntut PT Timah segera mengambil tindakan tegas, karena perilaku tersebut dianggap mencoreng citra perusahaan.

Tidak hanya kecaman, beberapa warganet juga melakukan doxing atau menyebarkan identitas pribadi DCW di media sosial, termasuk alamat dan nomor kontaknya. 

Tindakan ini sebenarnya melanggar hukum dan bertentangan dengan Undang-Undang ITE serta UU Perlindungan Data Pribadi.

Akibat besarnya tekanan dari netizen, akun TikTok @wennymizon1 yang memiliki 13,8 ribu pengikut akhirnya dikunci. Namun, video tersebut terlanjur tersebar luas dan terus menjadi perbincangan panas.

Baca Juga:
Bawa Rombongan Siswa SMAN 1 Porong, Bus Brimob Kecelakaan di Exit Tol Purwodadi, Dua Tewas dan Lima Lainnya Luka-Luka

Hingga saat ini, PT Timah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Banyak pihak menunggu apakah perusahaan akan memberikan sanksi kepada DCW atau memberikan klarifikasi terkait status kepegawaian dan tindak lanjut atas perbuatannya.

Sebagai perusahaan BUMN, PT Timah diharapkan memiliki kode etik ketat terkait sikap dan perilaku karyawannya, baik di lingkungan kerja maupun di ruang publik, termasuk media sosial.

Kasus ini menyoroti stigma sosial yang masih melekat pada pengguna BPJS Kesehatan, meskipun layanan ini telah membantu jutaan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik.

Kasus karyawati BUMN yang diduga menghina pegawai honorer pengguna BPJS kembali mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial.

Baca Juga:
Viral Sindikat Pembobol ATM Asal Lampung di Probolinggo Berhasil Diringkus Polisi, Begini Tanggapan Kapolsek Paiton

Sementara itu, perdebatan tentang stigma BPJS Kesehatan terus berlanjut, dengan harapan bahwa masyarakat bisa lebih menghargai fasilitas publik yang telah membantu banyak orang. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Terungkap Harta Kekayaan Raffi Ahmad Senilai Rp 1,03 Triliun, Ketua MUI Penasaran: Gimana Cara Mencarinya?

Ketua MUI, Cholil Nafis tampak menyuarakan rasa penasarannya terhadap laporan harta kekayaan utusan khusu Presiden, Raffi Ahmad

Soroti Anggota Polda Lampung Menangkap Pelaku Curanmor, Islah Bahrawi: Masih Banyak Polisi yang Melawan Penjahat

Pegiat medsos, Islah Bahrawi menyoroti aksi dramatis anggota Polda Lampung yang berhasil mengamankan pelaku curanmor meskipun baku tembak

Said Didu Komentari Batalnya Pemindahan Para ASN ke IKN pada Bulan Januari 2025: Kebijakan Realistis

Pegiat medsos, Said Didu tampak memuji kebijakan pembatalan pemindahan para Aparatur Sipil Negara ke Ibu Kota Nusantara atau IKN

Soal Rencana Perekrutan Penyandang Disabilitas Jadi Tentara, Begini Kata Panglima TNI Agus Subiyanto

Penjelasan dari Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto mengenai rencana rekrut penyandang disabilitas menjadi anggotanya

Mengamati Geomarin III, Kapal Riset Penggali Data Geologi Laut Nusantara Milik Kementerian ESDM

Menilik Geomarin III yang merupakan kapal riset penggali data geologi laut Nusantara milik Kementerian ESDM RI.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;