Soal Rencana Perekrutan Penyandang Disabilitas Jadi Tentara, Begini Kata Panglima TNI Agus Subiyanto

Potret Panglima TNI, Agus Subiyanto yang baru-baru ini jelaskan rencana rekrut penyandang disabilitas menjadi tentara
Potret Panglima TNI, Agus Subiyanto yang baru-baru ini jelaskan rencana rekrut penyandang disabilitas menjadi tentara Source: (Foto/Instagram/@91agussubiyanto)

Nasional, gemasulawesi - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto baru-baru ini mengungkapkan bahwa TNI berencana membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung sebagai anggota.

Ini adalah langkah besar yang bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat disabilitas untuk mengabdi kepada negara melalui TNI, mirip dengan langkah yang sudah diambil oleh kepolisian. 

Menurut Agus, ide ini tercetus setelah dirinya melihat kebijakan yang sudah diterapkan oleh Polri yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk berkarier di jajaran kepolisian.

Agus menambahkan bahwa TNI berencana membentuk tim kerja (pokja) untuk mengevaluasi dan mengkaji lebih lanjut mengenai rekrutmen penyandang disabilitas.

Baca Juga:
Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Batal Dilakukan Pada 6 Februari 2025, Begini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian

Tentu saja, mereka akan menilai berbagai aspek agar kebijakan ini berjalan dengan baik.

“Kita akan adakan pokja, evaluasi, apakah perlu juga disabilitas bisa masuk ke TNI,” ujar Agus pada Jumat, 31 Januari 2025.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa setiap calon anggota TNI, termasuk penyandang disabilitas, tetap harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan, dan juga akan mempertimbangkan tugas serta posisi yang cocok bagi mereka di dalam tubuh TNI.

Tidak hanya itu, langkah ini juga menunjukkan bahwa TNI berkomitmen untuk membuka peluang bagi siapa saja, terlepas dari kondisi fisik mereka, selama memenuhi kriteria yang ada.

Baca Juga:
Soal Adanya SHM di Laut Subang, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Kami Belum Check and Recheck Sampai Sana

Pemilihan posisi dan tugas untuk penyandang disabilitas akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.

"tentunya dengan kriteria rekrutmen yang berbeda (untuk penyandang disabilitas)," kata Panglima TNI, Agus Subiyanto.

Keputusan ini sejalan dengan perkembangan positif di dunia kerja, seperti yang sudah dilakukan oleh Polri sebelumnya.

Inspektur Pengawasan Umum Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo sebelumnya juga menyatakan dukungannya terhadap anggota Polri penyandang disabilitas, memberikan mereka peluang untuk berkarier dan berkembang di institusinya.

Baca Juga:
Susi Pudjiastuti Tanggapi Prabowo yang Sebut Ciri Negara Gagal Bisa Dilihat dari Polisi dan Tentara: Betul Pak Presiden

Langkah ini membuka cakrawala baru bagi penyandang disabilitas di Indonesia, baik di TNI maupun Polri.

Diharapkan, ke depan lebih banyak lagi instansi yang mengikuti jejak ini, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi semua kalangan untuk berkontribusi kepada bangsa.

Pemerintah dan instansi terkait perlu terus mengevaluasi serta mendukung kebijakan ini agar para penyandang disabilitas dapat menunjukkan potensi terbaik mereka di berbagai bidang, termasuk di dunia militer dan kepolisian. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Mengamati Geomarin III, Kapal Riset Penggali Data Geologi Laut Nusantara Milik Kementerian ESDM

Menilik Geomarin III yang merupakan kapal riset penggali data geologi laut Nusantara milik Kementerian ESDM RI.

Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Batal Dilakukan Pada 6 Februari 2025, Begini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian

Begini penjelasan dari Mendagri RI, Tito Karnavian mengenai batalnya pelantikan kepala daerah yang awalnya dijadwalkan pada 6 Februari 2025

Soal Adanya SHM di Laut Subang, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Kami Belum Check and Recheck Sampai Sana

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid memberikan tanggapannya mengenai adanya penemuan sertifikat hak milik di area laut Subang

Susi Pudjiastuti Tanggapi Prabowo yang Sebut Ciri Negara Gagal Bisa Dilihat dari Polisi dan Tentara: Betul Pak Presiden

Susi Pudjiastuti turut memberikan komentari pernyataan Presiden Prabowo yang sebut ciri negara gagal bisa dilihat dari polisi dan tentara

Menkeu Sri Mulyani Kaget Harga Elpiji 3 Kg Rp 20 Ribu, Mardigu Wowiek: Selama ini Tinggal di Mana Bu?

Pengusaha Mardigu Wowiek baru-baru ini menyoroti Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani yang kaget dengan harga elpiji 3 kg di masyarakat

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;