Said Didu Komentari Batalnya Pemindahan Para ASN ke IKN pada Bulan Januari 2025: Kebijakan Realistis

Potret rumah tapak jabatan Menteri di Kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN
Potret rumah tapak jabatan Menteri di Kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN Source: (Foto/Instagram/@ikn_id)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial Said Didu memberikan tanggapan terkait keputusan pemerintah yang menunda pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Rencana yang awalnya dijadwalkan untuk dilakukan pada Januari 2025 ini akhirnya ditunda

Keputusan pembatalan itu tertuang dalam surat resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Surat tersebut menjelaskan bahwa penataan organisasi dan tata kerja kementerian dan lembaga (K/L) Kabinet Merah Putih masih dalam tahap konsolidasi internal, sementara gedung perkantoran dan unit hunian untuk ASN di IKN juga masih dalam proses penyesuaian.

Baca Juga:
Soal Rencana Perekrutan Penyandang Disabilitas Jadi Tentara, Begini Kata Panglima TNI Agus Subiyanto

Menanggapi hal ini, Said Didu menyatakan dukungannya terhadap keputusan tersebut.

Melalui akun X miliknya (@msaid_didu), ia menilai bahwa pembatalan pemindahan ASN ke IKN merupakan langkah yang realistis.

"Kebijakan realistis," cuitan Said Didu pada Jumat 31 Januari 2025, sembari membagikan kembali berita tentang pembatalan pemindahan ASN ke IKN.

Cuitannya ini menunjukkan bahwa ia melihat keputusan tersebut sebagai langkah yang wajar, mengingat berbagai tantangan dan hambatan yang masih perlu diselesaikan dalam proses pemindahan ibu kota yang kompleks ini.

Baca Juga:
Mengamati Geomarin III, Kapal Riset Penggali Data Geologi Laut Nusantara Milik Kementerian ESDM

Tidak hanya Said Didu, warganet juga turut merespons kabar tersebut.

Salah satunya, akun @pil*** menulis, "Akhirnya mulai sadar, bahwa proses pemindahan ibu kota itu tidak mudah dan tidak murah. Itulah kalau terlalu halu."

Cuitan tersebut mencerminkan pandangan yang mengkritik ambisi besar pemerintah untuk memindahkan ibu kota tanpa mempertimbangkan berbagai tantangan besar yang ada, baik dari segi infrastruktur, biaya, maupun kesiapan organisasi.

Bagi sebagian orang, keputusan ini menjadi bukti bahwa rencana pemindahan IKN memerlukan persiapan yang matang dan realistis.

Baca Juga:
Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Batal Dilakukan Pada 6 Februari 2025, Begini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian

Banyak yang merasa bahwa pemindahan ibu kota bukanlah sebuah langkah yang bisa dipaksakan begitu saja tanpa perencanaan yang tepat.

Ini mengingat tidak hanya fisik gedung dan infrastruktur yang harus disiapkan, tetapi juga penataan organisasi dan tata kerja pemerintah yang harus disesuaikan dengan kondisi baru.

Mungkin, ini juga saat yang tepat bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali prioritas dan strategi agar langkah besar ini tidak hanya dilihat sebagai impian semata, tetapi bisa menjadi kenyataan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soal Rencana Perekrutan Penyandang Disabilitas Jadi Tentara, Begini Kata Panglima TNI Agus Subiyanto

Penjelasan dari Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto mengenai rencana rekrut penyandang disabilitas menjadi anggotanya

Mengamati Geomarin III, Kapal Riset Penggali Data Geologi Laut Nusantara Milik Kementerian ESDM

Menilik Geomarin III yang merupakan kapal riset penggali data geologi laut Nusantara milik Kementerian ESDM RI.

Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Batal Dilakukan Pada 6 Februari 2025, Begini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian

Begini penjelasan dari Mendagri RI, Tito Karnavian mengenai batalnya pelantikan kepala daerah yang awalnya dijadwalkan pada 6 Februari 2025

Soal Adanya SHM di Laut Subang, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Kami Belum Check and Recheck Sampai Sana

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid memberikan tanggapannya mengenai adanya penemuan sertifikat hak milik di area laut Subang

Susi Pudjiastuti Tanggapi Prabowo yang Sebut Ciri Negara Gagal Bisa Dilihat dari Polisi dan Tentara: Betul Pak Presiden

Susi Pudjiastuti turut memberikan komentari pernyataan Presiden Prabowo yang sebut ciri negara gagal bisa dilihat dari polisi dan tentara

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;