Dukung Keinginan Kapolri, Susi Pudjiastuti Dorong Polri Bikin List Akun Medsos Kapolda-Kapolres Seluruh Indonesia

Potret Menteri Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang baru-baru ini ingin Kapolres-Kapolda bikin akun medsos
Potret Menteri Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang baru-baru ini ingin Kapolres-Kapolda bikin akun medsos Source: (Foto/Instagram/@listyosigitprabowo)

Nasional, gemasulawesi - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, kembali mencuri perhatian warganet dengan pendapatnya yang tegas dan lugas.

Kali ini, Susi menunjukkan dukungannya terhadap ide Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang meminta seluruh Kapolda dan Kapolres di Indonesia membuat akun media sosial resmi. 

Menurut Kapolri, pembuatan akun medsos itu bertujuan agar pengaduan masyarakat bisa direspons dengan cepat tanpa harus menunggu viral dulu.

Kapolri mengungkapkan bahwa selama ini, penanganan aduan masyarakat seringkali baru ditindaklanjuti setelah ramai di media sosial.

Baca Juga:
Viral! Semua Petugas Imigrasi di Bandara Soekarno Hatta Diganti, Ada Dugaan Pemerasan WNA China, Begini Kata Menteri Imipas

Padahal, masalah seperti ini harusnya bisa langsung diatasi oleh jajaran kepolisian di tingkat wilayah, bukan cuma mengandalkan Mabes Polri.

“Saya harapkan rekan-rekan juga membuat akun untuk melayani pengaduan,” ujar Kapolri pada 31 Januari 2025.

Susi Pudjiastuti pun setuju dengan langkah ini. Lewat akun X pribadinya @susipudjiastuti pada 2 Februari 2025, Susi nggak hanya mendukung, tapi juga kasih saran tambahan yang cukup simpel tapi efektif.

“Sebaiknya dibuat list account resmi Polda/Polres seluruh Indonesia. Nama account mudah diingat,” tulis Susi Pudjiastuti sambil mengunggah ulang berita terkait perintah Kapolri.

Baca Juga:
Viral! Karyawati BUMN Diduga Hina Pegawai Honorer yang Berobat Pakai BPJS, Netizen Murka dan Desak PT Timah Bertindak

Menurut Susi, daftar resmi akun-akun tersebut bakal memudahkan masyarakat untuk tahu mana akun yang benar-benar dikelola polisi dan mana yang palsu.

Cuitan Susi langsung ramai diserbu komentar dari warganet. Banyak yang mendukung gagasan ini karena dianggap bisa bikin polisi lebih responsif.

Salah satu komentar datang dari akun @uki*** yang menyampaikan harapan agar pengaduan di medsos bisa ditindaklanjuti kepolisian dengan baik. 

“Semoga respon di medsos ditindaklanjuti dengan baik dan benar.” Tulis akun tersebut.

Baca Juga:
Terungkap Harta Kekayaan Raffi Ahmad Senilai Rp 1,03 Triliun, Ketua MUI Penasaran: Gimana Cara Mencarinya?

Komentar ini mewakili harapan banyak orang—nggak cuma cepat bales di media sosial, tapi juga benar-benar ditindaklanjuti di lapangan.

Gagasan pembuatan akun media sosial untuk Kapolda dan Kapolres ini sepertinya jadi angin segar untuk masyarakat yang sering merasa sulit menyampaikan aduan atau malah ragu-ragu karena takut nggak didengar.

Kalau benar-benar diterapkan dengan baik, langkah ini bisa bikin kepolisian lebih dekat dengan masyarakat, transparan, dan responsif. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Viral! Semua Petugas Imigrasi di Bandara Soekarno Hatta Diganti, Ada Dugaan Pemerasan WNA China, Begini Kata Menteri Imipas

Dugaan pemerasan WNA China, semua petugas Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta diganti dan diperiksa Kementerian Imipas.

Viral! Karyawati BUMN Diduga Hina Pegawai Honorer yang Berobat Pakai BPJS, Netizen Murka dan Desak PT Timah Bertindak

Seorang karyawati BUMN menuai kecaman setelah videonya hina pengguna BPJS viral. PT Timah belum beri tanggapan.

Terungkap Harta Kekayaan Raffi Ahmad Senilai Rp 1,03 Triliun, Ketua MUI Penasaran: Gimana Cara Mencarinya?

Ketua MUI, Cholil Nafis tampak menyuarakan rasa penasarannya terhadap laporan harta kekayaan utusan khusu Presiden, Raffi Ahmad

Soroti Anggota Polda Lampung Menangkap Pelaku Curanmor, Islah Bahrawi: Masih Banyak Polisi yang Melawan Penjahat

Pegiat medsos, Islah Bahrawi menyoroti aksi dramatis anggota Polda Lampung yang berhasil mengamankan pelaku curanmor meskipun baku tembak

Said Didu Komentari Batalnya Pemindahan Para ASN ke IKN pada Bulan Januari 2025: Kebijakan Realistis

Pegiat medsos, Said Didu tampak memuji kebijakan pembatalan pemindahan para Aparatur Sipil Negara ke Ibu Kota Nusantara atau IKN

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;