Susi Pudjiastuti soal Empat Kementerian yang Berikan Izin Menambang di Raja Ampat: Kalian Semua Rusak!

Potret mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang sedang menyampaikan penjelasan
Potret mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang sedang menyampaikan penjelasan Source: (Foto/Instagram/@susipudjiastuti115)

Nasional, gemasulawesi - Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mencabut empat izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, menuai beragam respons dari berbagai pihak.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meninjau ulang aktivitas pertambangan yang berisiko merusak lingkungan, terutama di wilayah yang memiliki nilai ekologis tinggi seperti Raja Ampat.

Empat perusahaan yang izin operasionalnya dicabut adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining.

Langkah tersebut menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak segan mencabut izin yang dianggap merugikan kelestarian alam, meskipun perusahaan yang bersangkutan telah mengantongi izin resmi.

Baca Juga:
Nilai Prabowo Seakan Diam dalam Polemik 4 Pulau Aceh-Sumut, Said Didu: Karena Gubernur Sumut Menantu Jokowi?

Namun, dari pihak perusahaan, reaksi kekecewaan juga muncul. Salah satunya dari PT Kawei Sejahtera Mining yang mengaku telah beroperasi selama satu tahun dengan perizinan lengkap dari empat kementerian.

Mereka menyebut telah mendapat izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perhubungan.

Pernyataan dari PT Kawei Sejahtera Mining inilah yang memicu reaksi keras dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti.

Melalui akun X resminya @susipudjiastuti pada Minggu, 15 Juni 2025, Susi mempertanyakan tanggung jawab moral dan integritas empat kementerian yang telah memberikan izin tambang di kawasan konservasi sekelas Raja Ampat.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Umumkan Bakal Menaikkan Gaji Para Hakim hingga 280 Persen, KPK Beri Tanggapan Begini

Ia menilai pemberian izin tersebut tidak hanya keliru secara administratif, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan dalam menjaga ekosistem laut.

"Nuranimu dimana ??? 4 kementrian yg memberi ijin dimana good governancenya ??? Semua kalian rusak," tulis Susi dalam cuitannya yang mendapat banyak perhatian publik.

Pernyataan itu menggambarkan kekesalan Susi terhadap praktik perizinan yang menurutnya tidak sejalan dengan prinsip pelestarian lingkungan. Baginya, pemberian izin tambang di wilayah seperti Raja Ampat merupakan bentuk pengabaian terhadap nilai konservasi dan keberlanjutan lingkungan hidup yang seharusnya dijaga oleh negara.

Raja Ampat dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan biodiversitas laut tertinggi di dunia. Aktivitas industri di wilayah ini menjadi sorotan karena berpotensi merusak keseimbangan ekosistem yang sangat rapuh.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Tegaskan Tidak Ada Rencana Reshuffle Menteri, Kabinet Dinilai Solid dan Bekerja Baik

Dengan pencabutan IUP tersebut, pemerintah berupaya mengembalikan fungsi konservasi Raja Ampat serta menghindari kerusakan jangka panjang akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Namun, kontroversi seputar pemberian izin oleh empat kementerian tersebut menunjukkan bahwa penguatan sistem pengawasan dan transparansi dalam tata kelola perizinan masih menjadi tantangan besar. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Nilai Prabowo Seakan Diam dalam Polemik 4 Pulau Aceh-Sumut, Said Didu: Karena Gubernur Sumut Menantu Jokowi?

Said Didu menilai Presiden Prabowo seakan diam terhadap polemik terkait status kepemilikan empat pulau di antara Aceh dan Sumatera Utara

Presiden Prabowo Umumkan Bakal Menaikkan Gaji Para Hakim hingga 280 Persen, KPK Beri Tanggapan Begini

KPK memberikan respons terhadap kebijakan pemerintah mengenai kenaikan gaji bagi para hakim di Indonesia yang diumumkan Prabowo

Heboh Adanya Konten Hasil AI Terkait Kerusakan Alam di Raja Ampat, Kemkomdigi RI Beri Respons Begini

Kemkomdigi RI menanggapi maraknya konten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terkait kerusakan di Raja Ampat

Presiden Prabowo Ajak DKI Jakarta untuk Patungan Guna Mendukung Proyek Giant Sea Wall Senilai 80 Miliar Dolar

Prabowo berharap aagar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat turut serta dalam pendanaan proyek strategis nasional berupa giant sea wall

Presiden Prabowo Tegaskan Tidak Ada Rencana Reshuffle Menteri, Kabinet Dinilai Solid dan Bekerja Baik

Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk melakukan perombakan atau reshuffle menteri

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;