Respons KPK Soal Peluang Panggil Nadiem Makarim Terkait Dugaan Korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek

Ket. Foto potret Mendikbudristek Nadiem Makarim ketika dipanggil Kejaksaan Agung
Ket. Foto potret Mendikbudristek Nadiem Makarim ketika dipanggil Kejaksaan Agung Source: (Foto/HO-ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Nasional, gemasulawesi - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyebut bahwa pihaknya membuka peluang untuk memanggil mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi yang sedang berlangsung.

Fokus dari penyelidikan tersebut adalah dugaan korupsi yang berkaitan dengan layanan Google Cloud di lingkungan Kemendikbudristek. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam konferensi pers pada Senin, 21 Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menegaskan bahwa pemanggilan terhadap pihak-pihak yang relevan, termasuk mantan Menteri Nadiem Makarim, masih menunggu perkembangan dari penanganan perkara yang kini masih berada pada tahap penyelidikan.

“Kami menunggu perkembangan,” jelas jubir KPK.

Baca Juga:
Warganet Menilai Vonis Tom Lembong Berkaitan dengan Isu Politik, PN Jakarta Pusat Beri Respons Begini

Ia menjelaskan bahwa karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, maka belum banyak informasi yang dapat dibuka ke publik, termasuk potensi saksi atau tersangka yang akan dipanggil nantinya.

Langkah pengumpulan keterangan menjadi penting agar KPK bisa merumuskan langkah hukum selanjutnya dengan lebih akurat dan berdasarkan bukti yang cukup.

Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan hasil-hasil dari proses penyelidikan awal yang kini tengah berjalan.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi yang menyangkut Google Cloud ini sebelumnya telah diumumkan oleh KPK.

Baca Juga:
Prabowo Anggap Indonesia Baik-baik Saja, Denny Siregar: Wajar, Tidak Pernah Merasakan Naik Angkot Kemana-mana

Dugaan tersebut disinyalir tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan kasus pengadaan laptop Chromebook yang pernah menjadi sorotan dalam program digitalisasi pendidikan.

Program yang dimaksud mencakup periode tahun 2019 hingga 2022, saat Nadiem Makarim masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

Selain KPK, Kejaksaan Agung juga turut melakukan penyelidikan terhadap proyek digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek pada periode yang sama.

Yang jadi fokus Kejaksaan tertuju pada dugaan penyimpangan dalam pengadaan Chromebook, sebuah perangkat yang menjadi bagian penting dalam kebijakan pendidikan berbasis digital di masa tersebut.

Baca Juga:
Kemenperin dan AGC Bersinergi Perkuat Industri Nasional dan Percepat Pengurangan Emisi Karbon

Hal ini menunjukkan bahwa kasus dugaan korupsi di sektor pendidikan bukan hanya menjadi perhatian KPK, namun juga aparat penegak hukum lainnya.

Dengan masih terbatasnya informasi yang dapat dipublikasikan oleh KPK, masyarakat kini menunggu perkembangan selanjutnya. Termasuk apakah benar mantan Menteri Nadiem Makarim akan dimintai keterangan sebagai bagian dari pengusutan kasus ini. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Warganet Menilai Vonis Tom Lembong Berkaitan dengan Isu Politik, PN Jakarta Pusat Beri Respons Begini

PN Jakarta Pusat menyampaikan respons resmi terhadap sorotan publik yang ramai disuarakan melalui media sosial terkait vonis Tom Lembong

Prabowo Anggap Indonesia Baik-baik Saja, Denny Siregar: Wajar, Tidak Pernah Merasakan Naik Angkot Kemana-mana

Pegiat medsos, Denny Siregar menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait kondisi Indonesia saat ini

Tonggak Sejarah IEU-CEPA: Indonesia dan Uni Eropa Sepakati Akselerasi Penyelesaian Perundingan

Indonesia dan Uni Eropa tukar surat kesepakatan politik untuk percepat finalisasi IEU-CEPA, ditargetkan rampung tahun 2025.

Kemenperin dan AGC Bersinergi Perkuat Industri Nasional dan Percepat Pengurangan Emisi Karbon

Kemenperin dorong kolaborasi industri dan teknologi CCU untuk tingkatkan daya saing dan capai target Net Zero Emission.

Wamensos Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat di Jakarta Timur untuk Tahun Ajaran Baru

Wamensos Agus Jabo tinjau fasilitas Sekolah Rakyat Jakarta Timur, siapkan pendidikan gratis dan berasrama untuk siswa miskin.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;