Yenny Wahid: ‘Fake News’ Mengancam Pluralisme Indonesia

<p>Yenny Wahid</p>
Yenny Wahid

Nasional, gemasulawesi – Zannuba Ariffah Chafsoh akrab disapa Yenny Wahid mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan berupa fake news atau hoaks alias kabar bohong yang mengarah kepada politik identitas, primordialisme, dan berujung ancaman pluralisme di Indonesia berideologikan pancasila.

“Kita bangsa Indonesia sebenarnya sudah memiliki pelindung dari fake news, yaitu Pancasila,” katanya dalam kuliah umum di Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta bertema “Membumikan Pancasila dalam Konteks Wawasan Kebangsaan Indonesia di Tengah Dinamika Nasional dan Global” yang diselenggarakan Jumat 12 Novmber 2021, seperti disiarkan secara tertulis Universitas Pancasila seperti dikutip ANTARA, Sabtu, 13 November 2021.

Baca juga: Mundur dari Komisaris Garuda, Yenny Wahid: Efisiensi Biaya

Jadi, katanya, ibarat di masa pandemi ini, Indonesia sudah memiliki masker sebagai pelindung dari virus-virus jahat yang dapat menyerang tubuh. Itulah Pancasila.

Dengan Pancasila, katanya, keragamannya, perbedaan antara satu dengan yang lain dapat dibingkai dalam kerangka negara Indonesia.

Yenny Wahid juga menyampaikan bahwa rasa toleransi perlu dikuatkan dengan berbasis komunitas, seperti yang sedang digagas Yenny Wahid bersama dengan Wahid Institute melalui program peace village.

Baca juga: Lembaga Pendidikan Diminta Berperan Aktif Menanamkan Ideologi Pancasila

Melalui program peace village ini, katanya, toleransi dapat direalisasikan, sekaligus dengan pemberdayaan masyarakat.

Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno mengatakan, kuliah umum yang diberikan Yenny Wahid sangat relevan untuk mahasiswa-mahasiswa Universitas Pancasila yang memang harus memiliki nilai-nilai Pancasila.

Baca juga: KemenPPPA Diminta Terlibat Siapkan Bantuan Anak Korban Covid19

Rektor kembali mengenang sosok ayahanda Yenny Wahid, K.H. Abdurrahman Wahid akrab disapa Gusdur yang juga pernah mengisi Seminar Nasional tentang “Refleksi Negara Kesatuan Republik Indonesia Dalam Bingkai Pancasila”, pada tanggal 18 Juni 2005.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila (Ambs). Prof. Dr. Eddy Pratomo menekankan bahwa profil lulusan Universitas Pancasila perlu dikuatkan. Melalui fakultas hukum, penanaman nilai-nilai luhur Pancasila dilakukan termasuk untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan di era yang penuh dinamika global.

Baca Juga: Dibanding Audit LSM dan NGO Pemerintah Diminta Keluarkan Data

Kuliah umum yang disampaikan Yenny Wahid ini adalah rangkaian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM)-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Hukum sebagai upaya untuk mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi 4 yaitu Praktisi Mengajar di Kampus.

Memenangkan hibah kompetisi Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar (MBKM) membuat Universitas Pancasila melalui Fakultas Hukum Universitas Pancasila semakin memiliki kegiatan untuk mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi khususnya IKU empat yaitu Praktisi Mengajar di dalam Kampus. (*)

Baca juga: Aceh Barat Jadi Lokasi Kongres Santri Pancasila

Sumber: Antara

...

Tags

Artikel Terkait

wave

Permen PPKS Belum Pernah Dibahas di Komisi X DPR RI

Mendikbudristek Nadiem Makarim belum pernah membahas terkait Permen dikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKS bersama Komisi X.

LBP Siap Mengundurkan Diri Jika Terbukti Mengambil Untung Bisnis PCR

Luhut Binsar Pandjaitan  (LBP) siap mengundurkan diri jika terbukti menerima uang keuntungan dari bisnis tes polymerase chain reaction (PCR).

Sirkuit Mandalika Lombok Diresmikan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo meresmikan penggunaan sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 12 November 2021.

Luhut Sebut Akan Audit LSM Dan NGO di Indonesia

Dinilai sebarkan data tidak benar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan audit Seluruh LSM dan NGO di Indonesia.

KPPU Cium Ada Pemain Besar Terlibat Bisnis PCR

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencium adanya pemain besar yang terlibat dalam bisnis tes PCR. dugaan persaingan bisnis tidak sehat.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum


See All
; ;