Salah Satu Langkah Antisipasi, Kapuskes Sebut Skema Murur Membuat Jemaah Haji Mempunyai Waktu yang Panjang untuk Beristirahat

Ket. Foto: Kapuskes Menyatakan Skema Murur Membuat Jemaah Haji Memiliki Waktu yang Panjang untuk Melakukan Istirahat Source: (Foto/ANTARA/MCH 2024)

Nasional, gemasulawesi – Kepala Pusat Kesehatan Haji atau Kapuskes Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo, menyatakan skema murur membuat para jemaah haji lansia, risti atau risiko tinggi dan disabilitas mempunyai waktu yang panjang untuk beristirahat.

Menurut Liliek Marhaendro Susilo, skema murur juga sebenarnya antisipasi untuk menghindarkan jemaah haji mengalami sakit atau mungkin kelelahan, terlebih di cuaca yang seperti ini.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Kesehatan Haji juga mengatakan muruk memiliki dampak yang luar biasa.

Baca Juga:
Minta untuk Selalu Ikuti Aturan Setempat, Dubes Sebut WNI Dapat Melakukan Konsultasi dengan KBRI Jika Kurang Paham

“Dengan murut, indikator jika secara logika saja, di pos kesehatan Mina juga tidak begitu banyak yang mengalami sakit,” katanya.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pos kesehatan di jalur Jamarat yang berada di Mina, hari Selasa, tanggal 17 Juni 2024.

Diketahui jika skema murur baru pertama kali diterapkan untuk jemaah Indonesia.

Baca Juga:
Selain Membantu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kemenag Sebut Perayaan Idul Adha Memberikan Kesempatan Ekonomi untuk Peternak

Sekitar 55 ribu orang yang termasuk ke dalam kategori lansia, risti dan juga disabilitas ikut dalam skema tersebut.

“Dampaknya adalah mengurangi kepadatan di Muzdalifah,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, Liliek mengakui pergeseran dari Muzdalifah menuju ke Mina juga tidak mengalami hambatan yang tidak berarti.

Baca Juga:
Hari Raya Idul Adha, Mendes Sebut Umat Islam Diingatkan Pengorbanan Nabi Ibrahim yang Bersedia Menyembelih Putranya

Menurutnya, pada tahun lalu, pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju ke Mina tersendat dikarenakan jalur lintasan yang macet.

Dia menegaskan skema murur bagus disebabkan sekian waktu proses pemindahan jemaah dari Muzdalifah ke Mina yang pada tahun 2023 menimbulkan banyak masalah sebab adanya kemacetan itu dapat terhindarkan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyarankan para jemaah calon haji Indonesia yang telah lansia dan berisiko tinggi sebaiknya mengikuti skema murur untuk keselamatan diri.

Baca Juga:
Lengkapi Tekanan Publik, MUI Tegaskan Serangan Penjajah Israel di Jalur Gaza Harus Dihentikan Segera Secara Efektif Melalui Langkah Militer

“Pilihan mabit di Muzdalifah dengan skema murur patut dijadikan pilihan karena tujuannya adalah menjaga keselamatan diri,” ucapnya.

Dia melanjutkan dalam maqashid syariah, terdapat hifdzunnafs, pertimbangan keselamatan jemaah.

Dia mengakui sepakat dengan program murur yang disiapkan oleh pemerintah.

Baca Juga:
Tuai Kontroversi! Pernyataan Mendag Zulkifli Hasan yang Sebut Harga Ayam Potong Rp35 Ribu Terlalu Murah Viral di Media Sosial

Diketahui jika jemaah lansia, risiko tinggi dan pendampingnya akan mulai diberangkatkan dari Arafah langsung menuju ke Mina sejak pukul 19.00 malam waktu setempat. (*/Mey)

 

Bagikan: