Luar Biasa! Ini Prestasi Pep Guardiola: Tujuh Tahun Penuh Tsunami Trofi di Manchester City

<p>Ket Foto: Foto pelatih Manchester City, Pep Guardiola yang berhasil mendapatkan UCL pertamanya (Foto/Twitter/@idextratime)</p>
Ket Foto: Foto pelatih Manchester City, Pep Guardiola yang berhasil mendapatkan UCL pertamanya (Foto/Twitter/@idextratime)

Bola, Gemasulawesi – Pep Guardiola telah ciptakan gelombang kejayaan selama tujuh tahun mengabdi di Manchester City.

Dengan memenangkan sejumlah trofi bergengsi, termasuk Premier League, Carabao Cup, FA Cup, Community Shield, dan UEFA Champions League.

Pep Guardiola telah menorehkan namanya sebagai salah satu manajer terbaik dalam sejarah klub.

Baca: MOTM di Semifinal UCL: Thierry Henry Berpendapat Bahwa Seharusnya Vinicius Junior yang Mendapatkan Man Of The Match di Laga Tersebut

Kedatangan Pep Guardiola ke Manchester City pada tahun 2016 merupakan sebuah peristiwa yang membangkitkan harapan besar bagi suporter dan manajemen klub.

Pep Guardiola telah sukses meraih kesuksesan bersama Barcelona dan Bayern Munich sebelumnya, dan banyak yang penasaran apakah ia bisa mengulang prestasi tersebut di Inggris.

Dalam debutnya di Premier League, Guardiola langsung menunjukkan gaya permainan yang revolusioner.

Baca: Berikan Komentar Menjelang Laga Leg 2 Semifinal UCL Kontra Manchester City, Carlo Ancelotti: Tantangan Mendorong Kita untuk Melakukan yang Terbaik

Ia memperkenalkan filosofi sepak bola yang berfokus pada penguasaan bola, penekanan intensif, dan pergerakan cepat.

Hasilnya, Manchester City meraih gelar juara UCL pertamanya di bawah kepelatihan Pep Guardiola.

Pep Guardiola dan timnya melanjutkan dominasinya di panggung domestik dengan memenangkan gelar Premier League secara beruntun selama lima musim berturut-turut, dari musim 2017/2018 hingga 2021/2022.

Baca: Melaju ke Final UCL: Manchester City Menghancurkan Real Madrid dengan Skor 4-0 dan Siap Lawan Inter

Tidak hanya itu, mereka juga meraih Carabao Cup dalam empat musim berturut-turut, FA Cup dua kali, dan Community Shield dua kali.

Prestasi tersebut mencerminkan konsistensi dan keunggulan tim yang dibangun oleh Guardiola.

Ia berhasil membentuk skuad yang terdiri dari pemain-pemain berbakat, mengembangkan gaya permainan yang atraktif, dan melahirkan sejumlah bintang sepak bola yang terus berkembang di bawah arahannya.

Baca: Mimpikan Kembali: Newcastle United Akan Bermain di UEFA Champions League Alias UCL Musim Depan

Namun, satu trofi yang selalu menjadi target utama Guardiola adalah UEFA Champions League (UCL).

Setelah beberapa kali terhenti di babak perempat final, akhirnya pada musim 2023/2024, Guardiola berhasil membawa Manchester City meraih trofi yang paling diidam-idamkan oleh suporter klub.

Mereka tampil dominan sepanjang kompetisi dan meraih kemenangan bersejarah di final melawan lawan tangguh.

Baca: Berebut Mahkota Eropa: Manchester City vs Inter Milan dalam Pertarungan Epik di Final Liga Champions UCL Dini Hari Nanti!

Kesuksesan yang diraih oleh Guardiola di Manchester City tidak hanya berbicara tentang trofi.

Selama tujuh tahun penuh tsunami trofi, ia telah membawa klub ini ke puncak sepak bola Inggris dan Eropa.

Keahlian tak terbantahkan dan dedikasinya terhadap permainan telah membuatnya menjadi salah satu manajer terbaik di dunia. (*/Haris Wahyu Pratama)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Kabar Baru! Wasit Andrew Madley dari Premier League Ditunjuk untuk Memimpin Pertandingan Japan Soccer League

Bola, Gemasulawesi &#8211; Liga Jepang telah mengumumkan keputusan mengejutkan dengan menunjuk wasit asal Premier League, Andrew Madley, untuk memimpin beberapa pertandingan pekan ini. Hal tersebut akan menjadikannya wasit di kompetisi Meiji Yasuda J1 League. Keputusan ini menarik perhatian banyak pihak karena jarang terjadi kolaborasi semacam ini antara dua liga top dunia. Baca: Mengguncang Serie A! AC [&hellip;]

Inter Milan Ramaikan Final Liga Champions dengan Jersey Paramount: Perubahan Menarik di Panggung Besar!

Bola, Gemasulawesi &#8211; Inter Milan akan tampil dengan jersey yang berbeda dalam laga final Liga Champions dini hari nanti. Pasalnya, klub tersebut akan mengenakan jersey dengan sponsor baru mereka, Paramount+. Keputusan ini diambil setelah kontrak sponsorship sebelumnya dengan DigitalBits berakhir. Baca: Inter Milan Berhasil Singkirkan Benfica di Liga Champions, Simone Inzaghi Komentari Soal Kritikan dan Masa [&hellip;]

Mode Fokus! Pep Guardiola Memimpin Manchester City Menuju Konsentrasi Total di Stadion Olimpiade Ataturk Jelang Lawan Inter Milan

Bola, Gemasulawesi &#8211; Dalam suasana senja yang tenang, Stadion Olimpiade Ataturk di Istanbul, Turki, menjadi saksi pertemuan khusus yang diadakan oleh Pep Guardiola, manajer Manchester City. Setelah menjalani latihan intensif semalam, Pep memutuskan untuk mengumpulkan seluruh skuatnya di tempat ikonik tersebut, menciptakan momen yang penuh inspirasi dan fokus. Kehadiran Pep Guardiola di stadion membawa aura [&hellip;]

Keputusan Spektakuler: Szymon Marciniak Ditunjuk Sebagai Wasit Final Liga Champions Setelah Sukses di Piala Dunia!

Bola, Gemasulawesi &#8211; Szymon Marciniak, wasit asal Polandia yang telah memimpin sejumlah pertandingan besar di level internasional. Telah resmi ditunjuk oleh UEFA untuk menjadi pengadil dalam partai final Liga Champions yang akan berlangsung dini hari nanti. Keputusan ini menandai penghargaan tertinggi bagi Marciniak dalam kariernya sebagai wasit sepak bola. Baca: Piala FA Andy Carrol di Usir [&hellip;]

Berebut Mahkota Eropa: Manchester City vs Inter Milan dalam Pertarungan Epik di Final Liga Champions UCL Dini Hari Nanti!

Bola, Gemasulawesi &#8211; Duel final Liga Champions antara Manchester City vs Inter Milan ini tidak hanya menjadi pertarungan antara dua klub besar. Tetapi juga menjadi pertemuan antara dua filosofi sepak bola yang berbeda. Manchester City, dengan permainan yang berbasis pada serangan balik cepat dan penguasaan bola yang dominan, akan menghadapi Inter Milan yang dikenal dengan [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;