Akibat Cabuli Karyawan, Ketua Demokrat Harus Dinonaktifkan Dari Jabatannya

<p>Foto Dedik Riyawan, ketua DPC partai demokrat yang harus dinonaktifkan dari jabatannya karena menjadi tersangka kasus pencabulan (foto/Instagram/@dedikriyawan7)</p>
Foto Dedik Riyawan, ketua DPC partai demokrat yang harus dinonaktifkan dari jabatannya karena menjadi tersangka kasus pencabulan (foto/Instagram/@dedikriyawan7)

Politik, gemasulawesi – Dedik Riyawan, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Purbolinggo harus menerima nasib saat jabatannya harus dinonaktifkan.

Hal ini lantaran dirinya menjadi tersangka dalam sebuah kasus pencabulan. Dirinya tega melakukan pencabulan kepada karyawannya sendiri.

“Berdasarkan proses hukum yang saat ini masih berjalan, kami sepakat untuk menonaktifkan jabatannya,” ujar Mugianto pada 14 Februari.

Baca: KPK Tolak Cabut SK Penonaktifan 75 Pegawai, Ini Alasannya

Mugianto selaku Ketua OKK Demokrat wilayah Jawa Timur tersebut memberi keterangan bahwa Partai Demokrat merupakan partai yang menjung nilai martabat serta marwah.

Sehingga seluruh pengurus dari Partai Demokrat sendiri sudah seharusnya diisi oleh kader yang memiliki kepercayaan penuh dari masyarakat.

“Dari pihak partai sangat menjunjung martabat serta marwah. Di dalam kepengurusan ini kami harus menjamin bahwa semua terisi dengan anggota-anggota yang bermartabat serta mempunyai kepercayaan dari masyarakat,” jelasnya.

Baca: Pegawai Nonaktif KPK Beberkan Pelanggaran Kode Etik Alexander Marwata

Mugianto pun menambahkan tidak akan menolerir kader-kader bermasalah, apalagi kader yang terjerat hukum.

Sebelumnya memang Dedik Riyawan menjadi tersangka atas kasus pencabulan yang ia lakukan pada karyawannya.

Kejadian pencabulan tersebut dilakukan tersangka ketika sedang mengantar makanan katering. Ketika diperjalanan membeli pel dan sapu, tersangka melakukan pelecehan terhadap korban di mobil.

Baca: Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Manado

Korban yang masih berusia 19 tahun tersebut juga sempat memberontak ketika peristiwa pelecehan itu terjadi. Korban yang tidak terima lantas melaporkan tersangka ke kantor polisi.

Diketahui bahwa korban merupakan karyawan di salah satu outlet usaha kuliner milik tersangka.

Hingga korban pada 8 Februari datang ke SPKT Polres Purbolinggo untuk melaporkan perbuatan dari Dedik Riyawan.

Baca: Polisi Banggai Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Kini selain menjadi tersangka atas tindakan pencabulan karyawannya sendiri, Dedik harus merelakan jabatannya yakni sebagai Ketua Demokrat Kabupaten Probolinggo yang ia peroleh sejak 20 Juni tahun 2022 lalu itu. (*/Desi)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Ikut Pemeran Politik, Gerindra Menyasar Anak Muda

Politik, gemasulawesi &#8211; Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra Jawa Barat ikut berpartisipasi dalam acara lomba mixology dan juga sebagai ajang pameran politik pada jumat 3 Februari. Dalam kesempatan itu, Gerindra antusias dalam menyampaikan rangka apa yang dibawa dalam acara tersebut. “DPD Gerinda Jawa Barat sangat antusias dalam acara ini. Mall jadi salah satu tempat [&hellip;]

Lembur Tidak Dibayar di Jawa Tengah, Kementerian Ketenagakerjaan Akan Usut Sampai Usai

Politik, gemasulawesi &#8211; Seorang perempuan yang bekerja di garment, yang bertempat di Desa Harjowinangun, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah meminta haknya karena ia telah bekerja lembur. Namun, alih-alih diberi upah perempuan ini tidak mendapatkan haknya sehingga mengajukan keluhan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). “Kemnaker sangat prihatin dengan kondisi karyawan yang kerja lembur, tapi tidak mendapat upah. [&hellip;]

Usai Keluar Dari Penjara, Nikita Mirzani Bersiap Terjun ke Politik

Politik, gemasulawesi &#8211; Artis kontraversi Nikita Mirzani kembali menjadi perbincangan. Setelah beberapa waktu lalu ia sempat berurusan dengan hukum sampai masuk penjara, kini ia berniat untuk terjun ke dunia politik. Bukan tanpa alasan, Nikita Mirzani sudah mengimpikan untuk ikut ke dunia politik sejak lama. Namun masih banyak yang perlu ia pelajari. “Ya sejujurnya si gue [&hellip;]

Pemuda Ini Dipaksa Minta Maaf Usai Kritik Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun

Politik, gemasulawesi &#8211; Seorang pemuda mengaku sudah dipaksa melakukan permintaan maaf saat bertemu dengan DPD Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa (Papdesi). Sebelumnya Ia sempat viral karena membuat sebuah video konten pendek yang mengkritik tindakan unjuk rasa kepala desa yang minta perpanjangan masa jabatan. Dalam video berdurasi 1 menit tersebut pemuda ini mengatakan bahwa masa jabatan 9 [&hellip;]

Alasan Khusus Ridwan Kamil Gabung ke Partai Golkar

Politik, gemasulawesi &#8211; Ridwan Kamil mengumumkan dirinya resmi bergabung dengan Partai Golkar menjelang Pemilu di tahun 2024 mendatang. Ternyata Ridwan Kamil mempunyai alasan lain dibalik bergabungnya ia ke Partai Golkar selain politik. Ada satu alasan yang meggelitik Gubernur Jawa Barat itu sampai mau bergabung ke partai berlambang pohon beringin tersebut. Baca: Kemana Arah Dukungan Golkar [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;