Disebut Mucikari dan PSK, Dewi Persik Bakal Polisikan Pembuat Video

<p>Ket Foto: Dewi Persik (instagram/dewiperssik9)</p>
Ket Foto: Dewi Persik (instagram/dewiperssik9)

Berita Seleb, gemasulawesi – Baru-baru ini video seorang wanita yang diduga penggemar Lesti Kejora dan Rizky Billar menghina Dewi Persik dengan kata-kata tidak senonoh, yakni sebagai PSK atau mucikari. Setelah melihat dan mendengarkan video tersebut, Dewi Persik akan mengecam keras siapa pun yang menghinanya.

“Sejak Sabtu, saya resmi ditunjuk menjadi kuasa hukum Dewi Persik. Dan sedang mempelajari apa yang viral dan ramai kemarin. Senin (hari ini) kami berencana membuat laporan, tapi kami akan bicara dulu mencari celah atau elemen unsur hukumnya,” kata Sandy Arifin di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu, 30 Oktober 2022.  

Jadi, saat ini informasi yang telah diterima dari teman-teman di berbagai daerah sudah memberikan informasi tentang apa yang harus dilaporkan kepada Bu Dewi Persik tentang siapa dia.

Ia mengatakan, terkait persoalan tersebut sudah ada lebih dari 2 atau 3 akun yang sedang diselediki.

Dewi Persik berencana melaporkan akun-akun yang menghinanya apabila jalur hukum terpenuhi.

“Dan mungkin nanti akan kami laporkan kalau konstruksi hukumnya sudah terpenuhi, kami akan laporkan Senin (hari ini), kemungkinan akan kami laporkan ke Polres Jakarta Selatan”, kata Sandy Arifin. 

Baca juga: Ucapan Belasungkawa Dari Selebriti Korea Bagi Korban Tragedi Itaewon

Namun, Sandy Arifin masih menyelidiki siapa dalang di balik akun-akun yang menghina Dewi Persik. Ia masih belum berani mengatakan bahwa pengguna internet adalah penggemar Lesti dan Rizky Billar atau bukan.

“Sejauh ini saya belum berani mengatakan apakah itu dukungan artis atau siapa, pasti kita juga harus mendalami”, a- jelasnya.

“Apakah dia pendukung atau bukan, tapi saya yakin pendukung yang baik tidak bisa menyampaikan kata-kata ini untuk mencemarkan nama baik atau membuat berita yang tidak benar kepada klien kami,” pungkasnya. (*/ksd)

Editor: Muhammad Irfan Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Ucapan Belasungkawa Dari Selebriti Korea Bagi Korban Tragedi Itaewon

Pesta Halloween di Itaewon yang seharusnya dinikmati banyak orang, justru menimbulkan kecelakaan menelan korban jiwa bahkan luka-luka.

Serangan Udara Junta Militer Myanmar, Tewaskan Artis Top Kachin

Junta Militer Myanmar menjatuhkan bom lewat serangan udara dalam festival musik di Negara Bagian Kachin, Myanmar Utara. Hal tersebut

Penasaran Ingin Tahu Siapa Dito Mahendra? Dia Berhasil Jebloskan Nikita ke Tahanan

entu kalian penasaran ingin tahu siapa Dito Mahendra? Orang yang mampu membuat Nikita Mirzani masuk di sel tahanan.

Sempat Diperdebatkan, Akhirnya BTS Memutuskan Ikut Wajib Militer

Sempat diperdebatkan akhirnya BTS memutuskan untuk mengikuti wajib militer keputusan tersebut diumumkan HYBE.

Lagu Blackpink, Pink Venom Ditonton 400 Juta Kali di Youtube

BLACKPINK telah mengambil langkah maju dengan Pink Venom. Video musik untuk lagu tersebut telah ditonton 400 juta kali di YouTube.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;