Kemenkominfo Dorong Jurnalis Sulteng Edukasi Literasi Digital Masyarakat

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Festival media digital Sulawesi Tengah tahun 2022 diselenggarakan gabungan organisasi profesi jurnalis yakni IJTI, AMSI Sulteng dan PFI Palu, di Palu. (Foto/Facebook Polresta Palu Polsek PaluSelatan)

Berita , gemasulawesi – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dorong jurnalis di Provinsi , (Sulteng) mengedukasi kepada masyarakat melalui sajian berita.

Hal itu diungkapkan Rizki Ameliah, Koordinator Kemenkominfo saat membuka kegiatan 2022 secara virtual, Jumat 9 Desember 2022.

“Di era globalisasi ini, perkembangan dunia digital semakin pesat, sehingga perlu adanya pemilahan informasi, dan jurnalis berperan penting dalam literasi media kepada masyarakat,” ucap Rizki Ameliah.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk fokus pada Kemenkominfo sebagai garda terdepan percepatan transformasi digital bangsa Indonesia untuk mencapai visi dan misi tersebut, pihaknya memiliki peran sebagai regulator dan fasilitator di bidang digital Tanah Air.

Baca: IJTI, AMSI dan PFI Luncurkan Logo Semarak Media Digital 2022 di Palu

Rizki mengatakan menurut laporan yang dirilis pada Juli 2021 oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), ditemukan bahwa lebih dari 20 juta orang, atau 77% lebih dari total populasi Indonesia, adalah pengguna internet aktif.

jumlah pengguna internet yang dapat menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi jurnalis dalam menyikapi berbagai perkembangan informasi di ruang publik.

Menurutnya, jurnalis memiliki kemampuan mengolah dan memilah informasi dari berbagai sumber yang sesuai agai bisa dikonsumsi publik.

Baca: Berbagai Pelayanan Publik Bakal Ramaikan Semarak Festival Media Sulteng 2022

“Meredam informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya membutuhkan kerjasama berbagai pihak, termasuk jurnalis dan perusahaan pers,” kata Rizki.

Ia juga mengimbau para jurnalis untuk beradaptasi secara bijak dan lihai saat menggunakan Internet agar peluang digital tidak hilang namun dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan bangsa.

Rizki menyampaikan bahwa melalui gerakan nasional , Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berkreasi menghadirkan berbagai bentuk bagi masyarakat Indonesia, dan program ini secara khusus telah berhasil menghasilkan lebih dari Menjangkau jutaan jiwa di 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi di Indonesia.

Baca: Nama Panitia Festival Media 2022 Dicatut, Sharfin Ancam Polisikan

“Program dilaksanakan berkesinambungan, sejak festival media digital di Palu ini sudah menjadi bagian dari transformasi digital,” pungkas Rizki. (Ikh/Dn)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.