Foto Mantan Bupati Minahasa Selatan Jadi Korban Vandalisme

waktu baca 2 menit
Ket Foto : Foto lukisan mantan Bupati Minahasa Selatan priode 2010-2015 dan 2015-2020 (Foto/Instagram @LambeKawanua)

, gemasulawesi – Foto mantan Bupati priode 2010-2015 dan 2016-2020 Christiany Eugenia Paruntu jadi korban oleh orang tak dikenal.

Pasalnya lukisan dinding di Kantor Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa, yang menggambarkan foto mantan Bupati Christiany Eugenia Paruntu dirusak.

Baca: Infrastruktur di Likupang, Sulawesi Utara Terus Dibenahi Menuju Wisata Super Prioritas

Pengerusakan foto mantan Bupati Minahas tersebut bahkan viral di media sosial. Sampai kini belum diketahui kapan aksi ini terjadi.

“Termasuk dalam aksi serta penghinaan yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab ini harus diusut tuntas,” kata Christiany Eugenia Paruntu.

Baca: Presiden Joko Widodo Cek Kestabilan Harga Pangan di Sejumlah Pasar Sulawesi Utara

Tetty sapaan akrab Christiany Eugenia Paruntu mngatakan, biarkan masyarakat sendiri yang menilai terkait aksi . Bupati 2 priode itu berharap agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi kedepannya.

“Perlu diusut tuntas ya (perihal kejadian tersebut),” ujar Tetty, politisi perempuan dari Partai Golkar.

Baca: Bendungan Kuwil-Kawangkoan di Sulawesi Utara Diresmikan Presiden Joko Widodo

Diketahui sebelumnya beredar sebuah postingan viral di akun Instagram Lambe Kawanua perihal aksi terkait perusakan lukisan dinding milik mantan Bupati 2 periode.

Terkait hal itu, Charlie Wijaya pengiat media sosial mengecam aksi itu. Dia pun meminta Kepolisian khususnya Polres dan Polsek Tenga dapat mengusut tuntas perihal kejadian ini serta tidak boleh dibiarkan.

Baca: Presiden Joko Widodo ke Sulawesi Utara Untuk Kunjungan Kerja

“Saya tahu aksi ini dari vidio yang dikirim oleh masyarakat, Semoga polisi dapat secepatnya usut tuntas perihal kejadian ini. Yang pasti itu aksi seperti itu tak dibenarkan secara hukum,” tegas Charlie.

Aksi seperti yang viral di media sosial itu sudah menlanggar hukum.

“Iya, itu dapat kena pelanggaran hukum saya harap kedepan tidak ada lagi,” pungkasnya. (*/NRL)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.