Menakar Independensi Komisioner KPU Parigi Moutong, Tanpa CAT Seleksi PPK

<p>Enam Keunggulan Sistim CAT Infografik/gemasulawesi.com</p>
Enam Keunggulan Sistim CAT Infografik/gemasulawesi.com

Kupas Tuntas, gemasulawesi.com– Menakar independensi komisioner KPU Parigi moutong dalam seleksi PPK menjadi sorotan pada kupas tuntas minggu ini.

Berbeda dengan Bawaslu Kabupaten Parigi moutong (Parimo) yang menggelar seleksi Panwascam dengan menggunakan sistim Computer Assisted Test (CAT). KPU Parigi Moutong memilih menggunakan sistem manual dalam menyeleksi PPK yang digelar belum lama ini.

Tidak digunakannya sistim CAT pada seleksi PPK Parigi moutong bisa membuka peluang besar terjadinya manipulasi pada penilaian kelulusan peserta.

Mengingat seleksi PPK bisa menjadi gawean oknum tertentu untuk meluluskan baik orang dekat, keluarga maupun titipan dari sejumlah lembaga organisasi.

KPU Parimo dibawah kepimpinan Abd Chair sendiri bukan tanpa masalah. Pada pemilihan calon legislatif yang belum lama ini dihelat. Publik dihebohkan dengan dikeroyoknya Ketua KPU Abd Chair oleh oknum caleg yang mengaku dirugikan. Kasus itu sendiri berlanjut hingga ke ranah hukum usai ditangkapnya pelaku pemukulan.

Kali ini entah alasan apa yang didalilkan sehingga komisioner KPU Parigi moutong lebih memilih menggunakan sistim manual dibanding sistim CAT dalam pelaksanaan seleksi PPK.

Tidak digunakannya sistim CAT dalam seleksi PPK menjadikan tidak ada jaminan kualitas pada penyelenggaraan ujian.

Peserta tidak akan mengetahui saat itu juga bagaimana hasil ujian mereka, tentu persoalan tersebut membuat peserta tidak bisa mengevaluasi atau mengawal dengan baik hasil ujian.

Kondisi itu juga membuka peluang besar bagi oknum yang ingin memainkan nilai dalam hasil tes.

Penelusuran tim kupas tuntas gemasulawesi.com, dalam proses seleksi administrasi pihak KPU Parigi moutong sempat meloloskan mantan caleg lolos DCT dari salah satu partai. Beruntungnya, pihak Bawaslu menemukan kejadian tersebut sehingga pihak KPU Parigi moutong menggugurkan peserta dimaksud mengikuti tahapan selanjutnya.

Dalam hal seleksi administrasi yang lemah bisa menjadi indikator tidak seriusan KPU Parigi moutong dalam menjunjung profesionalitas menyeleksi peserta.

Sementara itu Ketua KPU Parigi Moutong, Abd Chair yang dikonfirmasi via Whatsapp menanyakan balik siapa mantan caleg yang lolos seleksi administrasi.

Sementara terkait bagaimana cara peserta mengetahui sistim penilaian ujian ketua KPU Parimo Abd Chair, mengarahkan menanyakan langsung ke KPU Propinsi.

“Tolong komiu tanyakan ke KPU Propinsi menyangkut hal ini,” singkatnya melalui pesan Whatsapp nya.

Baca juga: Sidang Hantje vs Bupati Parigi Moutong, Terungkap Nico cs Minta Dana Untuk Mahar Partai

Laporan: Tim Kupas Tuntas gemasulawesi

 

 

...

Artikel Terkait

wave

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;