Melalui Program Baktiku, Kemenkominfo Bangun 50 BTS di Parigi Moutong

waktu baca 3 menit
Hariadi, perwakilan PT. Fiberhome Technologies Indonesia Sedang Menjelaskan cara Kerja BTS. (foto/Istimewa)

Berita , gemasulawesi.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika () membangun sebanyak 50 menara Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten , Provinsi Sulawesi Tengah. Tower dibangun dalam rangka menopang pemenuhan jaringan telekomunikasi terhadap daerah-daerah bleng spot melalui .

“Ada empat tower Induk yang dibangun diantara 50 menara BTS tersebut, saat ini 37 tower berbasis 4G sudah terbangun di 19 Kecamatan, tinggal jalankan instalasi perangkat dan pointing,” jelas Hariadi, perwakilan PT. Fiberhome Technologies Indonesia, penyedia BTS 4G dan infrastruktur pendukung di Tinombo, , Selasa, 15 Maret 2022.

Baca: DPRD Minta Tindak Provider Jaringan Selular ‘Nakal’ di Parigi

Ia menjelaskan, sebagai program nasional melalui Kementerian Kominfo, maka pembangunan menara BST memiliki tujuan sehingga tidak ada kembali daerah-daerah di tanah air yang mengalami ketimpangan dan ketertinggalan akses internet, sebagai mana harapan Presiden RI Joko Widodo di th. 2024 nanti, bahwa semua area telah tersentuh jaringan internet.

Di , katanya, tidak cukup lebih delapan desa yang pada mulanya mengalami bleng spot atau tidak terkoneksi jaringan internet, kini telah sanggup terhubung jaringan telekomunikasi, dan diproyeksikan di akhir Maret 2022 perampungan pembangunan tower BST sanggup diselesaikan 100 persen.

Baca; Polres Parimo Akan Gelar Bakti Sosial Pembersihan Rumah Ibadah

Sebagaimana kesepakatan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan Kementerian Kominfo, kerja serupa ke dua belah pihak menerapkan proses pinjam pakai.

Di mana, lokasi pembangunan infrastruktur menara tower BTS berbasis 4G dan infratruktur pendukung pakai lahan atau aset pemerintah , tetapi aset tower dan perangkat tidak benar milik negara, yang mana wujud kerja serupa ini terjadi selama lima tahun.

“Sebagai penyedia, kita turut berperan jalankan pemerataan akses sarana internet sehingga tercapai maksud kesetaraan digital teknologi telekomunikasi di semua lokasi . Setelah semua rampung pemasangan perangkat, sesudah itu proses pemeliharaan peralatan akan ditangani oleh pihak tertentu yang telah ditunjuk,” papar Hariadi.

Baca: Pasca Banjir, Warga Purwosari Parigi Moutong Kerja Bakti Perbaiki Tanggul

Asisten Bidang Administrasi dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Samin Latandu mengemukakan, pemerintah setempat telah jalankan usulan kepada Kementerian Kominfo untuk pembanguan kembali infrastruktur tower BTS infrastruktur pendukung terhadap fase ke dua th. 2022.

Sebab, masih ada tidak cukup lebih 37 desa di area tersebut masih mengalami bleng spot, sehingga di upayakan kerja serupa ini masih selalu berlanjut hingga ke area terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) sehingga warga di daerah-daerah tersebut merdeka internet.

“Program ini termasuk sebagai berasal dari usaha pemerintah menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sekaligus serasi bersama dengan tidak benar satu program prioritas Pemkab yakni transformasi digitalisasi,” tutup Samin. (dn)

Baca: Kemenkominfo Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.