Mobil TNI di Makassar Jadi Sasaran Amuk Massa Demo BBM Naik

waktu baca 2 menit
Demo BBM Naik Ricuh (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Mobil TNI di Makassar, jadi sasaran amuk massa saat melakukan aksi demo tolak bahan bakar minyak (BBM) naik yang berlangsung ricuh.

Mahasiswa dan warga sekitar berkumpul untuk memblokir jalan di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jl Urip Sumohadjo pada Kamis malam 15 September 2022.

Gabungan massa demo tolak BBM Naik yang memblokir dua aliran Jalan Urip Sumohadjo, jalan raya Trans-Sulsel yang menghubungkan kota Makassar dengan wilayah Kabupaten Maros, membawa batu.

Selain itu, para pendemo juga mempersenjatai diri dengan kayu dan tameng.

Para pendemo tidak mengizinkan kendaraan lewat, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kendaraan TNI yang akan lewat diserang oleh pendemo.

Demikian pula mobil polisi lalu lintas (polantas) yang diparkir jauh untuk mengatur kendaraan agar bisa berbelok, menjadi incaran para pendemo.

Para pendemo bahkan melakukan razia polisi di sekitar lokasi demonstrasi. Wartawan TV lokal yang mengambil foto dikira intel dan dikejar oleh pengunjuk rasa.

Untungnya, wartawan berhasil melarikan diri masuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina.

Hingga pukul 21:00 WITA blokade jalan masih ada. Tidak ada petugas polisi yang terlihat di sekitar lokasi demonstrasi. Tetangga yang ingin menyeberang terpaksa mencari jalur alternatif lain.

Menjelang pukul 22.30 WITA, beberapa intel polisi berusaha mendekati demonstrasi mahasiswa dan warga.

Di sinilah polisi berhasil menangkap seorang pria yang membawa diduga tas yang berisi senjata.

Baca: Gubernur Sulawesi Selatan Ajukan RAPBD-P 2022 Rp 9,4 Triliun

Beberapa petugas polisi terkena lemparan batu dan seorang petugas bahkan kehilangan ponselnya setelah terjatuh saat berlari.

Tak lama setelah seorang pengunjuk rasa ditangkap, pemblokiran jalan akhirnya berakhir. Tetangga juga berhasil menyeberangi Jalan Trans-Sulsel, yang dipenuhi tumpukan batu dan tumpukan karung pasir.

“Para pengunjuk rasa tidak ingin benar-benar memblokir jalan-jalan. Silakan berdemonstrasi, tetapi jangan menimbulkan masalah bagi rakyat. Mereka mengatakan protes membela rakyat, tetapi sebaliknya melawan rakyat. rakyat,” kata Adhi warga Makassar yang terhadang oleh aksi mahasiswa. (*/Ikh)

Baca: ASN Sinjai Tendang Pengendara Wanita Ditetapkan Jadi Tersangka

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.