Mudik Telah Usai, Pemerintah Antisipasi Puncak Covid-19

waktu baca 3 menit

Nasional, gemasulawesi – Lebaran 1443 Hijriah 2022 telah usai, Kepala Jenderal Polisi Purn Budi Gunawan menjelaskan, Beberapa hari kedepan diperkirakan sekitar 85 juta pemudik Kembali ke kota masing-masing.

Kepala Badan Intelijen Negara, Jend Polisi Purn Budi Gunawan mengatakan setelah musim lebaran 2022 berakhir, pemerintah punya rencana besar lagi untuk mengantisipasi puncak COVID19. Beresiko bersantai di liburan dan menyadari fenomena hepatitis akut misterius pada anak-anak dan juga remaja.

“Pemerintah telah mengantipasi untuk semua skenario. Kami juga yakin sepenuhnya kalau kebijakan pelonggaran lebaran 1443 Hijriah 2022 ini pastinya sudah tepat, risikonya cukup terukur dan termitigasi dengan baik,” ujar Budi dalam keterangan, Minggu, 8 Mei 2022.

Dalam mengantisipasi peningkatan kasus penularan COVID-19, pemerintah telah menyelesaikan beberapa prosedur penanganan. Di mana telah dipersiapkan untuk perusahaan kesehatan, sumber daya manusia, obat -obatan dan peralatan, serta pendapat.Memang, berbagai indikator manajemen pandemi mendukungnya.

Baca: Bupati Sigi Arahkan OPD Sinergikan Program Penanganan Stunting Anak

“Kembali ke sekolah tahun ini benar-benar sibuk. Perkiraan Departemen Perhubungan bahwa jumlah orang yang pulang akan mencapai 85,5 juta tampaknya menjadi kenyataan. Berdasarkan data telah menunjukan arus Lebaran 1443 Hijriah 2022 telah memecahkan rekor lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Jend Polisi Purn Budi Gunawan juga, pemerintah juga telah menilai pelonggaran tahun ini setelah dua tahun pembatasan itu sudah merupakan langkah yang tepat. Dan juga berbagai indikator untuk pengelolaan pandemi telah menguntungkan.

Lebih dari sebulan lah , perbaikan status kondisi pandemi terus berlanjut dengan konsisten. Setelah mencapai puncak lonjakan gelombang ketiga pada 16 Februari 2022 (64.718 kasus per hari), kasus harian terus menurun, disertai dengan peningkatan jumlah sembuh per hari yang semakin tinggi.

Tingkat positif terus menurun dan stabil di bawah 5%, menurut standar keamanan WHO. Tingkat penyerapan tenaga kerja (BOR) rumah sakit yang di atas 60% juga turun menjadi satu digit.Lebih meyakinkan lagi, survei menunjukkan pada Maret 2022 bahwa 99,2% populasi sudah memiliki antibodi yang baik, sekitar 7.000 hingga 8.000.

“Ini menunjukkan tingkat efektifitas kombinasi vaksinasi yang dipercepat dan kontrol sosial tanpa lockdown yang di instruksikan oleh presiden telah membuakan hasil tentunya. Skenario terbaiknya hampir tidak pernah ada lagi varian baru yang ganas lebih dari Delta, kami yakin kami sedang dalam perjalanan untuk mengakhiri pandemi dan kemudian pindah ke endemic,” katanya. Selain itu, vaksinasi hingga dosis booster harus dilanjutkan dan prosedur sanitasi harus diusahakan. Karena dua hal ini akan menjadi bagian dari hidup dengan virus Corona.

Jend Polisi Purn Budi Gunawan juga menjelaskan, menghadapi pandemi selama hampir tiga tahun sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita untuk membangun kemandirian ini, bahkan mengantisipasi efek samping yang berkepanjangan seperti covid dan hepatitis akut pada anak dan remaja yang pasukan medical intelligence juga memantau perkembangannya setiap hari, baik secara global maupun secara lokal. (*)

Baca: 25 Tempat Wisata di Makassar yang Wajib Dikunjungi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.