Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19

<p>Foto: Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19</p>
Foto: Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19

Gemasulawesi– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus merampungkan data anak yatim dan piatu korban Pandemi Covid19, agar segera mendapatkan penanganan.

“Kami masih terus berupaya melakukan perampungan data-data anak ini, agar secepatnya kami laporkan ke pemerintah pusat,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kartikowati saat dihubungi, Selasa, 7 September 2021.

Dia mengakui, menjaring data anak yatim piatu korban Covid19 itu bukan hal yang mudah, sebab melibatkan sejumlah OPD terkait, untuk menghasilkan data akurat.  

Baca juga: DPR RI Setujui Usulan Anggaran Bansos, Risma Diingatkan Perbaiki Data

Pada Dinas Kesehatan setempat kata dia, pihaknya telah diberikan data. Hanya saja, data yang dimiliki adalah data kemarin. Namun, pihaknya tidak bisa mengetahui apakah pasien meninggal dunia itu, memiliki anak usia sekolah 0-18 tahun.

“Dari data itu, kami belum menemukan titik terang data anak korban Covid19, meskipun ada data kematian,” kata dia.

Sehingga, pihaknya membutuhkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk membantu memutahirkan data. Sebab, data kematian dari Dinas Kesehatan itu telah termuat Nomor Induk Kependudukan (NIK) pasien.

Dari NIK itu lanjut dia, pihaknya dapat menelusuri apakah pasien meninggal dunia akibat Covid19 ini, meninggalkan anak atau tidak.

“Jika memang ada anak yang ditinggalkan. Harus dipastikan lagi, usia berapa? Karena kami menyasar anak usia sekolah 0-18 tahun,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Disdukcapil Parigi Moutong, pemutahiran data tengah dilakukan pihaknya. Mereka berjanji, akan segera melaporkan hasil pengecekan melalui NIK pasien yang telah meninggal dunia tersebut.

“Hasil koordinasi kami dengan pihak kementerian, pendataan anak korban Covid19 ini juga dilakukan oleh Dinas Sosial dimasing-masing daerah, berkaitan dengan bantuan sosialnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial, Djakaria membenarkan bahwa sedang melakukan proses pendataan anak itu berdasarkan instruksi Kementerian Sosial.

Pihaknya pun menerima data keseluruhan data pasien Covid19 dari Dinas Kesehatan setempat, sehingga untuk memutahirkan data itu, pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi secara langsung.

Kedala dihadapi saat ini kata dia, keluarga korban Covid19 tidak mau mengakui bahwa salah satu anggotanya meninggal akibat virus itu.

Sehingga, secara otomatis anak-anak yang ditinggalkan tidak dapat diklaim sebagai korban Covid19.

“Makanya kami terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada mereka, agar lebih terbuka soal akibat kematian keluarganya. Supaya anak yang ditinggalkan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Baca juga: Kemensos Siapkan Beasiswa Pendidikan Anak Yatim Korban Covid19

Laporan: Novita Ramadhani

...

Artikel Terkait

wave

Tim Rescue Pos Sar Luwuk Lakukan Pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67

Tim rescue melakukan pencarian KM Tiga Putri 2 GT 67 rute pelabuhan Bapenu (pulau Taliabu Maluku Utara) tujuan Pelabuhan Luwuk Banggai.

TNI-Polri Gelar Vaksinasi Merdeka di Parigi Moutong

TNI-Polri menggelar Vaksinasi Merdeka di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moputong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah.

BTKLPP: Penting, Kajian Logam Berat di Lingkungan Pertambangan

BTKLPP Kelas I Makassar Kemenkes akan melakukan kajian kadar logam berat terhadap kesehatan lingkungan pertambangan di Parigi Moutong.

Satgas Dorong Puskesmas di Parigi Moutong Optimalisasi Tracing Covid19

Satgas nilai tracing Covid19 Puskesmas di Parigi Moutong belum optimal, pihaknya dorong pengiriman sampel sehari harus melebih 100 sampel.

DPRD Parigi Moutong Ingatkan Dinkes Prioritaskan Vaksinasi Tenaga Guru

DPRD Parigi Moutong, mengingatkan Dinas Kesehatan segera memprioritaskan pelaksanaan vaksinasi tenaga guru diseluruh satuan pendidikan.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;