Peduli Korban Banjir Torue, PGRI Salurkan Bantuan Rp 66 Juta

waktu baca 2 menit
Foto/Istimewa

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Peduli Korban Banjir Torue, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyalurkan bantuan kemanusiaan kurang lebih Rp 66 juta bagi guru dan murid yang terdampak banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Hal itu diungkapkan Koordinator PGRI Kecamatan Torue I Dewa Putu Suka di Torue, Rabu 31 Agustus 2022.

“Total bantuan kemanusiaan untuk korban banjir sebesar Rp 66 juta namun dalam bentuk paket antara lain seragam sekolah, sembako siswa dan guru termasuk kebutuhan pendidikan,” ucap I Dewa Putu Suka.

Dia menjelaskan, dari total bantuan Rp 66 juta, Rp 41 juta berasal dari PGRI Kabupaten Poso, Rp 11 juta dari PGRI di Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong dan lainnya sumbangan Rp 14 juta dari donasi yang diberikan oleh anggota lain, baik melalui organisasi maupun perorangan.

Tujuan bantuan kemanusiaan diberikan kepada siswa dan guru di tiga sekolah desa, yaitu PAUD, SD dan SMP, sebagai bentuk peduli dan meringankan beban sesama yang terdampak banjir bandang.

“Selain biaya untuk kebutuhan pendidikan, 23 guru yang terkena dampak menerima uang tunai Rp 500.000 per orang, tentu sesama rekan harus saling membantu,” kata Dewa.

Ia mengatakan, bantuan peduli korban banjir bandang di Desa Torue berupa barang yang sampai di posko PGRI jika dikonversikan ke dalam rupiah sudah mencapai 500 juta rupiah sejak beberapa hari pasca banjir hingga sekarang.

Pihaknya selaku penanggung jawab penyaluran bantuan khusus PGRI, beberapa waktu lalu melaporkan kepada pengurus PGRI tingkat kabupaten pada saat konferensi Kerja PGRI Parigi Moutong.

Baca: 500 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Kabupaten Banggai

“Satu-satunya sumber daya yang ditebar di posko kami adalah air mineral. Semua paket sembako dan logistik lainnya telah didistribusikan kepada para korban banjir. Kami juga diwajibkan untuk melaporkan semua perbekalan bantuan yang masuk ke pengurus tingkat kabupatensebab kami membawa nanma organisasi nama organisasi, dan kewajiba terebut telah kami tunaikan,” kata Dewa.

Menurut PGRI, jumlah siswa yang menjadi korban banjir Torue sekitar 750 orang, guru 58 orang dan 23 orang terkena dampak serius berupa rumah yang rusak parah atau hanyut tersapu oleh banjir.

Dewa mengatakan, data ini merupakan hasil pemutakhiran dan koordinasi dengan seluruh satuan pendidikan kota. (*/Ikh)

Baca: Bawaslu Sebut 75 Persen Kades Parigi Moutong Bergabung Parpol

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.