Pengerjaan Reklamasi di Manado Terhambat Sebab Ditolak Sejumlah Warga

<p>Ket Foto : Kawasan Pantai Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Foto/Facebook Timotius Ranidjaja)</p>
Ket Foto : Kawasan Pantai Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Foto/Facebook Timotius Ranidjaja)

Sulawesi Utara, gemasulawesi – Rencananya Pemerintah Sulawesi Utara bakal melakukan reklamasi di pesisir Pantai Malalayang, Manado. Namun pengerjaan proyek reklamasi di Manado itu mendapat penolakan dari sejumlah warga.

Buntut dari penolakan itu pengerjaan reklamasi di Manado itu menjadi terhambat dan dihentikan sementara waktu pengerjaannya.

Rencananya atas kawasan reklamasi itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara nantinya akan membangun kawasan pariwisata. Seperti mall, hotel, apartement, tempat entairtainment, dan tempat olahraga air.

Baca: Pedestrian Bergaya Eropa di Kota Manado Disenangi Warga

Setidaknya nilai invetasi untuk proyek reklamasi itu sebesar Rp 2 triliun. Menurut Asisten Administrasi Umum Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil mengatakan, sebenarnya pihaknya telah memfasilitasi serta mensosialisasikan rencana pembangunan ini terhadap masyarakat, dan dampak yang dapat dirasakan.

“Dengan adanya pembangunan itu terbukanya lapangan pekerjaan serta lapangan berusaha. Ini nanti dampaknya multiplayer efek,” katanya Senin 16 Januari 2023

Bila investasi dapat bejalan lancar, maka pasti nantinya di tempat itu membutuhkan suplai, hasil pertanian, peternakan serta perikanan.

Baca: Renovasi Anjungan Sulawesi Utara Dilakukan Pemerintah Kota Manado

“Kawasan ini nantinya bakal libatkan UMKM, masyarakat sekitar yang nantinya merasakan dampaknya,” ungkapnya.

Kawasan Malalayang ini akan diubah dan berkonsep ke kota modern. Ia menegaskan, pemerintah pasti bakal mengontrol lingkungan dan tak mungkin untuk dibiarkan rusak

“Daerah mana yang nantinya direklamasi itu sudah masuk dalam Perda Zonasinya,” tuturnya.

Baca: Puluhan Miliar Dianggarkan Untuk Pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road Tahap III

Cukup disayangkan bila investasi masuk guna perkembangan Kota Manado ke arah yang lebih baik dan mendapat penolakan dari warga.

“Daerah lain saja susah untuk cari investor, kita tidak mencari sudah ada kenapa malah ada yang menolak,” terangnya.

Diketahui beberapa waktu lalu viral warga menyerang anggota kepolisian dengan senjata tajam. Disebabkan aparat keamanan mengamankan aksi demo penolakkan pembangunan reklamasi di Pantai Malalayang.

Baca: Bandara Sam Ratulangi Manado Siapkan Posko Layanan Selama Natal dan Tahun Baru

Terkait hal itu, Penggiat Media Sosial Charlie Wijaya mengkritisi aksi para warga yang melakukan penyerang terhadap polisi, dilakukan oleh beberapa warga.

“Sangat disayangkan kejadian itu terjadi, kabar yang saya terima telah ada yang diamankan oleh Polisi. 7 orang diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” kata Charlie Wijaya.

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Pelaku Pembusuran di Donggala Ditangkap, Korban Sempat Alami Penganiayaan, Polisi Ungkap Motifnya

Tim Buser Paneki Satreskrim Polres Donggala berhasil menangkap terduga Pelaku Pembusuran di Donggala, pelaku dibantu 4 rekannya.

Dandim Jamin Keamanan GNI: Situasi Sudah Kondusif, GNI Bisa Segera Beroperasi Kembali

Dandim Jamin Keamanan GNI pasca bentrok antar karyawan yang mengakibatkan tewasnya 2 pekerja, seoreang TKA dan seorang lagi TKI.

Tahun 2023 Ini Pemprov Sulsel Fokus Pengerjaan Ruas Jalan Tanabatue-Sanrego-Palattae

Tahun 2023 ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan fokus pengerjaan ruas jalan Tanabatue-Sanrego-Palattae di Kabupaten Bone.

Kerusuhan di PT GNI, 71 Pekerja Lokal Ditahan tapi TKA Belum, Polisi: Semua Masih Didalami

Sebanyak 71 Pekerja Lokal Ditahan polisi buntut kerusuhan antar karyawan di kawasan smelter PT GNI yang melibatkan TKA dan TKI

Ini Dia Beberapa tempat Wisata Gratis di Kota Makassar

Ada beberapa tempat wisata gratis di Makassar. Tempat - Tempat ini juga merupakan ikon dari Kota Makassar.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum


See All
; ;