Bola, gemasulawesi – Supporter dari tim Nottingham Forest membuat rencana jika mereka akan membentangkan spanduk, yang mendesak untuk menghentikan nyanyian tragedi di ujung laga tandang ke Anfield.
Dimana Nottingham Forest akan bertandang ke Anfield pada 22 April 2023 dalam lanjutan Liga Premier, hari Sabtu malam. Dengan para supporternya juga akan ikut menyaksikan pertarungan kedua tim.
Spanduk setinggi 30 kaki akan bertuliskan “Respect 97” serta “Solidarity with Survivors. No to Tragedy Chanting”.
Serta juga akan menampilkan lambang Forest di satu sudut dan simbol peringatan Hillsborough di sudut lainnya.
Diharapkan bahwa hal ini akan meningkatkan kesadaran lebih lanjut dan pada akhirnya mengakhiri nyanyian yang menjijikkan tersebut.
Yang mana berpusat di sekitar insiden Hillsborough, dimana kala itu menyebabkan 97 penggemar kehilangan nyawa, serta Bencana Udara Munchen dan kematian penggemar Leeds di Istanbul.
Nottingham Forest akan menjadi tamu pada akhir pekan ini di Anfield.
Sebelumnya tim tersebut menjadi lawan Liverpool di semifinal Piala FA pada hari yang menentukan di bulan April 1989 lalu.
Pertandingan yang akan datang, hanya tujuh hari setelah peringatan 34 tahun tragedi itu membuatnya semakin pedih.
Baca: Prediksi Hasil Premier League: Nottingham Forest vs Newcastle, pada 18 Maret 2023
Spanduk akan dikibarkan selama satu menit dengan tepuk tangan pada pukul 15.06 pada hari Sabtu waktu setempat, seperti saat semifinal yang lalu dihentikan.
Sekelompok penggemar Nottingham Forest di bawah moniker @NoHateChants melalui akun twitternya merilis pernyataan terkait tragedi 1989 lalu.
“Kami adalah kumpulan longgar penggemar Forest yang pulang-pergi, yang semuanya berada di Hillsborough, semua dengan cerita pribadi kami sendiri dan kenangan dari hari yang menentukan pada tahun 1989” tulisnya.
Dia juga menyebutkan jika sebelumnya mereka tidak menerima nyanyian chant, yang kurang enak di dengar pada bulan Oktober 2022 lalu.
“Bagi kami, satu-satunya noda di buku salinan adalah nyanyian ‘Always the Victims’ dari bagian dukungan kami ketika pertandingan melawan Liverpool di City Ground pada bulan Oktober” imbuhnya.
Pemasangan spanduk itu dikatakan sejumlah penggemar jika tidak ada hubungannya dengan Hillsborough, tetapi konotasinya tidak dapat disangkal dan apakah itu disengaja atau tidak.
Hal itu menyebabkan pelanggaran dan kekecewaan yang mendalam, tidak hanya untuk keluarga dan teman-teman dari 97 yang kehilangan nyawa dan Liverpool yang lebih luas maupun fanbase.
Tetapi juga banyak penggemar Forest yang terpengaruh oleh apa yang mereka lihat hari itu juga.
Peringatan dan pemasangan spanduk itu akan menjadi hari yang emosional di Anfield, dan diharapkan akan membawa perubahan dalam bagaimana tragedi sepak bola ditangani di antara komunitas sepak bola. (*/Anisa)
Editor: Muhammad Azmi Mursalim
Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News