Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ratusan Rumah Terendam Banjir (Ilustrasi gambar)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Ratusan rumah di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi dengan disertai hujan sehingga memicu meluapnya air yang menyebabkan banjir.

Hal itu diungkapkan Plt kepala Pusat Data , Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis, Minggu 14 Agustus 2022.

“Ratusan rumah dari tujuh Kelurahan desa yang terendam banjir adalah Desa Mancani di Kecamatan Tellu Wanua, Desa Amassagan dan Desa Dangerakko di Kecamatan Wara, Desa Surutanga, Desa Salotellue, Desa Ponjalae di Wara Timur dan Desa Tamarundung di Desa Wara Barat” ucap Abdul Muhari.

Ia menambahkan, banjir menggenangi 20 unit rumah dengan ketinggian air antara 50 hingga 70 sentimeter. Selain rumah warga sekitar, 4 unit sekolah dasar juga terkena dampak banjir. Selain itu, terungkap hujan disertai angin kencang juga merobohkan beberapa pohon dan sempat memblokir akses dari Jalan Poros Palopo hingga Tanah Toraja.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lapangan untuk membersihkan puing-puing dari pohon tumbang yang menghalangi jalan.

Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Sabtu 13 Agustus 2022, tercatat banjir telah berkurang di berbagai tempat. Akses jalan dari Poros Palopo menuju Tanah Toraja yang sebelumnya tertutup dibuka kembali dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Baca: Data Rumah Rusak Akibat Banjir Desa Torue Kembali Diverifikasi

“Peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan Provinsi Sulawesi Selatan berpotensi hujan dan angin kencang hingga Senin (15 Agustus),” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, BNPB mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mewaspadai potensi bahaya banjir. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan warga untuk secara rutin membersihkan saluran air, normalisasi sungai, dan penghijauan daerah aliran sungai di hulu dan sepanjang sungai.

Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, masyarakat dihimbau untuk menjauhi pohon-pohon besar, papan reklame, dan bangunan yang secara bertahap akan melemah, untuk meminimalkan kerugian cuaca ekstrem. (*/Ikh)

Baca: Siap-siap Harga Mi Instan Naik Tiga Kali Lipat

Baca: Banjir Bandang Kembali Terjang Desa Torue Parigi Moutong

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.