SKD CPNS 2019, Ini Titik Lokasi Ujian Dari Beberapa Daerah

waktu baca 3 menit
Illustrasi seleksi SKD CPNS 2019

Jakarta, gemasulawesi.com– Peserta seleksi CPNS dijadwalkan akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi dasar atau SKD pada 27 Januari-28 Februari 2020. Lokasi tes SKD CPNS 2019 bisa dilihat dengan login ke akun SSCN masing-masing peserta.

Namun, ada peserta yang belum bisa melihat lokasi tes SKD CPNS 2019. Berikut ini beberapa titik lokasi ujian SKD di beberapa wilayah di Indonesia yang dikutip dari Kompas berdasarkan informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga Jumat, 10 Januari 2020:

Provinsi Bali:

  1. BPSDM Provinsi Bali, estimasi 13.432 peserta
  2. Kota Denpasar: BPSDM Provinsi Bali, estimasi 10.154 peserta
  3. Kabupaten Jembrana: BPSDM Provinsi Bali, estimasi 2.896 peserta
  4. Kabupaten Klungkung: BPSDM Provinsi Bali, estimasi 3.116 peserta
  5. Kabupaten Buleleng: BPSDM Provinsi Bali, estimasi 6.627 peserta

Nusa Tenggara Barat (NTB):

  1. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB): BKD Provinsi NTB, estimasi 7.706 peserta
  2. Kabupaten Sumbawa: SMK N 3 Sumbawa, estimasi 7.363
  3. Kota Mataram: SMK N 3 Mataram, estimasi 4.611 peserta
  4. Kabupaten Dompu: SMK N 1 Dompu, estimasi 6.639 peserta
  5. Kota Bima: SMK N 1 Kota Bima, estimasi 3.381 peserta
  6. Kabupaten Bima: Kampus Vokasi Bima Universitas Mataram, estimasi 9.710 peserta
  7. Kabupaten Sumbawa Barat: BKD Sumbawa Barat, estimasi 2.083 peserta
  8. Kabupaten Lombok Barat: Aula Kantor Bupati Lombok, estimasi 3.879 peserta
  9. Kabupaten Lombok Tengah: SMK N 1 Praya Tengah, estimasi 15.336 peserta
  10. Kabupaten Lombok Utara: Aula RSUD Tanjung, estimasi 5.807 peserta
  11. Kabupaten Lombok Timur: BKD Lombok Timur, estimasi 11.107 peserta

Nusa Tenggara Timur (NTT):

  1. Provinsi NTT: Politeknik negeri Kupang, estimasi 6.472 peserta
  2. Kabupaten Kupang: Politeknik negeri Kupang, estimasi 5.583 peserta
  3. Kabupaten Rote Ndao: Politeknik negeri Kupang, estimasi 1.261 peserta
  4. Kota Kupang: Politeknik negeri Kupang, estimasi 4.962 peserta
  5. Kabupaten Sumba Timur: BKD Kabupaten Sumba Timur, estimasi 2.451 peserta
  6. Kabupaten Sumba Tengah: BKD Kabupaten Sumba Tengah, estimasi 2.432
  7. Kabupaten Sumba Barat: BKD Kabupaten Sumba Barat, estimasi 2.135 peserta
  8. Kabupaten Sumba Barat Daya: BKD
  9. Kabupaten Sumba Barat Daya, estimasi 3.154 peserta
  10. Kabupaten Timor Tengah Selatan: BKD
  11. Kabupaten Timor Tengah Selatan, estimasi 5.088 peserta
  12. Kabupaten Timor Tengah Utara: SMK N Kefamenanu, estimasi 4.632 peserta
  13. Kabupaten Belu: SMA N 1 Atambua, estimasi 2.562 peserta
  14. Kabupaten Malaka: Aula Kantor Bupati Malaka, estimasi 3.649 peserta
  15. Kabupaten Sabu Raijua: Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, estimasi 1.493 peserta
  16. Kabupaten Manggarai Barat: SMK N 1 Labuan Bajo, estimasi 5.301 peserta
  17. Kabupaten Manggarai: BKPP Kabupaten Manggarai, estimasi 5.777 peserta
  18. Kabupaten Manggarai Timur: Aula Kantor Bupati Manggarai Timur, estimasi 7.378 peserta
  19. Kabupaten Ngada: SMA N 1 Bajawa, estimasi 2.481 peserta
  20. Kabupaten Nagekeo: SMK N 1 Asesa Nagekeo, estimasi 3.130 peserta
  21. Kabupaten Ende: BKD Kabupaten Ende, estimasi 1.922 peserta
  22. Kabupaten Sikka: SMK N 1 Maumere, estimasi 5.975 peserta
  23. Kabupaten Flores Timur: SKB Kabupaten Flores Timur, estimasi 1.020 peserta
  24. Kabupaten Lembata: Aula Kantor Bupati Lembata, estimasi 2.890 peserta Kabupaten Alor: SMP N 1 Kalabahi, estimasi 5.283 peserta.

Bagi peserta yang akan mengikuti SKD, diwajibkan mencetak kartu ujian. Ada beberapa ketentuan dalam proses pencetakan kartu peserta ujian CPNS 2019 yang berlaku untuk semua instansi.

Berikut ketentuan cetak kartu ujian: cetak dengan menggunakan tinta warna Potong pada bagian garis putus-putus Pada lembar Panitia Ujian CPNS peserta sudah menuliskan nama dan tanda tangan pada kolom yang disediakan dan diserahkan kepada panitia pada saat akan ujian Pin peserta didapat pada saat akan mengikuti ujian dan mendapatkan tanda tangan panitia Kartu peserta ujian jangan dilaminating.

Bagi peserta mencetak kartu ujian sebelum 1 Januari 2020, maka dinyatakan tidak valid. Sehingga, peserta harus mencetak ulang kartu peserta ujiannya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.