Telah Berlangsung Selama 16 Tahun, Blokade Penjajah Israel terhadap Gaza Disebutkan Mengurung Warga Palestina Tanpa Batas Waktu dalam Keadaan Hidup

<p>Ket. Foto : Blokade Israel terhadap Gaza Dikatakan Mengurung Rakyat Palestina Tanpa Batas Waktu dalam Hidup-Hidup<br />
(Foto/X/@MarioNawfal) </p>
Ket. Foto : Blokade Israel terhadap Gaza Dikatakan Mengurung Rakyat Palestina Tanpa Batas Waktu dalam Hidup-Hidup (Foto/X/@MarioNawfal)

Internasional, gemasulawesi – Di tahun 1995 lalu, salah satu media terkemuka di dunia melakukan wawancara dengan warga Palestina di Gaza untuk mengetahui tentang kebebasan yang diberikan oleh Perjanjian Damai Oslo kepada mereka.

Namun, alih-alih perasaan optimis atas kegembiraan dan kemajuan, penjara adalah kata yang umum yang digunakan oleh rakyat Palestina untuk menggambarkan pengurungan mereka di Gaza.

Itu juga termasuk dengan ketidakmampuan warga Palestina di Gaza untuk pindah atau bahkan mengunjungi Tepi Barat yang diduduki.

Baca: Lebih dari 15000 Rakyat Palestina Tewas, Ini Motif Penjajah Israel Rekrut Orang Arab untuk Bergabung dengan IDF

Penutupan atau blokade yang dilakukan Israel atas Gaza telah dilakukan secara bertahap setidaknya sejak awal tahun 1990-an.

Ketika Israel berdamai dengan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) dengan ‘satu tangan’, di tahun 1993 Israel membangun tembok pemisah di sekitar Gaza dengan tangan lainnya.

Pembatasan dan penutupan yang dilakukan Israel membuat sosiolog terkemuka Israel, Baruch Kimmerling, menyimpulkan di tahun 2003 jika Israel telah mengubah Gaza menjadi kamp konsentrasi terbesar di dunia yang pernah ada.

Baca: Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Unit Pertahanan Sipil Palestina Laporkan Ribuan Orang Masih Tertimbun di Bawah Reruntuhan

Israel mempertahankan kendali penuh atas udara, air dan ruang darat di Gaza serta telekomunikasi, listrik dan masuk serta keluarnya barang-barang yang sangat diperlukan setelah penarikan tersebut.

Hal ini memperburuk resesi ekonomi akibat pembatasan yang dilakukan Israel pada tahun-tahun sebelumnya, yang oleh Bank Dunia disebutkan sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah modern.

Menyusul kemenangan yang diperoleh oleh Hamas di Gaza tahun 2006, PM Israel saat itu, Olmert, menutup penyeberangan komersial Gaza dan menerapkan sejumlah sanksi pada Fatah termasuk menahan pendapatan pajaknya dan menyebut mereka sebagai organisasi teroris.

Baca: Penjajah Israel Tetap Keras Kepala Lanjutkan Agresi, Ini Tentang Terowongan Hamas yang Dijuluki Metro Gaza

Tujuan blokade tersebut adalah perang ekonomi untuk memberikan hukuman kepada masyarakat secara kolektif agar mereka melawan Hamas dan mengakhiri kekuasan kelompok tersebut.

Israel bahkan merancang penghitungan kalori berdasarkan jumlah minimum impor yang diperlukan yang dikatakan untuk mencegah warga Gaza meninggal karena kelaparan.

Israel dengan sengaja mengeksploitasi kesengsaraan yang diciptakannya di Gaza untuk mendorong rakyatnya agar pindah dan meninggalkan wilayah tersebut.

Baca: Agresi Masih Berlanjut, Ini Bagaimana Dukungan Amerika terhadap Penjajah Israel Merusak Kedudukan Globalnya

Apa yang membuat hal ini lebih meresahkan adalah bahwa pengepungan Israel tidak memiliki akhir yang jelas. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Lebih dari 15000 Rakyat Palestina Tewas, Ini Motif Penjajah Israel Rekrut Orang Arab untuk Bergabung dengan IDF

Berikut ini merupakan motif dan alasan Israel membuka perekrutan untuk orang Arab bergabung dengan pasukan militer IDF.

Agresi Kembali Dilangsungkan, Kelompok HAM Euro-Med Duga Penjajah Israel Curi Mayat dari Fasilitas Medis di Gaza untuk Diambil Organnya Secara Ilegal

Kelompok HAM Euro-Med menduga Israel mengambil organ dari mayat-mayat yang mereka curi di fasilutas medis di Gaza.

Gencatan Senjata Tidak Diperpanjang, Penjajah Israel Kembali Lakukan Agresi di Palestina

Pada tanggal 1 Desember 2023, Israel kembali membombardir Palestina setelah gencatan senjata gagal diperpanjang.

Perang Palestina Telan Banyak Korban Jiwa, Ini Alasan Kementerian Luar Negeri RI Larang Pengibaran Bendera Penjajah Israel di Indonesia

Internasional, gemasulawesi – Sejak tanggal 7 Oktober 2023, Israel telah melangsungkan serangannya yang membabi buta kepada Palestina dan sejak saat itu, korban tewas telah mencapai belasan ribu dari pihak Palestina. Bersamaan dengan agresi Israel terhadap Palestina tersebut, beberapa isu juga berkembang, termasuk isu larangan pengibaran bendera Israel di Indonesia yang belakangan kembali menjadi perbincangan. Isu [&hellip;]

Sayap Militer Hamas, Mengenal Brigade Izzudin Al Qassam yang Miliki Juru Bicara Abu Ubaidah

Berikut ini tentang Brigade Izzudin Al-Qassam yang dikenal merupakan sayap militer dari organisasi Hamas di Palestina.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;