Distributor Parimo Pasarkan 200 Ton Beras Via Tol Laut

<p>Foto: Kapal pengangkut Logistik Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 13, besandar di Pelabuhan Parigi Kabupaten Parimo, Selasa 19 Januari 2021. </p>
Foto: Kapal pengangkut Logistik Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 13, besandar di Pelabuhan Parigi Kabupaten Parimo, Selasa 19 Januari 2021.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Distributor beras asal Desa Tolai Timur Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, pasarkan ratusan ton beras via tol laut.

“Pengiriman beras ke pasar Provinsi Sulawesi Utara sekitar 200 ton,” ungkap I Made Sukanto, salah seorang distributor lokal yang menggunakan jasa angkut melalui tol laut.

Ratusan ton beras itu kata dia, bersumber dari hasil bumi warga Desa Tolai Timur, Kecamatan Balinggi yang menjadi salah satu sentra komoditas padi di Kabupaten Parimo.

Kapal tol laut pengangkut logistik bersandar di Pelabuhan Parigi sebanyak dua kali dalam sebulan.

Baca juga: Efisien 25 Persen, Ekspor dari Pelabuhan Pantoloan Kota Palu

“Saat ini, kami mengirim beras sejumlah 40 ton. Rutinnya, kami biasa mengirim sekitar 200 ton dengan biaya transportasi lebih hemat 60 persen,” tuturnya.

Ia juga berharap, pemerintah setempat dapat menyerap hasil produk petani dan membuka peluang pasar di daerah lain.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan kelas tiga Parigi Abd Faisal AB Pontoh mengatakan, kapal logistik Tol laut melayani sejumlah rute pelayaran yang ada di di kawasan Teluk Tomini dan Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.

“Kebanyakan produk hasil bumi masyarakat di Kabupaten Parimo menyasar pasar Sulawesi Utara,” terangnya.

Baca juga: Parigi Moutong Bawa Bantuan 2,5 Ton Beras untuk Korban Gempa

Kapal pengangkut Logistik Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 13 mengangkut sekaligus memasarkan 40 ton beras hasil produksi petani Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah ke Sulawesi Utara.

Dia menjelaskan, program Tol Laut bertujuan untuk menghubungkan pengangkutan logistik antarpulau. Tujuannya, dalam rangka memajukan Indonesia dari pinggiran untuk peningkatan pendapatan daerah maupun Nasional.

Pelabuhan kelas tiga Parigi Kabupaten Parimo, hingga kini baru melayani sekitar empat kali pengangkutan barang, karena program tol laut baru masuk pada pertengahan 2020.

Hal ini berbeda dengan pelabuhan di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parimo yang sudah melayani angkutan logistik dua tahun terakhir.

Saat ini, tol laut telah melayani rute Provinsi Gorontalo, Bitung, Sulawesi Utara, Pelabuhan Pagimana, Kabupaten Banggai, Pelabuhan Ampana, Tojo Una-Una dan Pelabuhan Parigi serta Pelabuhan Tinombo, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

“Biaya transportasi menggunakan tol laut relatif lebih murah, karena mendapat jaminan subsidi pemerintah. Kami berharap hadirnya program tol laut, pemerintah setempat dan pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan peluang ini sebagai alternatif,” tuturnya.

Ia menambahkan, ke depan pihak Pelabuhan Parigi dan pemerintah setempat berupaya membuka rute Kalimantan Timur.

Hal ini bertujuan agar pengusaha lokal Kabupaten Parimo dapat memasarkan produk mereka secara regional.

“Muat ulang barang di Pelabuhan Parigi berupa komoditas beras dan barang. Namun, saat ini didominasi air mineral,” tutupnya.

Baca juga: Dishub Usul Pengembangan Pelabuhan Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Harga Bahan Pokok Terpantau Stabil Jelang Pergantian Tahun

Menjelang Natal dan tahun baru 2021 masehi, harga komoditi bahan pokok di Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah terpantau stabil.

Pelaku Pariwisata Wajib Terapkan Protokol CHSE

Kemenparekraf nilai pelaku pariwisata wajib terapkan protokol CHSE, sebagai kunci memulihkan pariwisata yang diguncang pandemi covid 19.

Bangun Bandar Udara di Parigi Moutong Butuh SK Penlok Menhub

Dinas perhubungan (Dishub) Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah menyebut pembangunan bandar udara membutuhkan SK Penetapan lokasi atau Penlok dari Menhub RI.

Dishub Usul Pengembangan Pelabuhan Parigi Moutong

Dinas Perhubungan atau Dishub Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021 mendatang mengusulkan pengembangan pelabuhan.

Raih Opini WTP Tujuh Kali, Sulteng Toreh Sejarah

Provinsi Sulteng kembali raih opini Wajar tanpa pengecualian atau WTP. WTP adalah opini audit yang akan diterbitkan jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material.

Berita Terkini

wave

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.


See All
; ;