Update Kerusuhan Stadion Kanjuruhan, 130 Orang Meninggal

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan memakan ratusan korban (Foto: Facebook Monitha Ardilla)

Berita Nasional, gemasulawesi – Update terbaru kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten malang, Jawa Timur, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), mengumumkan bahwa korban meninggal dunia dari tragedi tersebut bertambah jadi 130 orang.

Hal itu diungkapkan Menko PMK Muhadjir Effendy saat update data terakhir korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, di Kabupaten Malang, Minggu 2 Oktober 2022.

“Saat ini sebanyak 130 orang total meninggal dunia,” ucap Muhadjir Effendy.

Muhadjir mengatakan, sejauh ini ada 19 jenazah yang belum teridentifikasi dan berada di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar Kota Malang. Sedangkan jenazah lainnya dibawa oleh masing-masing keluarga.

Muhadjir mengajak masyarakat yang merasa kehilangan keluarga saat menyaksikan pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan untuk mengunjungi RS Saiful Anwar.

“Jika ada keluarga yang merasa kehilangan, terutama yang gila, segera lapor ke Saiful Anwar. Ada 19 orang yang belum teridentifikasi,” ucapnya.

Kerusuhan terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam 10 Oktober 2022. Kekalahan tersebut menyebabkan beberapa suporter turun dan masuk ke lapangan.

Kerusuhan meningkat setelah beberapa flare dilemparkan, termasuk barang-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari TNI dan kepolisian berusaha membubarkan suporter itu.

Petugas keamanan kemudian mengambil tindakan pencegahan dan membuat pengalihan untuk mencegah suporter memasuki lapangan dan mengejar para pemain. Petugas akhirnya menembakkan gas air mata.

Baca: BMKG Makassar Jelaskan Penyebab Hujan Es di Wilayah Sudiang

Polri belum bisa menyimpulkan penggunaan gas air mata oleh polisi saat berhadapan dengan suporter sepak bola menjadi penyebab utama tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Irjen Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Mabes Polri mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa insiden yang menewaskan sedikitnya 129 orang itu akibat tindakan sepihak aparat keamanan.

“Evaluasi menyeluruh dulu. Jangan langsung menyimpulkan. Kita akan coba lakukan evaluasi menyeluruh agar lebih komprehensif. Kemudian hasilnya akan disampaikan,” ucap Dedi di Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022. (*/Ikh)

Baca: BNPT dan Kementan Siapkan Lahan Pertanian Untuk Eks Napiter

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.