Vaksinasi Booster Kedua Lansia Upaya Akhiri Pandemi Covid-19

<p>Ket Foto: </p>
<p>Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro. (Foto/covid19.go.id)</p>
Ket Foto: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro. (Foto/covid19.go.id)

Berita Kesehatan, gemasulawesi – Vaksinasi booster kedua atau dosis keempat bagi penduduk lanjut usia (lansia), merupakan salah satu upaya bangsa Indonesia untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pemerintah unutk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro dalam Siaran Sehat daring diikuti di Jakarta, Senin 5 Desember 2022.

“Ini juga upaya, kalau kita divaksinasi akan lebih kecil resiko keburukan dan juga kematian. Maka tidak ada salahnya bila dilakukan,” ucap Reisa Broto Asmoro.

Reisa mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih berlangsung. Pada saat yang sama, tubuh harus lebih berupaya untuk mencegah penularan atau infeksi, dan vaksinasi terbukti dapat dicegah secara efektif hingga saat ini.

Baca: Perkuat Imunitas Tubuh, Pemkot Palu Prioritaskan Vaksin Booster

Hal ini karena antibodi yang dihasilkan dari vaksin tersebut masih membutuhkan suntikan tambahan untuk memberikan perlindungan yang optimal dan mencegah orang, terutama lansia, agar tidak semakin parah dan serta kematian.

Mengenai pemberian suntikan booster kedua kepada lansia, pemerintah tetap memberikan pelayanan gratis.

Jadi lansia di atas 60 tahun bisa mendapatkannya enam bulan setelah suntikan booster pertamanya.

Baca: Persediaan Vaksin Meningitis di Sulawesi Selatan Mulai Menipis

“Vaksin itu tidak ada efek negatifnya, misalnya ada yang bilang vaksin itu efek negatifnya, berarti itu hoax karena sampai saat ini kita semua terlindungi,” katanya.

Inisiatif baik ini terbayar karena data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 4 Oktober hingga 21 November 2022 menunjukkan jumlah yang meninggal mencapai 2.449 orang.

Jumlah kematian didominasi oleh orang berusia di atas 60 tahun.

Baca: Dinkes Sangihe Tunggu Arahan Pemusnahan Vaksin Kadaluarsa

Melaporkan bahwa 48 persen dari mereka belum divaksinasi sama sekali, dan 8 persen lainnya baru mendapatkan vaksinasi pertama.

26 persen kemudian menerima dosis kedua dan hanya 18 persen yang menerima dosis penguat.

Oleh karena itu, Reisa menghimbau untuk tidak menghentikan vaksinasi agar lansia dapat beraktivitas dengan nyaman dan sebagai upaya untuk mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19 yang memasuki tahun ketiga berjalan.

Baca: Syarat Perjalanan Kini Wajib Vaksin Booster, PCR Antigen Dihapus

Sementara itu, Reisa juga mengimbau para lansia di bawah 60 tahun untuk melengkapinya hingga booster pertama sambil menunggu Kementerian Kesehatan mengumumkan kebijakan selanjutnya.

“Di luar usia itu dan petugas kesehatan, yang terbaik adalah menyelesaikan suntikan booster pertama terlebih dahulu karena suntikan pertama juga tidak seperti vaksinasi dua dosis penuh. Jadi selesaikan dulu.” katanya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menambahkan, cakupan vaksinasi booster pertama masih rendah bahkan pada kelompok lansia.

Baca: Cakupan Vaksinasi Booster di Kendari Mencapai 43.361 Jiwa

Dalam dashboard vaksinasi Kementerian Kesehatan sejak 4 Desember 2022 hingga pukul 18.46 WIB, dosis booster pertama untuk lansia hanya mencapai 32,64% atau sekitar tujuh juta orang, dan booster kedua yakni 0,72% atau 155.271 orang.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh keluarga untuk melindungi lansia dari dampak buruk Covid-19 dan segera meningkatkan cakupan vaksinasi ini dengan membawa lansia ke fasilitas kesehatan.

“Kalau anak memang sayang orang tuanya, ayo kita dapatkan vaksin selagi pemerintah masih menyiapkannya dan tersedia, yang bisa melindungi kita semua,” ucap Syahril. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

WHO Mengumumkan Dunia Mendekati Fase Akhir Darurat Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Jumat, 3 Desember 2022 dunia mendekati fase akhir darurat pandemi Covid-19.

Kemenkes Utamakan Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

(Kemenkes) menyampaikan, pemerintah bakal utamakan kesehatan bergeser dari penanganan pandemi menjadi peningkatan kualitasi layanan kesehatan

Peringatan Hari AIDS Sedunia, Penderita AIDS di Indonesia Lebih 500 Ribu Orang Sepanjang Tahun 2022

WHO yang mengajukan hari AIDS kepada Direktur Program Global. Maka setiap tanggal 1 Desember, selalu diperingati sebagai hari AIDS sedunia.

Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah Jadi 3.225 Orang

Kasus Covid-19 di Indonesia berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bertambah 3.225 orang pada Senin 28 November 2022,

Gizi Kronis dan Infeksi Berulang Penyebab Stunting

Kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang menjadi penyebab utama terjadinya stunting, Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;