10 Sekolah Terdampak Banjir di Luwu Utara Terima Bantuan

waktu baca 2 menit
Banjir di Sulawesi Selatan (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – 10 sekolah terdampak banjir di Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, terima bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Hal itu diungkapkan Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud Sutapa, dalam keterangan yang diterima di Makassar, Jumat 16 September 2022.

“Kami menawarkan dukungan kepada sekolah dalam bentuk Bantuan Mengajar Darurat (BRKD) dan Bantuan Darurat (BTD),” ucap Sutapa.

Ia mengatakan BRKD diberikan di dua sekolah yaitu SDN 2016 LimbongWara dan SDN 208 Londong Dou sedangkan BTD diberikan di 8 sekolah yaitu SDN 202 Layar Putih, SDN 058 Lawewe, SDN 194 Urukumpang, SDN 055 Dadeko, SDN 051 Lara I, SDN 057 Teppo dan SDN 167 Suka Harapan.

BRKD diberikan kepada sekolah yang sebelumnya tidak dapat digunakan untuk proses pembelajaran. Ruang tersebut dapat digunakan untuk proses pembelajaran dan tidak terlalu permanen.

“Sementara, BTD akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir yang ruang kelasnya masih bisa dengan mengelola persiapan ruang kelas agar dapat digunakan kembali,” ucap Sutapa, yang diterima langsung dari Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani usai memeriksa sekolah yang terkena dampak di daerah tersebut.

Sutapa mengatakan, setelah menerima usulan daerah dan data dari Seknas, tidak butuh waktu lama baginya untuk langsung ke lokasi karena keadaan darurat dan mendesak.

Ia mengatakan, berdasarkan usulan itu, kami mengkaji secara langsung, mengambil keputusan, kemudian melakukan MoU dan kemudian menerbitkan peraturan bantuan negara. Khusus untuk BRKD Rp 35 juta dan BTD Rp 13,2 juta untuk masing-masing sekolah terdampak.

Mengenai hal ini, Bupati Indah mengatakan bahwa kehadiran tim Kemendikbudristek merupakan tanda bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Kehadiran tim Kemendikbudristek ini sangat berarti bagi kami dan tentunya bagi anak-anak kami yang terkena dampak. Pada saat yang sama, ia memastikan bahwa layanan pendidikan harus tetap berfungsi meskipun terjadi bencana. Terima kasih atas respon cepatnya,” ucap Indah.

Baca: Bandara di Manado Layani Penerbangan Langsung Luar Negeri

Indah juga mengatakan bahwa setiap sekolah harus mendirikan Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah memiliki Perda dan diperkuat dengan Perda untuk mata pelajaran muatan lokal terkait literasi kebencanaan. Siswa, guru dan seluruh administrasi sekolah perlu memahami literasi bencana. Kelembagaan, kapasitas dan infrastruktur disiapkan untuk membangun ketahanan terhadap bencana katanya. (*/Ikh)

Baca: Bupati Gorontalo Menilai Mobil Listrik Lebih Ramah Lingkungan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.