15 Ribu Warga Terkena Dampak Banjir di Kapuas Hulu

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Banjir di Kabupaten Kapuas Hulu (Foto/Istimewa)

Berita Nasional, gemasulawesi – 15 ribu warga terkena dampak banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dengan tinggi muka antara 20 sampai 180 cm melanda di 6 kecamatan akibat hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Kamis 04 Agustus 2022 sore hari hingga Jumat 05 Agustus 2022.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, sebanyak 4.533 Kepala Keluarga (KK) atau 15 ribu lebih jumlah warga yang terkena dampak banjir sejak Sabtu 06 Agustus 2022 di kabupaten Kapuas Hulu.

Mereka terdiri dari 3.691 KK/12.323 jiwa di Kecamatan Putussibau Utara, 310 KK/922 jiwa di Kecamatan Putussibau Selatan, 14 KK/90 jiwa di Kabupaten Silat Hilir. 260 KK/1.274 jiwa di Kecamatan Seberuang dan 258 KK/773 jiwa di Kabupaten Bika. Kondisi banjir saat ini sudah berkurang.

“Akibat kerugian materiil, 1 jembatan rusak, 71 fasilitas umum terdampak, 2.984 rumah terdampak, tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini,” ucap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan persnya, Minggu 07 Agustus 2022.

Tanggap darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu dikoordinasikan dengan otoritas terkait untuk melakukan asesmen dan kaji cepat, pengawasan evakuasi warga, serta pendataan aset dan data.

Baca: Tekan Penyebaran PMK, Peternak Dihimbau Laksanakan Vaksinasi

Ia melanjutkan, kebutuhan mendesak tersebut adalah tempat tinggal darurat, sembako, sandang, obat-obatan dan transportasi.

Daerah yang terkena dampak banjir antara lain Desa Sibau Hilir, Desa Sibau Hulu, Desa Tanjung Lasa, Desa Padua Mendalam Kecamatan Putussibau Utara. Desa Tanjung Lokang, Desa Bungan, Desa Kedamin Hilir, Desa Tanjung Jati Kecamatan Putussibau Selatan. Desa Pengkadan Hilir di Kecamatan Pengkadan. Desa Sejiram, Desa Jerenjang di Kecamatan Seberuang. Desa Miau Merah di Kecamatan Silat Hilir dan Desa Bika di Kabupaten Bika.

BNPB mendesak pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Karena kejadian banjir ini berulang pada akhir tahun 2021, perlu untuk memperkuat bendungan sementara untuk membendung limpasan air.

“Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan menjaga kawasan di sepanjang sungai dan mengurangi limpasan dengan menanam vegetasi di sepanjang bantaran sungai dan daerah hulu,” kata Abdul. (*/Ikh)

Baca: Dipengaruhi Medsos, Remaja di Jeneponto Perkosa Bocah SD

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.