Aneh, Kalapas Parigi Sebut Kreatif Warga Binaan Buat Senjata Tajam

<p>Foto: Kalapas Parigi, Askari Utomo.</p>
Foto: Kalapas Parigi, Askari Utomo.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Kalapas Parigi, Askari Utomo menyebut warga binaan pembuat senjata tajam (Sajam) di ruang tahanan itu kreatif.

Pernyataan Kalapas Parigi itu menyulut kontroversial. Pasalnya, Sajam itu sangat berbahaya dan terlarang berada di area dalam Lapas.

Temuan dari razia Lapas Parigi belum lama ini terlihat beberapa Sajam berhasil disita petugas bersama handphone.

“Ya memang kalau dibilang itu kreatif,” ungkap Kalapas Kelas III Parigi, Askari Utomo, saat dikonfirmasi di Parigi Moutong, Sabtu 10 April 2021.

Ia mengakui, Sajam itu sangat berbahaya dan bisa melukai. Tapi masalahnya, bahannya dari sikat gigi dan bisa dijumpai sehari- hari.

Cara membuatnya, para warga binaan mengasahnya ke lantai ruang tahanan hingga tajam lalu dipasangkan gagang.

Barang sajam jenis sikat itu kata dia, ditemukan itu saat petugas Lapas bersama pihak kepolisian dari Polres Parigi Moutong menggelar razia beberapa waktu lalu.

“Kami petugas dituntun tidak boleh lengah untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.

Pernyataan dari Kalapas Parigi ini pun terbilang kontradiktif dengan kenyataan. Terbukti sistem pengawasan Lapas sangat lemah. Terlihat dari beberapa temuan serupa dan berulang. Bahkan pengakuan Kalapas Askari Utomo membenarkan itu.

Kalapas Parigi, Askari mengatakan barang seperti sajam ini sering kali ditemukan saat menggelar razia di ruang tahanan warga binaan.

Terkait dengan pembuat sejam didalam ruang tahanan pihaknya mengatakan belum mengetahui pasti tentang deliknya. Masih perlu dipelajari lagi karena dasar itu adalah bahannya dari sikat gigi kemudian dipertajam.

Hingga saat ini, upaya untuk mencegah perkelahian dan pertikaian antara warga binaan tidak terjadi lagi.

Sebelumnya, razia gabungan Petugas Lapas Parigi, serta Tim dari Polres Parigi Moutong memeriksa secara detail seluruh isi ruangan. Petugas gabungan pun menggeledah kamar dan badan warga binaan.

Hasilnya, sejumlah barang terlarang seperti senjata tajam buatan dan tiga unit handphone berhasil disita. Razia ini tidak menemukan obat-obatan terlarang.

Janggal jadinya barang seperti handphone dari luar bisa masuk ke dalam Lapas. Padahal ada penjagaan ketat.

Menimbulkan pertanyaan kualitas dari penjagaan Lapas. Atau pertanyaan lainnya terkait Kalapas tidak mengontrol bawahannya.

Terkait itu, Kalapas Parigi berdalih setelah razia gabungan dilakukan akan diadakan pendataan terkait barang temuan.

Kalapas Askari malah hanya memberikan sanksi kepada warga binaan yang masih kedapatan membawa barang terlarang itu. Alih-alih menelusuri kelemahan personilnya melakukan pengawasan dalam Lapas.

Baca juga: Polisi Amankan Dua Pemuda Bawa Sajam di Banggai

Laporan: Tim Gemasulawesi

...

Artikel Terkait

wave

Polisi Bekuk Pengedar Pil THD di Marawola, Sigi

Polisi bekuk pengedar pil THD triheksifenidil atau di Marawola, Sigi, Sulawesi Tengah, Pengedar HMR (49Th) mengedar tanpa izin di Desa Sunju.

Remaja Curi Alat Elektronik Buat Beli Narkoba di Morowali

Kepolisian mengungkap aksi dua remaja curi alat elektronik milik mesjid buat beli Narkoba di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pengedar Narkoba Dari Palu Ditangkap di Tolitoli

Satresnarkoba Polres Tolitoli meringkus seorang pengedar narkoba dari Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pelaku bernama Baseng (42).

Kembali Edarkan Sabu, Satu Residivis di Luwuk Dibekuk Polisi

Seorang residivis Narkoba di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, dibekuk polisi karena kembali edarkan sabu.

Polisi Bekuk Napi Tamping Pengedar Sabu di Lapas Kelas II B Luwuk

Aparat Satnarkoba Polres Banggai membekuk seorang Narapidana (Napi) pengedar sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Luwuk.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;